Sepanjang karier profesionalnya yang berlangsung dua dekade, Diego Forlan bermain di delapan negara di tiga benua dan tampil hingga semifinal Piala Dunia, dalam perjalanan menuju raihan lebih dari 100 caps internasional.
Dari perjalanan panjang itu, ada banyak momen puncak dalam kariernya, tetapi bagi mantan pemain Manchester United tersebut, final Liga Europa 2010 tetap menjadi salah satu yang paling menonjol.
Penyerang itu menjadi bagian penting dalam kemenangan Atletico Madrid 2-1 atas Fulham setelah perpanjangan waktu di Hamburg pada malam tersebut. Ia mencetak kedua gol timnya, termasuk gol penentu pada menit ke-116 yang mengakhiri kisah dongeng The Cottagers menuju final Eropa pertama mereka.
"Malam itu di Hamburg adalah salah satu yang terbaik dalam karier saya," kata Forlan kepada FourFourTwo. "Sebuah final impian. Bukan semata-mata karena pertandingannya luar biasa, melainkan karena alurnya."
Perjalanan luar biasa Fulham menuju final, yang terjadi hanya pada kampanye Eropa kedua mereka sepanjang sejarah, dimulai dengan lolos dari grup yang berisi Roma, CSKA Moskwa, dan Basel, sebelum kemudian menyingkirkan Shakhtar Donetsk, Juventus, Wolfsburg, dan Hamburg di fase gugur.
"Fulham datang sebagai tim nonunggulan, tetapi mereka benar-benar membuat hidup kami sulit," lanjut Forlan. "Saya mencetak gol setelah setengah jam, Simon Davies menyamakan kedudukan, dan final pun berlanjut ke perpanjangan waktu."
Saat waktu terus menipis, adu penalti mulai terlihat tak terelakkan. Namun, Forlan muncul pada saat yang paling menentukan dengan memaksimalkan peluang yang datang kepadanya di penghujung babak kedua perpanjangan waktu.
"Ketika semuanya tampak mengarah ke adu penalti, Sergio Aguero berjuang merebut bola di sisi lapangan dan melihat saya di jantung kotak penalti," lanjutnya. "Saya berhasil menyentuhnya dengan ujung sepatu untuk menghadirkan gelar bagi Atletico."
Reaksi Forlan atas gol tersebut sama spontaninya dengan penyelesaiannya.
"Saya melepas kaus dan menjatuhkan diri ke rumput seolah-olah itu kolam renang," kenangnya.
Bagi Forlan, arti penting gol itu melampaui sekadar menambah satu trofi lagi ke daftar kehormatan Atletico.
"Gol itu terasa seperti kejayaan, karena juga menandai titik balik bagi sebuah klub yang mulai merasa penting lagi," yakinnya.
"Ibu kota Spanyol, kota yang terbiasa melihat Real Madrid merayakan gelar, berubah menjadi merah-putih, dan ribuan suporter berkumpul di Plaza de Neptuno dalam pertunjukan kebanggaan yang luar biasa."