Boikot Tak Menyurutkan Langkah Ridho Datang ke JIS Demi Dukung Langsung Persija
Dwi Setiawan August 29, 2026 10:30 PM

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah keputusan sebagian suporter The Jakmania untuk melakukan boikot, warna oranye dan merah tetap terlihat memenuhi Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (29/8/2026).

Ribuan pendukung Persija Jakarta tetap memilih datang untuk menyaksikan langsung rangkaian launching tim Macan Kemayoran yang dipersiapkan menghadapi Super League 2026/2027.

Di antara kerumunan tersebut, ada Ridho, Jakmania asal Meruya yang datang seorang diri.

Tanpa rombongan, ia tetap melangkahkan kaki menuju Stadion dengan mengenakan atribut kebanggaan Persija.

Begitu tiba di area JIS, Ridho tak melewatkan kesempatan mengabadikan suasana.

Kamera ponselnya menjadi saksi kehadirannya di tengah momen yang cukup berbeda bagi Persija dan para pendukungnya.

Bagi Ridho, keputusan untuk tetap datang bukan berarti mengabaikan kondisi yang sedang terjadi di kalangan suporter.

Ia memahami adanya berbagai pertimbangan yang membuat sebagian Jakmania memilih tidak hadir.

"Kalau boikot itu susah juga ya. Apalagi dari Jakmania, kalau harga naik mungkin ekonomi saat ini lagi sulit, jadi mungkin beberapa orang tidak bisa," ujar Ridho kepada Tribunnews, Sabtu (29/8/2026).

BERI DUKUNGAN LANGSUNG - Suporter setia Persija, Ridho datang seorang diri ke Jakarta International Stadium guna menyaksikan tim launching Persija dan laga uji coba kontra Brisbane Roar, Sabtu (29/8/2026). Tribunnews/Abdul Majid (Tribunnews.com/Abdul Majid)

Ia sendiri memilih tetap membeli tiket secara daring.

Harga Rp150 ribu dinilai masih sepadan dengan pengalaman menyaksikan langsung Persija di stadion.

"Saya beli yang  Rp 150 ribu, harga segitu buat saya masih worth it. Kan di Korwil enggak ada tiket, jadi saya cari di online saja, masih ada," ungkapnya.

Namun, kehadirannya di JIS bukan semata-mata untuk menikmati kemeriahan launching.

Ridho juga ingin melihat secara langsung seperti apa wajah baru Persija setelah memasuki era Shin Tae-yong.

Di atas kertas, materi pemain yang dimiliki Persija membuatnya optimistis tim bisa bersaing di papan atas.

Bahkan, posisi lima besar menjadi target yang cukup realistis menurutnya.

"Kalau lihat dari materinya harusnya bisa di lima besar. Tapi kalau dilihat dari pelatih, Shin Tae-yong kayaknya Persija masih butuh proses, sulit untuk juara di musim ini,” nilai Ridho.

Keraguan tersebut bukan tanpa alasan.

Ridho melihat Shin Tae-yong sebagai pelatih yang membutuhkan waktu untuk membangun tim sesuai dengan karakter dan keinginannya.

“Karena kalau Shin Tae-yong yang kita tahu, dia pelatih yang berproses. Waktu di timnas kan seperti itu,” ujarnya.

Pandangan itu membuat Ridho tidak memasang target terlalu tinggi untuk musim pertama Persija bersama Shin Tae-yong.

Baginya, membangun sebuah tim bukan pekerjaan semalam.

Tetapi untuk laga uji coba menghadapi Brisbane Roar, keyakinannya justru lebih besar.

Ridho memprediksi Persija mampu mengamankan kemenangan 2-0.

Ia bahkan sudah memiliki bayangan siapa yang akan membuka keran gol Macan Kemayoran.

"Prediksi 2-0. Yang golin Jeremy, striker baru Persija,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.