TRIBUNBENGKULU.COM - Seorang pegawai Bank Mandiri menjadi sorotan setelah seorang nasabah mengaku mendapat sebutan “kampungan” saat meminta bantuan terkait kartu ATM miliknya.
Persoalan tersebut kemudian ramai di media sosial. Sosok pegawai yang disebut nasabah dalam unggahan itu turut menjadi perhatian setelah profil LinkedIn-nya beredar.
Dalam unggahan akun Threads @jogjastudent pada Kamis (28/8/2026), pegawai tersebut disebut bernama Larasanti Putri Mantika.
Pada profil LinkedIn yang ditampilkan, Larasanti tercantum bekerja sebagai Relationship Manager at PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Profil tersebut juga mencantumkan riwayat pendidikan Larasanti di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan lokasi West Java, Indonesia.
Persoalan bermula ketika pemilik akun Threads @syauqinamaghfirah mengaku menghubungi pihak bank karena kartu ATM miliknya tiba-tiba tidak dapat digunakan untuk menarik uang tunai.
Namun, alih-alih mendapat bantuan seperti yang diharapkan, nasabah tersebut mengaku justru mendapat ucapan yang membuatnya tersinggung.
“Aduh dikatain kampungan sama pegawai bank mandiri... kirain bakalan dibantuin kok malah dikatain kampungan... pegawai macam apa nih @bankmandiri,” ujar @syauqinamaghfirah, dikutip TribunBengkulu.com, Jumat (28/8/2026).
Dalam unggahan yang sama, akun @rasantiputrim juga terlihat menuliskan komentar:
“Ga miskin tapi kampungan,” ujarnya.
Persoalan itu kemudian berlanjut lewat percakapan pesan langsung atau DM antara nasabah dan pegawai yang disebut terkait.
Nasabah mengaku tidak terima dengan ucapan tersebut dan meminta pegawai berhati-hati dalam memberikan komentar kepada pelanggan.
“Aku udah tandain kamu ya kak, aku gak terima banget kamu sebagai pegawai bank mandiri ngatain aku kampungan... jahat kamu kak. Demi Allah aku gak terima, mana komennya kamu hapus. Hati2 kak kalo ngetik, apalagi ngatain customer,” tulis @Syauqina.
Ia juga mengungkapkan rasa sakit hatinya.
“Gausah takut kak sama aku, takut sama azabnya Allah aja. Demi Allah aku sakit hati banget sama kamu,” ujarnya.
Pegawai tersebut kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada nasabah.
“Mba Syauqina, saya benar2 minta maaf ke mba atas postingan saya tersebut tadi malam mba ke mba tersebut.. saya benar2 khilaf dan spontan,” ujar pegawai bank tersebut.
Ia kembali meminta maaf dan mengakui bahwa tindakannya merupakan kesalahan pribadi.
“Saya sadar saya salah dan menyakiti mba.. saya khilaf mba, saya tidak mewakili perusahaan sama sekali,” katanya.
Permintaan maaf itu sempat diterima oleh nasabah.
“Iya mba saya maafin...” balas @Syauqina.
Namun, persoalan kembali memanas setelah pegawai tersebut meminta agar unggahan nasabah dihapus.
“Mba.. tolong mba Syauqina tolong mba..,” ujar pegawai itu.
Nasabah kemudian mengatakan bahwa dirinya sebelumnya sudah memberikan waktu kepada pegawai tersebut untuk merespons.
“Aku udah ngasih km tenggang waktu yg cukup lama dari semalem,” balasnya.
Ia juga mengaku tidak menyangka persoalan tersebut akhirnya menjadi ramai.
“Aku jg ga nyangka bakalan ruwame,” tulis @Syauqina.
Nasabah tersebut kemudian mengatakan sebelumnya berharap pesan yang dikirimkan melalui DM mendapat respons.
“Kukira di dm bakalan direspon,” ujarnya.
Setelah itu, ia menuliskan:
“EH TUNGGU RAME DULU,” tulis @Syauqina.
Pegawai tersebut kembali menyatakan kesediaannya untuk menebus kesalahan yang telah dilakukan.
“Apapun mba aku tebus kesalahanku,” ujarnya.
Pesan tersebut kemudian dibalas nasabah dengan deretan emoji.
“heheheheh,” balas @Syauqina.
Setelah kasus tersebut ramai diperbincangkan, pegawai yang disebut dalam unggahan itu kembali menghubungi nasabah untuk meminta maaf sekaligus meminta unggahan tersebut dihapus.
Sementara itu, akun Threads @syauqinamaghfirah dan @rasantiputrim kini terpantau dalam kondisi privat dan tidak aktif.