TRIBUNJAMBI.COM — Peristiwa kebakaran hebat menerpa permukiman padat penduduk di kawasan Cempaka Putih, RT 23, Kota Jambi pada Sabtu (29/8/2026). Musibah ini hanguskan 19 rumah yang dihuni oleh 20 Kepala Keluarga (KK).
Pemerintah Kota Jambi bersama jajaran terkait bergerak cepat turun ke lokasi peninjauan untuk menyalurkan bantuan tanggap darurat.
Peninjauan lapangan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi Maulana, bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Aljosha Hazrin, didampingi pimpinan OPD seperti Dinas Damkar, Dinas Sosial, Dinas Perkim, serta jajaran camat, lurah, Ketua Forum RT, hingga personel terkait.
Maulana menyampaikan penjelasannya terkait kondisi musibah di lokasi peninjauan:
"Ya sore hari ini saya bersama wakil walikota didampingi kepala dinas damkar, dinas sosial, dinas perkim, seluruh OPD, camat, lurah, dan ketua forum RT, para ketua RT, dan masyarakat sekitar hadir bersilaturahmi dengan warga kami yang mendapatkan musibah ini."
"Ini dari beberapa bulan terakhir adalah musibah yang terbanyak dari jumlah rumah yang mengalami kebakaran yaitu 19 rumah. Karena kawasan RT 23 Cempaka Putih ini cukup padat penduduknya, kemudian akses masuk mobil pemadam kebakaran juga relatif sulit. Saya sudah melihat langsung ke lokasi 19 rumah dengan 20 KK yang mendapatkan musibah kebakaran."
Dalam peninjauan tersebut, pemerintah memastikan seluruh kebutuhan penanganan darurat warga terdampak terpenuhi secara maksimal.
"Kami ingin memastikan semua proses tanggap darurat bisa berjalan dengan baik. Hadir juga Baznas, tadi kami membantu tanggap darurat dari bahan pokok, jaminan pangan, tenda karena ini jumlahnya cukup banyak dan fasilitas untuk tanggap darurat."
"Kemudian dari provinsi juga tadi Pak Gubernur sudah mengutus dinas sosial akan memberikan bantuan juga."
"Insya Allah semaksimal mungkin kita berikan jaminan tanggap darurat karena jumlahnya cukup banyak. Khusus untuk anak-anak sekolahnya, kita fasilitas juga seragam dan lain-lain kebutuhan sekolah."
Di samping penyaluran bantuan dasar, imbauan kewaspadaan juga ditegaskan mengingat kondisi cuaca kemarau yang berpotensi memicu bahaya kebakaran.
"Kepada warga Kota Jambi, kita tahu saat ini sedang musim kemarau yang cukup panjang, suhu juga meningkat, maka berhati-hati untuk mengawasi rumahnya masing-masing. Kelistrikan, dapur, kalau mau meninggalkan rumah agar dicabut ya colokan-colokan listrik, api di dapur harus dipadamkan."
"Mudah-mudahan saudara-saudara kita yang mendapatkan musibah 20 KK ini cukup banyak, mudah-mudahan diberi ketabahan dan kami berupaya secara maksimal untuk memberikan dukungan tanggap darurat."
Baca juga: Kebakaran di Cempaka Putih Jambi, Api Lahap 19 Rumah, 59 Jiwa Terdampak
Baca juga: 79 Personel Polda Jambi Mutasi: 9 Kapolsek, 11 Kasat, 1 Wakapolres, Ada Kompol H Siregar
Proses pemulihan dan pemenuhan bantuan logistik bagi korban kebakaran di Cempaka Putih terus disalurkan secara terpadu oleh Pemerintah Kota Jambi bersama instansi lintas sektor.
Sabtu (29/8/2026) siang, kawasan Cempaka Putih, Kota Jambi, riuh.
Kepulan asap membubung tinggi di sekitar kawasan permukiman warga di RT 23, Jalan Kana III, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung.
Api pertama kali terlihat dari bagian plafon salah satu rumah warga sebelum kemudian membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandi, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 13.51 WIB.
Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba dengan waktu respons sekitar 12 menit.
"Api pertama kali terlihat dari plafon rumah," kata Mustari.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api semakin meluas.
Terhambat Kawasan Padat
Proses pemadaman cukup sulit karena lokasi berada di kawasan permukiman yang padat.
Bangunan rumah yang berdempetan membuat api lebih mudah merambat.
Selain itu, akses menuju lokasi juga sangat sempit. Kondisi angin yang cukup kencang turut mempercepat penyebaran api.
Banyaknya warga yang datang untuk melihat kejadian juga menjadi kendala bagi petugas saat melakukan pemadaman.
Damkartan Kota Jambi mengerahkan 60 personel dan 12 unit armada pemadam untuk menangani kebakaran tersebut.
Sebanyak 95.000 liter air digunakan selama proses pemadaman yang berlangsung sekitar tiga jam 15 menit.
Akibat kebakaran tersebut, sebanyak 19 rumah terdampak.
Sebanyak 20 kepala keluarga atau 59 jiwa turut kehilangan tempat tinggal dampak peristiwa tersebut.
Meski sejumlah rumah mengalami kerusakan akibat kebakaran, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui dan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Sebelumnya, beredar dugaan bahwa kebakaran dipicu korsleting listrik hingga kebocoran gas.
Seorang warga di sekitar lokasi menyebut api diduga bermula dari salah satu rumah sebelum dengan cepat merambat ke bangunan lainnya.
"Diduga penyebab awalnya karena adanya konsleting kelistrikan di satu rumah. Apinya cepat sekali membesar dan langsung merembet," ujar seorang warga di lokasi kejadian, Sabtu (29/8/2026).
Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai penyebab kebakaran.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas Damkartan Kota Jambi melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang dapat memicu kebakaran kembali.
Warga yang berada di sekitar lokasi sebelumnya sempat panik dan berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dievakuasi.
Sebagian warga juga membantu petugas dalam proses pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.
Baca juga: Wabup Katamso Buka Pelti Cup 2026 Tanjab Barat, Tekankan Sportivitas dan Peningkatan Prestasi Atlet
Baca juga: 79 Personel Polda Jambi Mutasi: 9 Kapolsek, 11 Kasat, 1 Wakapolres, Ada Kompol H Siregar
Baca juga: Prakiraan Cuaca Jambi 30 Agustus 2026, Tebo Bungo Sungai Penuh Potensi Hujan