JAKARTA, BABEL NEWS - Woro Hapsari Candra Dewi, Arsiparis Madya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Belitung Timur berhasil menembus panggung nasional. Woro melangkahkan kakinya ke Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat di Jakarta untuk mempresentasikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB), Rabu (26/8).
Bagi Woro yang juga adalah Arsiparis Teladan Nasional, presentasi di hadapan tim penilai BKN menjadi pembuktian dan pertanggungjawaban atas pengabdian yang ia tekuni secara tulus di Belitung Timur. "Bagi saya, Rabu kemarin bukan hanya tentang kenaikan pangkat. Ini tentang bagaimana seluruh pengabdian yang saya jalani dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat," ujar Woro saat dihubungi Posbelitung.co, Jumat (28/8).
Meski paparan Woro saat itu berlangsung relatif singkat, tersimpan cerita panjang tentang kerja keras dan persiapan yang menguras energi. Woro harus meneliti ulang berkas-berkas dokumen pendukung, menyempurnakan gagasan inovasi kearsipan adaptif, hingga melatih penyampaian materi di hadapan para penguji nasional.
Rasa gugup, kata dia, tentu tak bisa dihindari. Namun, motivasinya untuk mengharumkan nama daerah jauh lebih besar melebihi rasa cemasnya. "Saya datang membawa nama Belitung Timur dan membawa harapan agar apa yang saya kerjakan selama ini dapat terus memberi dampak bagi pemerintah maupun masyarakat," ucapnya.
Perjalanan panjang Woro menembus tahap KPLB ini pun tak lepas dari ekosistem kerja yang saling mendukung di Kabupaten Belitung Timur. Ia sangat berterima kasih kepada Bupati Belitung Timur, Sekretaris Daerah, jajaran kepegawaian, hingga pimpinan dan rekan kerjanya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
Kepercayaan dan dukungan dari pemerintah daerah, bagi Woro, menjadi pemicu yang membuatnya berani melangkah hingga ke BKN. "Saya bisa sampai pada tahap ini bukan karena berjalan sendiri. Ada dukungan pemerintah daerah, ada rekan kerja, ada keluarga, dan ada doa dari banyak orang yang menjadi kekuatan saya," ungkapnya.
Adapun selama menjadi arsiparis, Woro terus berupaya mendobrak stigma lama bahwa arsiparis adalah pekerjaan yang membosankan. Melalui berbagai program dan inovasi, ia berhasil membuktikan bahwa kearsipan yang efektif mampu mempercepat pelayanan publik dan menyelamatkan aset informasi berharga milik daerah.
Woro juga membuktikan seorang ASN yang bertugas di daerah kepulauan pun memiliki ruang untuk berprestasi dan membawa perubahan nyata. "Profesi arsiparis memiliki ruang besar untuk menghadirkan perubahan. Arsip bukan sekadar dokumen yang disimpan, tetapi bagian dari memori, identitas, tata kelola pemerintahan, dan pelayanan publik," ujarnya.
Ia pun mengharap doa dari seluruh masyarakat Belitung Timur agar seluruh rangkaian proses KPLB ini membuahkan hasil terbaik bagi kemajuan daerah. "Mohon doa terbaik dari semuanya. Apa pun hasilnya nanti, saya ingin tetap melanjutkan pengabdian, terus berkarya, dan memberikan manfaat untuk Belitung Timur," harapnya. (z1)