Gaya Lantang dan Keberanian Anik Sriningsih, Istri Botok AMPB di Depan Pimpinan DPR 
Theresia Felisiani August 29, 2026 07:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabupaten Pati panen sorotan publik setelah sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) ikut dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Dalam aksi tersebut, AMPB menyuarakan tuntutan terkait pemberantasan korupsi, termasuk mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset hingga hukum mati koruptor.

Kehadiran kelompok masyarakat asal Pati dalam aksi di tingkat nasional ini membuat nama Kabupaten Pati naik daun.

Begitu juga dengan kiprah pasangan suami istri (pasutri) Supriyono atau Botok dan Anik Sriningsih yang tergabung dalam AMPB. 

Aksi dan keberanian keduanya saat berorasi hingga bertemu pimpinan DPR RI tersorot kamera.

Baca juga: Sosok Botok dari Pati dan Kasno dari Depok di Demo 27 Agustus

Pati sendiri merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki wilayah cukup luas dan berada di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Kabupaten ini memiliki 21 kecamatan, 401 desa, dan 5 kelurahan dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 1,3 juta jiwa.

Selain memiliki karakteristik wilayah dan pemerintahan yang menarik, Pati juga dikenal dengan beragam kuliner khas seperti nasi gandul dan bandeng presto Juwana.

 

Keberanian Anik Sriningsih Hadapi Pimpinan DPR, Vokal Minta Koruptor Dihukum Mati

Di media sosial viral video yang memperlihatkan seorang ibu berhijab berorasi dan mengeluh di depan para pimpinan DPR RI di Gedung Parlemen saat aksi demonstrasi, Kamis, (27/8/2026).

Dia bernama Anik Sriningsih dan menjadi salah satu aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang menyampaikan tuntutan kepada DPR.

“Saya jauh-jauh datang dari Pati ke sini dengan dua tuntutan, Pak. Satu, perampasan aset koruptor. Dua, hukum mati koruptor,” katanya dengan tegas.

Lewat pernyataan dalam bahasa Indonesia yang bercampur dengan bahasa Jawa, dia membandingkan hukuman koruptor dengan hukuman pengedar narkoba.

“Kenapa pengedar narkoba langsung dihukum mati, Pak? Kenapa koruptor tidak dihukum mati, Pak?” tanya Anik kepada Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.  

ORASI - (Kanan) Anik Sriningsih, aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, berorasi dan mengeluh di depan para pimpinan DPR RI di Gedung Parlemen saat aksi demonstrasi, Kamis, (27/8/2026).
ORASI - (Kanan) Anik Sriningsih, aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, berorasi dan mengeluh di depan para pimpinan DPR RI di Gedung Parlemen saat aksi demonstrasi, Kamis, (27/8/2026). (Tribunnews.com/Tribun Jateng dan Kompas)

Anik mengaku tidak percaya terhadap penanganan kasus korupsi jika koruptor hanya dirampas asetnya. Dia tegas meminta koruptor dihukum mati.

“Kalian ini ingin rakyat sejahtera apa tidak? Kalau ingin, hukum mati koruptornya,” ucap Anik yang kemudian mendapat tepuk tangan.

Kemudian, dia membandingkan hukuman yang diterima koruptor dengan nasib seorang pencuri di Bali yang tewas dianiaya massa hingga kasusnya sempat viral.

“Orang yang mencuri ayam di Bali itu dipukuli. Hanya merugikan satu orang. Koruptor merugikan bangsa. Bagaimana jika dipukuli oleh seluruh bangsa? Kalau tidak, dihukum mati. Mau tidak, Pak?” ujarnya.

 

Sosok Anik Sriningsih

Anik Sriningsih berasal dari Kabupaten Pati. 

Kepada anggota DPR, Anik mengaku sebagai seorang ibu rumah tangga.

Perempuan itu adalah istri Supriyono atau Botok, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu yang ikut serta dalam aksi di Gedung DPR.

Dia dikenal sering menyampaikan aspirasi antikorupsi dalam sejumlah aksi. 

Di samping itu, dia aktif mengawal isu-isu kebijakan daerah.

 

Peran Anik Sriningsih saat Jadi Tameng Suaminya Botok

Anik Sriningsih juga dikenal dengan sosok tegas yang tak pernah absen mendampingi dan membela suaminya, Botok.

