Ternyata Fatur Pelajar yang Babak Belur Dikeroyok saat Kericuhan Pejompongan Seorang Penghafal Quran
Musahadah August 29, 2026 04:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Faturohman(18), warga Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, yang menjadi korban penganiayaan sekelompok orang imbas demo di gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026) malam, ternyata seorang penghafal Al Quran atau Hafidz.

Hal ini diungkap Ahmad Fahmi, guru sekolah Faturohman di MA Jamiat Kheir saat ditemui di kediaman korban di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).

Menurut Ahmad Fahmi muridnya itu merupakan sosok yang berprestasi.

Karenanya, ia membantah jika Fatur disebut sebagai massa perusuh hingga akhirnya dikeroyok oleh kelompok tak dikenal.

"Dia ini warga sini, bukan perusuh," kata Fahmi. 

Baca juga: Detik-detik Faturohman Babak Belur Diamuk Perusuh Demo di DPR, Ditarik dari Gang Dituduh Provokator

Di mata sang guru, Fatur dikenal sebagai sosok berprestasi yang taat beragama.

Fahmi menegaskan bahwa anak didiknya tersebut merupakan seorang qari dan hafiz (penghafal) Al-Quran yang kerap menorehkan prestasi di berbagai perlombaan.

"Saya cuma pengin kasih tahu murid saya ini dia qori, sering ikut lomba dan sering juara," ujar Fahmi.

"Dulu MTs-nya di pondok pesantren. Dia qori, seorang hafiz Quran, suaranya bagus. Dia memang enggak pernah ikut-ikutan hal seperti ini. Anak saya ini soleh banget, penurut banget," sambungnya.

Saat ini Fatur masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Fatur memang sempat pulang ke rumahnya di kawasan Pejompongan pada Jumat (28/8/2026) siang.

Namun, ia kembali dibawa ke rumah sakit pada Jumat malam usai dijenguk oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Sekolahnya Terganggu

Saat ini pihak keluarga dan sekolah mengkhawatirkan pendidilkan Fatur. 

Fahmi mengatakan, saat ini Fatur seharusnya tengah fokus mempersiapkan rangkaian ujian akhir sekolah, termasuk TKA.

Namun, akibat penganiayaan yang dialaminya, sejumlah agenda pendidikan Fatur terpaksa tertunda.

"Anak ini kan sudah kelas 12 dan harusnya fokus persiapan ujian, termasuk Tes Kemampuan Akademik (TKA)," ujar Fahmi.

"Karena luka-luka akibat penganiayaan ini, agendanya jadi tertunda. Kami ingin ada kejelasan dan jaminan atas keberlangsungan pendidikannya," imbuhnya.

Menurut Fahmi, pihak keluarga telah menerima musibah yang menimpa Fatur.

Meski demikian, keluarga tetap mempertanyakan konsekuensi yang harus ditanggung korban, khususnya terkait masa depan pendidikannya.

Namun, mereka tidak tahu ke mana harus menuntut.

"Kalau masalah ingin damai atau enggaknya, kita sebenarnya terhadap hal ini udah ikhlas. Ada enggak nih timbal balik dari si yang pihak di sana itu terhadap pendidikan Fatur," tuturnya.

Selain mengkhawatirkan pendidikan Fatur, Fahmi menyesalkan masuknya sekelompok orang tidak dikenal ke gang permukiman warga di kawasan Bendungan Hilir yang kemudian berujung pada penyerangan terhadap Fatur.

"Sebenarnya kan yang jadi masalah, kenapa aparat membiarkan orang tidak dikenal bisa masuk ke gang?" tanya Fahmi.

Untuk mendapatkan kepastian hukum sekaligus mendukung proses pemulihan Fatur, pihak keluarga bersama sekolah telah mendatangi Polsek Tanah Abang untuk mengurus surat pengantar visum.

Saat ini, keluarga masih menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Tarakan untuk melengkapi laporan resmi kepada kepolisian.

