Laporan Wartawan TribunJatim.com, Willy Abraham
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Karnaval mobil hias akhirnya bisa kembali dirasakan warga Kabupaten Gresik pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Karnaval tersebut sempat vakum sejak tahun 2019 silam.
Baca juga: Madiun Menari 2026, 5.000 Warga Bergerak Bersama dalam 1 Irama Tari Beksan Parisuko di PSC
Ruas jalan di Gresik menyambut parade mobil hias dari Pemkab Gresik menuju Pendopo Kabupaten Gresik pada Sabtu, 29 Agustus 2026, pukul 14.30 WIB.
Mengambil tema Gresik Carnival Merdeka, pada tahun ini diikuti sebanyak 71 barisan dari 46 unsur.
Karnaval hari ini menampilkan mobil hias dan mobil klasik maupun becak, ada pula vespa dan sepatu roda.
Semuanya menghibur warga di akhir pekan ini, tanpa suara sound yang memekikkan telinga.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif turut menjadi bagian dari karnaval.
Keduanya menaiki mobil hias bertema Nogo Giri dan mengikuti perjalanan, mengenakan baju khas Gresik berwarna putih, dipadukan sarung dan peci hitam.
Fandi Akhmad Yani mengatakan, karnaval merupakan bagian dari perayaan kemerdekaan sekaligus ruang bagi masyarakat untuk merawat kebersamaan dan menampilkan kreativitas.
Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui seremoni, tetapi juga melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
"Yang paling penting, mari kita jadikan Gresik Merdeka Carnival ini bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang untuk menampilkan kreativitas, seni, dan budaya Gresik, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat dan UMKM kita masyarakat Kabupaten Gresik," ujar pria yang akrab disapa Gus Yani ini.
Tak hanya menghadirkan aneka mobil hias dan barisan peserta, Gresik Merdeka Carnival 2026 juga menjadi panggung bagi kekayaan seni budaya daerah.
Salah satunya melalui pertunjukan Pencak Macan, salah satu Warisan Budaya Tak benda (WBTb) asal Gresik.
Pencak Macan merupakan kesenian tradisional yang lekat dengan kehidupan masyarakat Gresik.
Pertunjukannya menghadirkan karakter macan, monyet, serta sosok pembawa obor dalam sebuah sajian yang sarat simbol dan nilai-nilai kehidupan.
Kehadirannya dalam karnaval menjadi bagian dari upaya menghadirkan budaya lokal di tengah perayaan kemerdekaan yang melibatkan masyarakat secara luas.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik, Saifudin Ghozali mengatakan, Gresik Merdeka Carnival 2026 dirancang tidak hanya sebagai perayaan kemerdekaan, tetapi juga sebagai panggung bagi kreativitas seni dan budaya lokal.
"Tahun ini Gresik Merdeka Carnival diikuti 71 barisan dari 46 unsur, dengan 24 mobil hias, 9 kendaraan operasional, serta berbagai komunitas," katanya.
Rangkaian kegiatan juga diperluas dengan berbagai agenda pendukung.
Di antaranya pasar murah yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan di kawasan Gedung Nasional Indonesia (GNI) dan Alun-Alun Gresik.
Atraksi seni dan budaya turut hadir untuk melengkapi suasana perayaan.
Sementara itu, ratusan pelaku UMKM dilibatkan melalui bazar yang tersebar di sejumlah titik, mulai dari kawasan Pemkab Gresik, depan BPPKAD, area WEP, Pudak Galeri, hingga Alun-Alun Gresik.