Gunung Lewotobi Laki-laki Dua Kali Meletus, Semburkan Kolom Abu Vulkanik Setinggi 1000 Meter 
Cristin Adal August 28, 2026 04:47 PM

 

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami erupsi sebanyak dua kali pada Jumat (28/8/2026) pagi. Erupsi pertama terjadi pukul 03.26 WITA, disusul erupsi kedua pada pukul 07.35 WITA.

Pada kedua erupsi tersebut, kolom abu teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 2.584 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu pada erupsi pukul 07.35 WITA teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya dan barat.

Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 14,8 milimeter dan durasi 364 detik. Sementara erupsi pertama pada pukul 03.26 WITA juga menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak.

Baca juga: NTT Masuk Puncak Kemarau September 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan dan Karhutla

 

Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya dan barat. Erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum 14,8 milimeter dan berlangsung selama 247 detik.

Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki serta pengunjung dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

Masyarakat juga diminta tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.

Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki apabila terjadi hujan berintensitas tinggi.

Baca juga: Tanggap Darurat Gempa Manggarai Diperpanjang 14 Hari, Huntara Mulai Dipersiapkan

Wilayah yang perlu mewaspadai ancaman tersebut antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

PVMBG juga mengingatkan warga yang terdampak hujan abu untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna mengurangi risiko paparan abu vulkanik terhadap sistem pernapasan.

Pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, serta PVMBG untuk memperoleh informasi terbaru mengenai aktivitas gunung api tersebut.

Sumber: magma.esdm.go.id

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.