Meski seorang istri, Anik Sriningsih tak hanya berada di balik layar.

Anik Sriningsih kerap terlihat mendampingi aksi sosial dan penyampaian aspirasi masyarakat yang dipimpin suaminya.

Dia punya kepribadian yang pemberani, vokal dan tak ragu pasang badan ketika menyuarakan hak-hak warga atau membela suaminya saat menghadapi penolakan dan dinamika di lapangan.

Kehadirannya yang energik, gaya bicaranya yang ceplas ceplos saat mengawal aksi Pati Bersatu seringkali terekam kamera warga lalu viral di sejumlah media sosial.

MENANGIS - Anik Sriningsih (berkerudung), Presidium Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) sekaligus istri dari Supriyono alias Botok, dihibur seorang rekannya ketika menangis di tengah Konferensi Pers yang digelar oleh AMPB di depan Kantor Bupati Pati, Selasa (20/1/2026).
MENANGIS - Anik Sriningsih (berkerudung), Presidium Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) sekaligus istri dari Supriyono alias Botok, dihibur seorang rekannya ketika menangis di tengah Konferensi Pers yang digelar oleh AMPB di depan Kantor Bupati Pati, Selasa (20/1/2026). (HO/IST/TRIBUN JATENG)

 

Anik Sriningsih Curhat Pernah Jadi Korban Pemerasan

Dalam aksi demonstrasi bulan kemarin, Anik mengaku pernah menjadi korban pemerasan oleh oknum jaksa.

"Saya ke sini mencari keadilan. Saya sendiri mengalami pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa dari Kejaksaan Negeri Pati. Di saat itu suami saya kena masalah, saya dimintai uang sebesar Rp50 juta oleh seorang jaksa," ujar Anik saat berunjuk rasa bersama AMPB di Kejari Pati, Rabu, (29/7/2026), dikutip dari Tribun Jateng.

Adapun suami Anik atau Botok pernah terkena masalah yang berkaitan dengan pilkades pada tahun 2021.

Menurut Anik, jaksa itu meminta sejumlah uang kepadanya untuk memuluskan proses hukum dan agar tuntutan terhadap Botok tidak terlalu berat.

Anik mengklaim pungutan liar itu sudah ada sejak perkara suaminya diproses di tingkat kepolisian.

Kata Anik, sebelum dimintai uang oleh pihak kejaksaan, dia sempat mendatangi kantor kepolisian untuk mengurus penangguhan penahanan suaminya.

"Di sana saya ditanya bawa uang berapa. Katanya saya perlu sediakan Rp150 juta. Rp75 juta untuk jaksa dan Rp75 juta untuk hakim. Itu sebelum prosesnya sampai Kejaksaan. Sebelum jaksa minta uang Rp50 juta," katanya.

Baca juga: Tangis Anik Istri Botok Pecah di Aksi AMPB, Tuntut Bebaskan Suami Usai OTT Bupati Pati Sudewo

Dia menyebut akhirnya menyerahkan uang Rp100 juta untuk penangguhan penahanan dan Rp50 juta yang diserahkan kepada pihak oknum jaksa.

Namun, Anik mengaku dibohongi karena hukuman suaminya ternyata tidak diringankan sesuai dengan kesepakatan awal.

Anik mengatakan tidak memiliki bukti tentang dugaan pemerasan itu lantaran saat itu dia adalah korban yang terdesak dan awam hukum. Meski demikian, dia bersumpah telah menjadi korban pemerasan.

 

Tuntut Botok Dibebaskan

Anik dan suaminya kerap mengkritik kepemimpinan Bupati Sudewo yang dianggap bermasalah oleh sebagian warga.

Botok mulanya adalah pendukung Sudewo. Namun, dia kemudian berbalik menentang Sudewo.

Suami Anik itu pernah ditahan oleh Polda Jawa Tengah akibat aksi pemblokiran Jalur Pantura Pati-Rembang pada Oktober 2025. 

Anik dan kawan-kawannya kemudian menggelar aksi di depan Kantor Bupati Pati, kawasan Alun-Alun Pati, Selasa siang (20/1/2026). Mereka menuntut Botok dibebaskan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.