Warga Pejompongan Jadi Korban Salah Tangkap, Dipukuli dan Dipaksa Ngaku Jadi Provokator Demo
Laksmi Anindita August 29, 2026 10:44 AM

TRIBUNWOW.COM - Warga Pejompongan, Fathur, mengaku menjadi korban salah tangkap saat kericuhan demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Ia mengaku tidak terlibat dalam aksi demonstrasi tersebut.

Fathur mengaku mengalami intimidasi dan dipaksa mengakui dirinya sebagai provokator saat diamankan aparat.

Ia juga mengaku mengalami kekerasan selama proses tersebut.

Fathur berharap kejadian yang dialaminya dapat ditelusuri agar tidak kembali terjadi terhadap warga lain yang berada di sekitar lokasi kericuhan.

Menurut pengakuannya, dirinya berada di kawasan Pejompongan ketika kericuhan terjadi setelah aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI.

Baca juga: Demo Ricuh DPR Berujung 45 Tersangka, Ada Pendana dan Perekrut Massa

Fathur menegaskan bahwa dirinya merupakan warga setempat dan tidak mengikuti demonstrasi.

Namun, ia mengaku tetap dibawa dari kawasan permukiman.

Ia juga mengaku diminta mengakui keterlibatan sebagai provokator meski telah menjelaskan bahwa dirinya tidak mengikuti aksi demonstrasi.

Fathur berharap pihak terkait dapat menelusuri kejadian tersebut dan memastikan proses pengamanan terhadap warga dilakukan sesuai prosedur.

Pengakuan Fathur mengenai dirinya sebagai korban salah tangkap masih merupakan keterangan dari pihak yang bersangkutan dan perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.