10 Rumah Tak Layak Huni di Bengkulu Selatan Mulai Dibedah, Tiap Rumah Dapat Rp20 Juta
Rita Lismini August 28, 2026 06:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Sebanyak 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Bengkulu Selatan mulai dikerjakan melalui program bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan.

Program tersebut direalisasikan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Bengkulu Selatan dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD.

Kepala Dinas Perkim Bengkulu Selatan, Teddy Setiawan, mengatakan bantuan RTLH pada tahap ini diberikan kepada 10 unit rumah.

Pengiriman material tahap pertama untuk pembangunan rumah penerima bantuan juga telah selesai dilakukan. Saat ini, pengerjaan fisik di sejumlah lokasi penerima bantuan mulai dilaksanakan.

“Pengiriman barang tahap pertama sudah selesai dan kini sedang dalam tahap pengerjaan,” ujar Teddy kepada TribunBengkulu.com, Jumat (28/8/2026).

Setiap Unit Dapatkan Bantuan Rp 20 Juta

Teddy menjelaskan, setiap unit rumah penerima bantuan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp20 juta.

Anggaran tersebut terdiri dari Rp2,5 juta untuk biaya tukang dan Rp17,5 juta untuk memenuhi kebutuhan material pembangunan atau perbaikan rumah.

Adapun 10 lokasi penerima bantuan tersebar di Ganjuah, Palak Siring, Talang Padang, Selali, Muara Payang, Pino Baru, Kota Manna, Padang Siring, Suka Maju, dan Kota Agung.

Menurut Teddy, penentuan penerima bantuan dilakukan melalui proses pendataan yang melibatkan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa.

Masyarakat yang memiliki rumah dengan kondisi tidak layak huni terlebih dahulu didata oleh pemerintah desa dan kecamatan. Data tersebut kemudian disampaikan kepada Dinas Perkim untuk dilakukan verifikasi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.

“Mulai dari kecamatan dan kepala desa ikut berpartisipasi dalam mendata masyarakat yang memiliki rumah belum layak. Data itu kemudian diserahkan kepada pihak Perkim berdasarkan kriteria yang ada,” ungkap Teddy.

Teddy menuturkan, data hasil pendataan dan verifikasi tersebut tidak hanya digunakan untuk program tahun ini. Data tersebut juga akan menjadi bahan bagi pemerintah daerah dalam menyusun usulan program bantuan RTLH pada tahun berikutnya.

Ia menegaskan, program perbaikan RTLH merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hunian sekaligus memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi masyarakat.

“Ini juga menjadi bagian dari program strategis Presiden untuk memberikan hunian yang layak bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Dengan mulai dikerjakannya 10 unit RTLH tersebut, Pemkab Bengkulu Selatan berharap bantuan yang diberikan dapat membantu penerima dalam memperbaiki kondisi rumah sehingga menjadi hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman untuk ditempati.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.