"Kami sudah ke Polsek Tanah Abang untuk minta surat pengantar visum sesuai arahan dokter. Nah, ini kita tinggal nunggu hasil visumnya. Kalau hasilnya sudah keluar, nanti kita kembali lagi ke polsek buat melengkapi laporan," lanjut Fahmi.

Meski kondisi kesehatan Fatur mendapat perhatian medis, termasuk setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta agar Fatur mendapat perawatan di Rumah Sakit Tarakan, Fahmi menegaskan bahwa pemulihan fisik dan mental serta kepastian pendidikan Fatur tetap menjadi perhatian utama keluarga.

Fatur Babak Belur Dikeroyok 

Seperti diketahui, demo yang awalnya dilakukan massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) itu awalnya berlangsung damai.

Bahkan perwakilan AMPB sempat beraudiensi dengan pimpinan DPR terkait dengan pengesahan RUU Perampasan Aset.

Baca juga: Sosok Bambang Warga Pejompongan yang Tewas Diamuk Perusuh Usai Demo Ricuh di DPR, Pelaku Terekam

Setelah DPR berjanji akan mengesahkan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026, massa AMPB lalu membubarkan diri.

Hal ini justru memicu kerusuhan sekelompok orang di sekitar gedung DPR RI. 

Massa masuk ke kawasan Pejompangan yang jaraknya 2-3 km dari gedung DPR. 

Saat kericuhan terjadi di Jalan Pejompongan Raya, Fatur mengatakan sedang berada di dalam gang rumah.

Tak lama kemudian, sejumlah orang yang terlibat dalam kericuhan masuk ke area tersebut.

"Setelah itu mendorong saya sampai jatuh, (mereka) masuk ke sini dan menarik saya. Narik saya," ungkap Fatur saat ditemui Kompas.com, Jumat (28/8/2026).

Fatur mengaku sempat menjelaskan ia merupakan warga setempat. Namun, sekelompok orang tersebut tetap membawanya keluar dari gang.

"Ya sudah saya ngomong ini saya warga sini. Dia enggak percaya, ya sudah saya dibawa ke luar," kata Fatur.

Setelah ditarik keluar dari gang, Fatur mengaku langsung dipukuli oleh sejumlah orang yang berada di lokasi.

"Langsung narik ke luar, dan langsung disamperin sama teman-temannya digebugin saya," ujar dia.

Dipaksa Mengaku Provokator

Fatur kemudian dibawa ke kawasan DPR.

Di lokasi tersebut, ia mengaku mendapat intimidasi dan dipaksa mengakui sebagai provokator dalam kericuhan.

Ia juga mengaku mengalami kekerasan fisik berupa pemukulan di beberapa bagian tubuhnya.

"Ada pemaksaan. Ada (pemukulan) di bagian dada, terus punggung, kepala," ujar dia.

Selain dipukul menggunakan tangan kosong, Fatur menyebut dia juga dipukul menggunakan benda tipis yang disebutnya menyerupai pisau atau penggaris.

Sementara itu, Fahmi, guru sekolah Fatur, membenarkan posisi anak didiknya saat kejadian berada di dalam gang rumah, bukan di area jalan utama.

"Padahal posisi anaknya ini dari gang rumah, bukan pinggir jalan ya. Gang dalam rumah ini, silakan dilihatin aja gang dalam rumah bukan pinggir jalan. Ditarik, diseret ke depan, digebugin, ditendang," ucap Fahmi dalam kesempatan yang sama, Jumat.

Fahmi juga menjelaskan sejumlah luka yang dialami Fatur akibat kejadian tersebut.

Menurut dia, Fatur mengalami luka pada bagian kepala, wajah, mata, mulut, punggung, hingga dada.

"Boleh silakan (dilihat) biar lebih jelas ada di bagian kepala. Dan dia giginya, kasih lihat tuh, patah dua," tambah dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.