Usut Dugaan Pencemaran Limbah Industri di Situ Bahar, DLHK Depok Gandeng Tiga Instansi  
Hironimus Rama August 28, 2026 09:29 PM

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy 

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CILODONG - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok mengambil langkah lintas wilayah untuk menanggulangi dugaan pencemaran limbah industri yang berdampak pada ekosistem Situ Bahar.

Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni menyebut, ​pencemaran air di Situ Bahar tidak dapat diselesaikan oleh satu daerah saja karena alirannya membentang melewati batas administratif antar wilayah.

​"Untuk Situ Bahar, seperti sering saya sampaikan bahwa terkait dengan wilayah badan air, itu tidak bisa ditangani hanya oleh satu wilayah saja," ujar Reni, Jumat (28/8/2026). 

Baca juga: Bertahun-tahun Tercemar, Kondisi Terkini Situ Bahar Depok Penuh Sampah dan Bau Busuk Menyengat 

​Bagian hulu aliran sungai berada di wilayah Kabupaten Bogor, sedangkan bagian tengahnya melintasi Kota Depok persis di area Situ Bahar.

​Langkah awal yang ditempuh Pemkot Depok adalah menindaklanjuti surat komunikasi guna mengajak Pemkab Bogor menginventarisasi potensi sumber pencemar di sepanjang aliran Kali Jantung.

​Selain menjalin koordinasi dengan daerah tetangga, DLHK Depok juga menyurati Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memfasilitasi penanganan lintas kabupaten dan kota tersebut.

​Upaya penanganan ini turut melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup serta Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) selaku pemegang kewenangan pengelolaan situ.

​Guna mengatasi pendangkalan yang kian parah, DLHK berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kota Depok agar pengerukan sedimen di Situ Bahar dapat segera direalisasikan.

​Kondisi musim kemarau saat ini membuat volume air situ menyusut drastis, sehingga konsentrasi limbah dan penumpukan sedimentasi terlihat sangat mendominasi.

​Meskipun pengujian laboratorium terbaru belum dilakukan, perubahan fisik air yang berubah warna dan berbau menyengat menjadi bukti kuat terjadinya pencemaran.

​"Tapi kalau sekarang kami tidak melakukan pengujian, tapi kami pastikan bahwa memang itu sudah tercemar," tegasnya. 

​Fenomena puluhan ikan mati massal beberapa hari lalu diduga kuat dipicu oleh aksi pembuangan limbah industri secara langsung tanpa proses pengolahan atau sistem bypass saat hujan turun.

​Berdasarkan hasil inventarisasi di area Depok, buangan limbah yang terdeteksi sejauh ini baru bersumber dari aktivitas pemukiman atau limbah domestik.

​"Nah, kalau kemarin hasil inventarisasi kami, kalau yang masuk di wilayah Depok itu hanya dari domestik, nah yang khawatirnya adalah yang dari industri," tutup Reni.

Situ Bahar Tercemar

Sebelumnya, pencemaran limbah menjadi momok menahun di Situ Bahar, Kampung Sida Mukti, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.

Kondisi terkini, penampungan air seluas 1,2 hektare itu dipenuhi berbagai limbah domestik, bahkan ada dugaan limbah pabrik masuk.

Kondisi air di Situ Bahar Depok berwarna hijau kehitaman pekat, dengan bau busuk yang sangat menyengat.

Sampah berbagai jenis, seperti plastik, botol bekas minuman, hingga perkakas rusak menumpuk di atas air.

Warga setempat, Yanto (46) menjelaskan, kondisi pencemaran air di Situ Bahar sudah berlangsung sangat lama dan bertahun-tahun.

“Sudah lama (tercemar), dari tahun-tahun lalu sudah begitu,” kata Yanto saat ditemui di lokasi, Jumat (28/8/2026).

Limbah tampak mengambang di permukaan air, menimbulkan bau menyengat yang menempel di tangan saat tersentuh air.

“Dulu volume limbah tidak sepadat saat ini, sekarang limbah yang masuk jauh lebih parah dan langsung membuat ikan mati,” ungkapnya.

Yanto berharap, ada penanganan serius dari pihak terkait agar situ kembali bersih, asri, dan ekosistem ikannya pulih seperti dulu.

Sementara itu, Relawan Situ Bahar Karoline (45) menduga, limbah yang mencemari air berasal dari sampah warga dan limbah pabrik.

Imbas pencemaran Situ Bahar, bau menyengat dirasakan warga dan sumur di sekitaran lokasi terdampak.

“Kalau datang limbah pabrik itu kan baunya menyengat ya,” kata Karoline.

Karoline berharap, pencemaran yang sudah berlangsung bertahun-tahun itu segera ditangani dengan serius. (m38)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.