Laporan Wartawan TribunPriangan.com Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Polisi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan foto jasad bayi yang ditemukan dii Kampung Sukaluyu, Desa Ungkal, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang.
Jada bayi yang diduga berusia dua hari tersebut ditemukan warga pada Sabtu (29/8/2026) pukul 19.30 WIB. Saat ditemukan, kondisi tubuh bayi tersebut tak utuh.
Polisi menduga, bayi malang tersebut diduga sempat dimakan anjing.
"Kami mengimbau warga untuk untuk tidak menyebarkan foto jasad bayi, kami minta warga berempati," kata Kasi Humas Polres Sumedang AKP Awang Munggardijaya kepada Tribun Jabar.id, Minggu (30/8/2026).
Selain itu, Awang juga meminta warga tidak membuat asumsi liar yang dapat mengganggu proses penyelidikan.
Baca juga: Detik-detik Penemuan Jasad Bayi di Conggeang Sumedang yang Diduga Dimakan Anjing
"Kami juga meminta masyarakat tidak menyebarluaskan informasi liar, tetap menghormati martabat serta privasi.” katanya.
Ia mengatakan, bayi tak berdosa tersebut pertama kali ditemukan dua warga setempat yang tengah berada di sekitar lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Kedua warga tersebut melihat seekor anjing membawa sebuah benda.
Kemudian, kata Awang, kedua warga tersebut mengejar anjing dan mengambil benda yang dicurigai di halaman rumah kosong milik warga.
"Ketika diperiksa, mereka mendapati mayat bayi dalam kondisi dua tangan dan kaki kiri bayi tidak ditemukan. Diduga dimakan anjing," kata Kasi Humas Polres Sumedang AKP Awang Munggardijaya dikonfirmasi Tribun Jabar.id, Minggu (30/8/2026) pagi.
Setelah menemukan jasad bayi tersebut, kata Awang, ledua warga tesebut melaporan ke aparat pemerintah desa, lalu bersama-sama melaporkannya ke Mapolsek Conggeang.
Menurut Awang, berdasarkan hasil pemeriksaan oleh petugas kesehatan, bayi tersebut diperkirakan masih berumur dua hari.
"Jasad bayi tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umar Wirahadikusumah untuk diperiksa lebih lanjut," ucapnya.
Awang menuturkan, higga saat ini Polisi sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap orangtua dari bayi mungil tak berdosa itu, termasuk jenis kelamin dan penyebab kematiannya.
Awang menegaskan, pihaknya juga belum bisa menyimpulkan bayi tersebut diduga hasil dari aborsi yang sengaja di buang oleh orang tuanya.
"Masih kita selidiki. Kami juga meminta masyarakat untuk melaporkan jika memiliki informasi yang dapat membantu proses penyelidikan," ucapnya.(*)