Kemenkes Bakal Beri Layanan Kesehatan Mental, Bantu Pulihkan Trauma Korban Gempa NTT
GH News August 29, 2026 06:08 AM
Jakarta -

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono berbicara soal risiko dampak psikologis pada korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Dante menegaskan masalah psikologis korban bencana menjadi salah satu prioritas penanganan.

Namun, untuk saat ini tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan lebih berfokus dulu terhadap kesehatan fisik dan penyelamatan nyawa.

"Itu (trauma psikis) itu juga menjadi bagian terintegrasi dalam penanganan pasien-pasien gempa di daerah pengungsian. Ada contoh, misal dari beberapa universitas mengirimkan relawannya ke sana untuk membantu secara psikis," ungkap Dante dalam acara temu media di Kantor Kemenkes, Jumat (28/8/2026).

"Nanti kita dalam dua minggu pertama ini kita masalah fisiknya dulu, yang terkendala dan hampir wafat kalau tidak ditangani cepat, itu harus kita tangani dulu," sambungnya.

Kemudian sambil berjalan, khususnya pada pekan ketiga setelah bencana, aspek kesehatan mental dan beban traumatik akan menjadi fokus utama lanjutan.

Meski masih berfokus pada kesehatan fisik dan penyelamatan nyawa, Dante menuturkan pemulihan secara mental korban pengungsian sudah mulai berjalan secara berkala. Khususnya pada anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan.

Ini dilakukan dengan mengirimkan tenaga cadangan kesehatan (TCK) yang melakukan pendekatan fisik dan mental, serta berkoordinasi dengan lintas kementerian.

"Jadi ini kita bekerja sama dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk kesehatan anak, remaja, serta wanita, dan sebagainya," ungkap Dante.

"Nanti, kesehatan mental pasti akan kita lakukan. Sekarang juga sudah mulai terjun kesehatan mental, sudah kita dekati. Mungkin minggu ketiga baru kita mulai masuk kesehatan mental," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.