Ledakan Akibat Tabung Gas Bocor di Bekasi, Ayah dan Anak Meninggal
Wisnoe Moerti August 30, 2026 01:30 AM

Liputan6.com, Jakarta - Ledakan yang diduga akibat kebocoran gas terjadi di Kampung Pulo Kapuk, RT 01/RW 05, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Insiden tersebut menyebabkan enam orang dalam satu keluarga mengalami luka bakar.

Dari enam korban, dua orang meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis di RSUD Kabupaten Bekasi. Keduanya adalah Deni Setiawan (36) dan anaknya, Raihan Alfarizky (7).

Keluarga korban, Tami (55), mengatakan kejadian berlangsung sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, ibu korban bernama Enah sedang memasak dan menghangatkan nasi.

Diduga terjadi kebocoran gas, Enah meminta bantuan menantunya untuk memperbaiki atau mengganti tabung gas tersebut.

"Katanya itu gas ada yang bocor. Dia minta tolong sama menantunya, minta dibenerin," kata Tami saat ditemui di lokasi kejadian, Sabtu (29/8/2026). Seperti dilansir Antara.

Tak lama setelah itu, terdengar suara ledakan dari rumah korban. Tami yang tinggal di sebelah rumah korban mengaku mendengar suara ledakan tersebut.

"Satu kali meledak. Pokoknya meledak gitu kedengarannya," ujarnya.

Menurut Tami, enam orang menjadi korban dalam insiden tersebut. Dua di antaranya mengalami luka bakar parah hingga akhirnya meninggal dunia.

 

Api Menyambar Saat Tabung Gas Diperbaiki

Satgas Kesehatan Desa Mekarmukti, Suta (41) menceritakan, anak korban datang meminta pertolongan. Saat tiba di lokasi, sejumlah korban sudah berada di depan rumah dengan kondisi mengalami luka bakar.

"Awalnya kejadiannya sekitar jam 4 pagi. Saya tahu dari anaknya si Aisah. Anak itu ke rumah saya, 'Bu, minta tolong. Ini kebakaran, ibu saya sudah luka'," tutur Suta.

Enam korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit. Tiga korban dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi, sementara tiga lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Sentra Medika.

 

Suta menyebut dua korban yang meninggal dunia mengalami luka bakar sangat parah dengan luas lebih dari 90 persen.

"Dua korban yang meninggal itu luka bakarnya di atas 90 persen, sudah full, kayaknya sudah 100 persen," ujarnya.

 

Empat Korban Masih Dirawat

Sementara itu, empat korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Enah dirawat di ruang ICU RSUD Kabupaten Bekasi karena mengalami luka bakar sekitar 90 persen.

Kemudian Amelya Putri menjalani perawatan di ruang rawat setelah mengalami luka bakar pada bagian kaki dan tangan dengan luas di bawah 50 persen.

Dua korban lainnya, Buyin dan Aisah (15), dirawat di Rumah Sakit Sentra Medika. Aisah mengalami luka bakar pada kedua kakinya.

Suta mengatakan kondisi Enah belum dapat dipastikan karena masih menjalani perawatan di ruang ICU dan belum diperbolehkan menerima kunjungan.

"Kalau kondisinya kritis atau tidak kami belum tahu karena memang tidak boleh dijenguk, karena di ICU. Tapi awal masuk kondisi luka bakarnya sudah lumayan 90 persen," ucapnya.

Saat ini, insiden ledakan yang menyebabkan ayah dan anak meninggal dunia tersebut masih dalam penanganan Polsek Cikarang Utara dan Polres Metro Bekasi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.