TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Kesibukan mengurus rumah tangga tak menghalangi kaum ibu di Kabupaten Batang untuk tetap berkesenian, sebanyak 19 tim rebana yang mayoritas beranggotakan perempuan usia 30 hingga 40 tahun tampil dalam lomba seni rebana tingkat Kabupaten Batang yang menjadi bagian dari rangkaian Wonotunggal Expo 2026.
Berlokasi di RTH Alun - alun Wonotunggal, para peserta bergantian memainkan alat musik rebana sembari melantunkan syair - syair pujian kepada Rasulullah.
Penampilan mereka dinilai oleh para juri dari aspek vokal, permainan rebana, hingga kekompakan tim.
Satu di antaranya juri, Ahmad Zaenuri, mengatakan lomba rebana khusus kaum ibu memberikan ruang bagi perempuan untuk tetap menunjukkan kemampuan berkesenian di tengah aktivitas mereka mengurus keluarga.
“Sangat positif, karena selama ini kita hanya menyaksikan perlombaan seni rebana yang didominasi kaum pria.
Tentu saja ada sedikit perbedaan, namun tidak mengurangi keindahan dari seni rebana itu sendiri,” kata Ahmad kepada Tribunjateng, Minggu (30/8/2026).
Menurutnya, kemampuan para peserta yang tampil dalam kompetisi tersebut cukup menonjol.
Bahkan, ia menilai kemampuan vokal maupun permainan rebana kaum ibu mampu bersaing dalam sebuah perlombaan seni hadroh.
Baca juga: Mantan Kades di Banyumas Diduga Bawa Kabur Rp100 Juta, Janjikan Anak Korban Jadi PNS Lapas
“Kami acungi jempol kemampuan peserta, tapi akan lebih baik lagi jika ada keberlanjutan setelah perlombaan ini, dengan digelarnya event kejuaraan yang lebih besar,” ujarnya.
Ahmad menyebut, keterbatasan waktu karena tanggung jawab mengurus keluarga bukan menjadi penghalang bagi para ibu untuk mengembangkan kemampuan.
Kuncinya, menurut dia, terletak pada konsistensi peserta dalam berlatih dan membagi waktu.
“Tidak jauh beda antara rebana kaum pria maupun wanita, karena secara kemampuan vokal juga bisa bersaing,” tegasnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari peserta.
Satu di antaranya Kholifah, anggota tim Anida Pesalakan, Kecamatan Bandar.
Ia bersama rekan-rekannya kembali mengikuti lomba setelah tahun sebelumnya berhasil membawa pulang juara kedua dalam ajang serupa.
“Tahun lalu sudah ikut lomba di Wonotunggal Expo, Alhamdulillah juara dua. Semoga bisa bertahan karena saingan bagus-bagus,” ucap Kholifah.
Untuk menghadapi kompetisi tahun ini, timnya tidak datang tanpa persiapan. Mereka mengalokasikan waktu selama sekitar tiga bulan untuk berlatih sebelum kembali tampil di Wonotunggal Expo.
“Kami sangat mendukung sekali, apalagi ada lomba rebana, ini mendukung para emak-emak di Kabupaten Batang tetap berkesenian hadroh,” ungkapnya.
Aktivitas bermusik pun tetap mereka jalankan di luar kompetisi.
Tim Anida Pesalakan secara rutin berlatih dan sesekali mendapat permintaan tampil dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk acara hajatan di lingkungan tempat tinggal.
“Biasanya tampil waktu ada orang hajatan, dan bagi waktu untuk ngurus rumah juga bisa,” tutupnya. (Ito)