TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Berikut jumah titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera, termasuk Jambi, dan Pulau Kalimantan pada Minggu (30/8/2026) pagi.
Berdasarkan pantauan menggunakan satelit NOAA-20 melalui laman SiPongi Kementerian Kehutanan pada pukul 09.00 WIB, hotspot di sejumlah provinsi di Kalimantan tercatat jauh lebih banyak dibandingkan wilayah Sumatera.
Data hotspot yang digunakan memiliki tingkat konfidensi medium.
Di Pulau Sumatera, hotspot terdeteksi sebanyak tidak sampai seribu titik berdasarkan data lima provinsi yang tersedia. Sementara di Kalimantan, jumlahnya lebih dari 4.000 titik dari lima provinsi.
Kondisi tersebut menempatkan Kalimantan sebagai wilayah dengan konsentrasi hotspot jauh lebih tinggi pada pantauan pagi ini.
Jambi Terdeteksi 20 Hotspot
Di Pulau Sumatera, Sumatera Selatan yang menjadi provinsi dengan hotspot terbanyak di Sumatera, yakni 424 titik. Khusus Sumatera Selatan, terdapat dua hotspot dengan tingkat konfidensi high.
Selain Jambi dan Sumatera Selatan, hotspot terpantau di Lampung sebanyak 27 titik dan Riau sebanyak 22 titik.
Kemudian Jambi tercatat memiliki 20 titik panas pada pantauan Minggu pagi.
Dengan demikian, Jambi menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terendah kedua di antara empat provinsi Sumatera yang tercantum dalam data pantauan tersebut.
Berikut sebaran hotspot di Sumatera:
Kalimantan Ribuan Hotspot
Situasi berbeda terlihat di Pulau Kalimantan. Jumlah hotspot yang terpantau mencapai ribuan titik.
Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan hotspot terbanyak, yakni 2.108 titik.
Kemudian Kalimantan Tengah tercatat memiliki 1.685 titik panas.
Sementara itu, Kalimantan Timur terdeteksi 146 titik, Kalimantan Selatan 100 titik, dan Kalimantan Utara 26 titik.
Berikut rinciannya:
Jika dibandingkan dengan total hotspot lima provinsi di Sumatera yang tercantum dalam data, jumlah hotspot di lima provinsi Kalimantan tersebut lebih dari delapan kali lipat.
Hotspot Bukan Otomatis Titik Kebakaran
Tribuners, perlu diketahui, data hotspot dari satelit merupakan bagian dari sistem deteksi dini kebakaran hutan dan lahan.
Karena itu, setiap indikasi hotspot perlu ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan atau ground check untuk memastikan kondisi sebenarnya. (Tribun Jambi)
Baca juga: Taman Nasional Berbak Sembilang Tanjabtim Kebakaran, Gambut Dalam Hangus
Baca juga: 79 Personel Polda Jambi Mutasi: 9 Kapolsek, 11 Kasat, 1 Wakapolres, Ada Kompol H Siregar
Baca juga: Jambi Top 7, Kebakaran di Cempaka Putih Hanguskan 19 Rumah