BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Wilayah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) masih menghadapi dampak serius dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
Kabut asap akibat karhutla menyelimuti sejumlah titik di ibu kota provinsi Kalsel ini pada Sabtu (29/8/2026) pagi,
Salah satu titik terparah yaitu di kawasan Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Lianganggang, Kota Banjarbaru.
Pantauan Bpost, kawasan jalan akses Banjarbaru-Tanahlaut ini tertutup oleh kabut asap tebal dan menyebabkan jarak pandang pengendara terbatas dan hanya hitungan meter.
Baca juga: Duka Petani Banjar Kalsel saat Kemarau Panjang dan Karhutla, Pertanian Terancam Gagal Panen
Untuk mencegah hal-hal tak diinginkan, pengendara sepeda motor maupun mobil harus menurunkan kecepatannya dan menyalakan lampu utama.
Salah seorang warga disana, Abdul, mengatakan bahwa kabut asap dampak dari karhutla ini belakangan hampir setiap hari dirasakan.
Menurutnya, kabut tebal biasanya terjadi pada dini hari dan pagi hari, dan akan semakin menipis ketika menjelang siang.
“Setiap hari kabut, mulainya subuh-subuh biasanya,” katanya.
Selain di kawasan Pengayuan Lianganggang, kabut asap tebal juga terpantau menyelimuti kawasan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Trikora Banjarbaru.
Baca juga: Tangani Karhutla di Lahan Gambut Akses Masuk Bandara, Polda Kalsel Gunakan Metode Pipa Suntik
Bahkan, kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru tidak luput dari serangan kabut asap dampak dari karhutla yang hampit setiap hari terjadi di Banjarbaru belakangan ini.
Sementara itu belum ada informasi terkait dampak kabut asap ini terhadap aktivitas penerbangan di bandara. (Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)