Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Kegiatan Car Free Night (CFN) Atmo dan Car Free Day (CFD) ditutup, Sabtu (29/8/2026).
Tutupnya dua kegiatan yang tengah digandrungi warga Palembang, Sumatera Selatan ini karena kondisi kualitas udara di Kota Palembang yang belum stabil akibat kabut asap.
Dengan adanya penutupan CFN Atmo dan CFD tersebut, maka jalan yang menjadi tempat digelarnya kegiatan, dibuka seperti biasa.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara yang saat ini masih belum menunjukkan perbaikan secara konsisten.
"Kalau kualitas udara trennya belum stabil, saya minta sementara tidak dilaksanakan dulu untuk CFN maupun CFD. Sampai nanti akan dievaluasi lebih lanjut,” kata Ratu Dewa, Sabtu (29/8/2026)
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palembang, Isnaini Madani, mengatakan penutupan sementara dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk kabut asap.
"CFN dan CFD ditutup sementara karena kondisi kita masih kabut asap. Kita juga susah kalau mengimbau masyarakat harus pakai masker, padahal itu juga arena olahraga,” ujarnya.
Baca juga: Dari Hobi Lebaran Jadi Cuan, Kisah Desna Membangun Usaha Kue Khas Palembang Umi Syarifah
Menurut Isnaini, penggunaan masker di tengah aktivitas olahraga juga sulit dipastikan secara menyeluruh. Karena itu, Pemkot Palembang memilih mengambil langkah pencegahan untuk menghindari dampak yang tidak diinginkan.
“Walaupun kita sudah ingatkan mereka pakai masker sekarang juga, siapa yang bisa memastikan mereka pakai masker? Jadi untuk menghindari hal-hal yang bisa berakibat tidak diinginkan, maka sementara kita tutup,” katanya.
Penutupan tersebut berlaku untuk kegiatan CFN Atmo pada Sabtu (29/8/2026) malam dan CFD pada Minggu (30/8/2026).
Pemkot Palembang akan kembali mengevaluasi kondisi kualitas udara pada pekan depan.
"Kalau misalnya sudah membaik kondisi kabut asapnya, CFN sama CFD kita buka kembali,” kata Isnaini.
Dengan ditutupnya sementara kegiatan CFN Atmo dan CFD, arus lalu lintas di ruas jalan yang biasanya digunakan untuk kegiatan tersebut akan kembali dibuka seperti biasa.
Isnaini juga meminta pengertian dari para pelaku UMKM, komunitas, serta pihak-pihak yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan CFN Atmo dan CFD.
"Mohon permaklumannya untuk UMKM dan juga bagi pencipta CFN ATMO. Minggu depan baru kita lihat lagi perkembangannya. Kita berdoa supaya kabut asap ini segera usai dan Tuhan menurunkan hujan sebagai rahmat bagi kita,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Paguyuban CFN Atmo, Rio Saputra, mengatakan pihaknya telah menyampaikan informasi mengenai penutupan sementara tersebut kepada anggota paguyuban, pelaku UMKM, komunitas, dan pihak terkait lainnya.
"Dengan mempertimbangkan berbagai masukan dari pihak-pihak terkait serta melihat kondisi pelaksanaan kegiatan CFN Atmo yang dinilai masih belum optimal, maka setelah berdiskusi bersama Kadinpar Kota Palembang, diputuskan bahwa kegiatan CFN Atmo ditutup sementara,” ujarnya.
Rio menambahkan, penutupan sementara berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Evaluasi akan dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan kesiapan serta kondisi kualitas udara dan pelaksanaan kegiatan.