Lewat Pentas Seni, Seniman Muda Bangka Barat Hidupkan Kembali Kisah Kain Cual Mentok
Asmadi Pandapotan Siregar August 30, 2026 03:40 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Suasana Gedung Majapahit, Peltim, Mentok, Bangka Barat, perlahan berubah gelap ketika lampu ruangan dipadamkan satu per satu.

Bisikan penonton yang sebelumnya terdengar ramai perlahan mereda. Sorot lampu hangat kemudian menerobos kegelapan dan jatuh ke atas panggung yang telah dipenuhi berbagai properti pertunjukan.

Para aktor dan aktris melangkah ke tengah tempat pertunjukkan dengan gestur tubuh yang sarat beban emosi. 

Setiap alunan dialog yang diucapkan bergema tajam ke seluruh penjuru ruangan, menyampaikan pesan dan kisah yang sedang diceritakan.

Tata cahaya berganti warna mengikuti suasana batin sang tokoh. Para penonton yang menyaksikan seakan terpaku ketika menyaksikan adegan demi adegan.

Pertunjukkan tari dari para penampil turut menambah suasana dramatis dalam Pentas Pertunjukkan Wastra Tafsir Perjalanan dan Asa Kain Cual malam itu, Sabtu (29/8/2026).

Ritme dan melodi iringin musik turut menjadi penambah gejolak emosional bagi para penonton yang melihat pertunjukkan.

Di akhir, salah seorang pemeran memberikan sehelai kain cual kepada perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Barat sebagai simbolis untuk dijaga, dirawat dan dilestarikan dengan baik.

Pertunjukkan yang disaksikan oleh banyak pasang mata tersebut diinisiasi oleh para seniman muda di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tak terkecuali dari Kabupaten Bangka Barat tersebut21.

PENTAS PERTUNJUKAN — Pentas pertunjukkan wastra berjudul Tafsir Perjalanan dan Asa Kain Cual, Sabtu (29/8/2026) malam di Gedung Majapahit, Peltim Mentok, Bangka Barat.
PENTAS PERTUNJUKAN — Pentas pertunjukkan wastra berjudul Tafsir Perjalanan dan Asa Kain Cual, Sabtu (29/8/2026) malam di Gedung Majapahit, Peltim Mentok, Bangka Barat. ((Bangkapos/Arya Bima Mahendra)/Arya Bima Mahendra)

Seni pertunjukkan yang mengangkat secara spesifik soal sejarah kain cual Mentok tersebut hadir berkat gagasan dari komunitas Pesona Wanka dan generasi seniman muda serta kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat.

Kain cual sengaja diambil sebagai gagasan utama dalam pertunjukkan tersebut dengan maksud untuk menggaungkan dan mengenalkan secara luas wastra khas masyarakat Bangka Belitung.

Demikian yang diungkapkan oleh Edip Cheese, Sutradara Pentas Pertunjukan Wastra Tafsir Perjalanan dan Asa Kain Cual.

“Kenapa cual, itu menjadi pertanyaan mendasar saya kenapa kain dari Bangka Belitung tidak bisa me-nasional atau mendunia seperti kain-kain dari daerah-daerah lain,” ucap Edip.

Oleh karena itu, pentas pertunjukkan tersebut digelar sebagai upaya untuk membangkitkan kain cual supaya bisa lebih dikenal lebih luas dan lebih jauh lagi.

Edip menyebut, kain cual adalah tanggung jawab bersama, baik Pemerintah Daerah, masyarakat dan elemen-elemen lainnya.

“Di akhir adegan pementasan, kita ngasih kain itu ke Pemerintah Daerah. Kain cual ini adalah bentuk tanggung jawab kita bersama untuk bagaimana kedepannya akan difungsikan seperti apa,” jelasnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya pertunjukkan ini, pemerintah daerah lebih sadar bahwa kain cual ini sangatlah penting sebagai wastra khas Bangka Belitung.

Apalagi Kota Mentok yang menurutnya memiliki karakter dan identitas yang erat dengan kain cual. Lanjut dia, dari hasil riset-riset sejarah sebelum pementasan yang dilakukan, pihaknya menemukan bahwa Mentok adalah yang pertama dalam melakukan teknik tenun kain cual.

Oleh karena itu, dirinya berharap supaya kedepannya pemerintah daerah dapat menjadi wadah atau platform untuk kain cual supaya bisa lebih baik lagi.

Lebih lanjut, tak hanya pemerintah daerah, pihaknya juga melibatkan generasi muda yang berasal dari Bangka Barat, termasuk siswa-siswi sekolah yang turut diberi peran serta dalam pertunjukan tersebut.

“Semua kalangan kita ajak, dari yang muda, anak kecil, dewasa, remaja, bahkan Ibu Magdalena sebagai penenun asli (kain cual di Mentok-red) juga kita ajak beliau dalam pertunjukkan kita,” imbuhnya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.