BANJARMASINPOST.CO.ID - Madura United FC mencatatkan hasil kurang bagus pada Liga 1atau Super League musim 2025-2026 lalu.
Tim yang menggunakan dua homebase (markas), yaitu Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan di Pamekasan dan Stadion Gelora Bangkalan di Bangkalan itu, finish di papan bawah.
Laskar Sape Kerrab, julukan mereka, berada di peringkat 14 dari 18 klub peserta kasta tertinggi sepak bola Indonesia tersebut.
Dari 34 laga, Madura United hanya mampu sembilan kali merebut kemenangan, delapan kali bermain imbang dan 17 kali tumbang.
Baca juga: Madura United Rilis Jersey Jelang Uji Coba Vs Barito Putera, Ada 3 Mantan Laskar Antasari di Liga 1
Pencapaian buruk itu, hanya berjarak dua tingkat dari degradasi, membuat manajemen tim mengganti pelatih Carlos Parreira asal Brasil pada Maret 2026.
Sempat ditangani caretaker Rakhmad Basuki selama lebih kurang dua bulan, hingga akhirnya datang Jose Manuel Gomes da Silva atau Ze Gomes pada 9 Juni 2026.
Sejauh ini, pelatih asal Portugal itu telah memimpin Madura United dalam dua pertandingan uji coba resmi.
Hasilnya, mereka kalah 0-2 lawan Java United (sebelumnya bernama Malut United) di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta, Sabtu (22/8/2026).
Namun kemudian menang 3-1 atas Borneo FC Samarinda di tempat yang sama, Rabu (26/8/2026).
Dua kali menghadapi tim setara, akhir pekan ini Madura United justru menjajal tim dari kasta di bawah mereka.
PS Barito Putera adalah tim peringkat ketiga wilayah Timur pada Liga 2 Pegadaian Championship 2025-2026.
Tim berjulukan Laskar Antasari ini sempat cukup lama di puncak klasemen sementara, sebelum akhirnya digusur PSS Sleman dan Persipura Jayapura.
Kini, skuat yang bermarkas di Stadion 17 Mei Banjarmasin dan Stadion Demang Lehman, Martapura, Kabupaten Banjar, sebagai alternatif itu, bersiap dalam wujud berbeda.
Pelatih Stefano Cugurra atau Teco dan beberapa pemain musim lalu, telah pergi.
Gantinya, Hendri Susilo datang bersama penggawa berbeda yang sesuai dengan filosofi permainannya.
Dia ditarget membawa kembali Barito Putera ke Super League.
Secara head to head pelatih, Hendri Susilo dan Ze Gomes belum pernah adu taktik.
Laga uji coba Sabtu (29/8/2026) besok akan jadi pertemuan pertama keduanya.
Ze Gomes mengusung identitas permainan baru pada Madura United dengan fokus utama pada penguasaan bola (ball possession) dan intensitas tinggi.
Dia mengutamakan kontrol permainan melalui aliran bola yang dominan di atas lapangan.
Hal itu menuntut para pemain untuk aktif dan agresif baik saat melakukan tekanan (menyerang) maupun ketika meredam serangan lawan (bertahan).
Sedangkan Hendri Susilo sering gunakan skema 4-3-3 Defending.
Berdasarkan rekam jejak kepelatihannya di kompetisi domestik, taktik utamanya berfokus pada keseimbangan pertahanan kokoh dan skema transisi yang cepat.
Formula itu membawa Malut United menyodok ke papan atas Super League musim lalu.
Laskar Kie Raha di posisi keenam klasemen akhir 2025-2026.
Menariknya, musim lalu Hendri Susilo dua kali kalahkan Madura United.
Pada 19 September 2025 (Pekan ke-6): Malut United 4-1 Madura United (Stadion Gelora Kie Raha, Ternate).
Kemudian pada 3 Maret 2026 (Pekan ke-24): Madura United 1-2 Malut United (Dua gol penentu dicetak David da Silva).
Menarik dinanti, apakah pada uji tanding Sabtu (29/8/2026), taktik Hendri Susilo masih ampuh kalahkan Madura United yang tampil dengan kekuatan baru.
(Banjarmasinpost.co.id/Mulyadi Danu Saputra)