Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Pemerintah Kota Higashimatsushima di Prefektur Miyagi, Jepang, dan Pemerintah Kota Banda Aceh, Indonesia, menandatangani nota kesepahaman untuk bekerja sama dalam pembangunan kota berkelanjutan setelah bencana.
Kedua kota pernah mengalami kerusakan sangat parah akibat gempa bumi dan tsunami.
Melalui kerja sama terbaru ini, keduanya akan saling berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam bidang mitigasi bencana, pengembangan ekonomi daerah, pendidikan, dan sejumlah sektor lainnya.
"Upacara penandatanganan nota kesepahaman dilaksanakan secara daring pada Rabu (26/8/2026), dengan menghubungkan kantor Pemerintah Kota Banda Aceh dan Pemerintah Kota Higashimatsushima," ungkap sumber Tribunnews.com Jumat (28/8/2026).
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, yang berkunjung ke Higashimatsushima pada April 2026, mengaku terkesan melihat para ibu setempat membudidayakan tanaman serai.
Baca juga: PM Jepang Janji Kembalikan Pajak Konsumsi Pangan Menjadi 8 Persen Setelah Dua Tahun
“Saya mendengar bahwa kegiatan tersebut bermula dari hubungan dengan Aceh. Saya sangat terharu,” kata Illiza.
Menurutnya, tempat pengumpulan sampah yang diterapkan Banda Aceh setelah mempelajari sistem di Higashimatsushima juga telah mendapatkan penghargaan.
Wali Kota Higashimatsushima Iwao Atsumi mengatakan pihaknya ingin membangun kemitraan yang terus berkembang dan mampu meningkatkan daya tarik masing-masing daerah.
Sama-sama mengalami tsunami besar
Banda Aceh menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerusakan paling parah akibat gempa besar di lepas pantai Sumatra dan tsunami Samudra Hindia pada Desember 2004.
Gelombang tsunami menerjang jauh hingga ke daratan. Lebih dari 160.000 orang meninggal dunia atau dinyatakan hilang di Indonesia, terutama di wilayah Provinsi Aceh.
Sementara itu, Higashimatsushima diterjang tsunami setinggi lebih dari 10 meter dalam bencana gempa bumi besar Jepang Timur pada Maret 2011.
Lebih dari 1.100 orang di kota tersebut meninggal dunia atau hilang.
Hubungan kedua kota mulai berkembang setelah bencana, termasuk melalui kunjungan delegasi secara bergantian.
Dengan dukungan Badan Kerja Sama Internasional Jepang atau JICA, kedua kota menandatangani nota kesepahaman kerja sama rekonstruksi bencana pada Juni 2014.
Kerja sama sebelumnya mencakup pemilahan dan pengumpulan sampah, budi daya tiram, serta teknologi menjaga kesegaran ikan. Nota kesepahaman tersebut berakhir pada Juni 2020.
Melalui penandatanganan kesepakatan terbaru, Banda Aceh dan Higashimatsushima kembali melanjutkan kerja sama untuk membangun kota yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
.