Alasan Ridho Rahmadi Mundur dari Jabatan Ketua Umum DPP Partai Ummat dan Sosok Penggantinya
Laksmi Anindita August 28, 2026 04:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum DPP Partai Ummat Ridho Rahmadi mengundurkan diri dari jabatannya.

Pengunduran Ridho Rahmadi dikonfirmasi Ustaz Ansufri Idrus Sambo.

"Iya, benar," ujar Ustaz Sambo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Ustaz Ansufri Idrus Sambo ditetapkan menjadi Pelaksana Tugas Ketua Umum DPP Partai Ummat.

Profil Ridho Rahmadi
Ridho, demikian dia disapa, dikenal sebagai pakar kecerdasan buatan (AI) dan digital forensik level internasional.

Pria kelahiran 13 April 1985 ini menikah dengan Tasnim Rais, putri dari Amien Rais.

Latar belakang pendidikan akademisi, Ridho memperoleh gelar S3 (Doktor Teknik) dari Belanda, serta gelar magister dari Austria dan Ceko.

Sebelum terjun ke dunia politik, ia dikenal sebagai pakar di bidang teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI).

Ia juga pernah mengajar di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta sebelum mengundurkan diri untuk fokus pada kegiatan partai.

Baca juga: Dedi Mulyadi Apresiasi Botok AMPB, Demo RUU Perampasan Aset Berjalan Tertib

Menantu Amien Rais ini mulai mencuri perhatian di panggung politik nasional ketika ia dipercaya menjadi Ketua Umum Partai Ummat pada April 2021.

Kehadirannya membawa warna berbeda di tengah dominasi politisi yang telah lama berkecimpung di dunia politik.

Ridho datang dari lingkungan akademik dan teknologi, dengan rekam jejak di bidang informatika, data science, kecerdasan buatan, dan machine learning.

Sebelum masuk ke politik praktis, Ridho dikenal sebagai akademisi dan peneliti.

Ia menempuh pendidikan di bidang teknologi informasi hingga jenjang doktoral dan memiliki pengalaman akademik di sejumlah perguruan tinggi di Eropa.

Perjalanan intelektualnya juga membawanya ke Carnegie Mellon University, Amerika Serikat, untuk menjalani kegiatan riset.

Keahlian tersebut membuatnya memiliki perspektif yang kuat pada pemanfaatan teknologi dan data dalam memecahkan berbagai persoalan.

Penjelasan Majelis Syuro
Majelis Syura sebagai lembaga permusyawaratan tertinggi Partai Ummat menyampaikan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari proses konsolidasi dan penyegaran organisasi.

Sekretaris Majelis Syura Partai Ummat, Ansufri Idrus Sambo, mengatakan keputusan tersebut dihasilkan dalam Musyawarah Majelis Syura ke-8 yang digelar pada Rabu (26/8/2026).

Dalam musyawarah itu, Majelis Syura menetapkan empat poin penting terkait perubahan struktur kepengurusan pusat.

Pertama, Majelis Syura secara resmi menerima pengunduran diri Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat dari posisi Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Ummat.

Penerimaan tersebut mengacu pada Anggaran Dasar Partai Ummat Bab VII Pasal 14 ayat (1).

Baca juga: TNI dan Petugas Kebersihan Turun Tangan Bersihkan Puing serta Vandalisme Pasca Demo di Pejompongan

Majelis Syura sekaligus menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi, perjuangan, serta kontribusi keduanya selama menjalankan tugas di kepengurusan eksekutif pusat.

Kedua, Majelis Syura menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan tersebut merupakan bagian dari dinamika dan penyegaran organisasi.

Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat disebut tetap aktif dalam perjuangan membesarkan Partai Ummat dengan penugasan baru di struktur partai.

Menurut Majelis Syura, langkah tersebut ditempuh secara kolektif untuk membuat organisasi lebih dinamis dan responsif terhadap berbagai tantangan.

Ketiga, untuk menjamin kelancaran administrasi dan operasional organisasi, Majelis Syura menetapkan Ansufri Idrus Sambo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum DPP Partai Ummat dan Muhammad Sadiq sebagai Plt Sekretaris Jenderal.

Penetapan tersebut disebut didasarkan pada pertimbangan meritokrasi, integritas, dan loyalitas terhadap organisasi.
Keempat, Majelis Syura menegaskan komitmen Partai Ummat untuk tetap solid menjalankan visi perjuangan partai dalam menegakkan keadilan dan memberantas kezaliman di Indonesia.

Kepengurusan sementara juga ditugaskan segera melakukan konsolidasi organisasi secara nasional serta mempersiapkan proses pendaftaran perubahan administratif kepengurusan kepada Kementerian Hukum untuk memperoleh pengesahan.

Majelis Syura mengimbau seluruh pengurus daerah dan kader Partai Ummat di berbagai wilayah agar tetap fokus menjalankan program kerja serta mendukung kepemimpinan transisi.

Ketua Majelis Syura Partai Ummat, M. Amien Rais, menegaskan pentingnya menjaga persatuan internal sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan sebagai bagian dari perjuangan partai untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Tribunnews.com/Wahyu Aji

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.