Muktamar ke-35 NU Ricuh, Massa Demonstrasi Merangsek Masuk ke GSG
Agus Tri Harsanto August 30, 2026 03:41 PM

TRIBUNBATAM.id - Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur memanas.

Kericuhan pecah di saat sidang Muktamar ke-35 NU berlangsung, Minggu (30/8/2026) sekira pukul 13.44 WIB.

Ratusan massa yang sebelumnya menggelar aksi demonstrasi di sekitar arena berusaha merangsek masuk ke dalam GSG. 

Buntutnya, pagar pembatas roboh.

Dari pantauan TribunJatim.com di lokasi, backdrop besar persis di depan GSG roboh. Aksi saling dorong hingga pukul-pukulan terjadi. 

Massa memprotes jalannya sidang pleno terkait pembahasan tata tertib pemilihan ketua umum dan Rais Aam PBNU. 

Mereka memprotes adanya klausul iddah politik untuk pencalonan. 

Sekadar diketahui, jarak antara lokasi sidang pleno dengan gerbang GSG berjarak sekitar 30 meter.

Belum diketahui dari mana asal massa tersebut. 

Namun, pengamatan reporter, massa melakukan aksi sejak terjadi hujan interupsi saat sidang pleno sebelum diskor untuk isoma. Sidang pleno rencananya dimulai lagi pada pukul 13.00 WIB. 

Protes tersebut dilayangkan karena massa menilai jalannya sidang pleno tidak sesuai dengan harapan mereka.

Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah klausul mengenai iddah politik dalam tata tertib pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Masa Iddah politik merupakan aturan tunggu bagi seorang yang kader yang sempat masuk dalam jabatan politik dan ingin mencalonkan diri sebagai ketua umum PBNU atau Rais Aam. Klausul ini sebelumnya tercantum dalam Perkum NU. 

Sebab, pucuk pimpinan di tubuh NU ini memang dilarang merangkap jabatan. 

Dari pantauan di lapangan, keributan ini terjadi di jembatan kali yang berada tak jauh dari lokasi Muktamar. Keributan terjadi pada saat sidang pleno diskors. 

Protes ini banyak dilayangkan oleh kader dan simpatisan NU.

Aksi saling dorong antara massa dengan tim keamanan sempat terjadi di tengah jembatan. 

Dari informasi di lokasi, massa meminta pimpinan sidang diganti dan memprotes adanya klausul tentang Iddah politik dalam tata tertib.

Berikut fakta-fakta mengenai dinamika Muktamar ke-35 NU di Jombang yang dirangkum TribunJatim.com, Minggu (30/8/2026):

1. Polemik masa iddah calon Ketum PBNU

Perdebatan mengenai masa iddah politik menjadi salah satu isu yang mencuat dalam sidang Muktamar ke-35 NU, yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Sejumlah peserta melayangkan interupsi terkait aturan tersebut.

Perdebatan kemudian membuat suasana sidang menjadi panas.

Polemik itu muncul di tengah pembahasan mengenai proses pencalonan Ketua Umum PBNU.

2. Sidang sempat diskors

Memanasnya perdebatan membuat sidang Muktamar ke-35 NU sempat dihentikan sementara.

Interupsi peserta muncul saat pembahasan masa iddah calon Ketua Umum PBNU berlangsung. Situasi tersebut membuat forum tidak dapat langsung melanjutkan pembahasan.

Sidang kemudian kembali dilanjutkan setelah situasi di dalam forum dapat dikendalikan.

3. Keributan pecah di luar area sidang

Ketegangan tidak hanya terjadi di ruang sidang.

Suasana di luar area Muktamar juga sempat memanas.

Sejumlah massa terlibat keributan hingga terjadi aksi saling dorong. Situasi tersebut berlangsung ketika proses Muktamar tengah memasuki tahapan penting.

Panitia kemudian berupaya mengatur massa dan kondisi di sekitar lokasi.

4. Mobil diminta mundur

Di tengah situasi yang memanas, panitia juga sempat meminta kendaraan yang berada di sekitar area forum untuk mundur.

Pengaturan tersebut dilakukan agar akses di sekitar lokasi tetap dapat digunakan dan kondisi tidak semakin padat.

Situasi di luar area sidang saat itu menjadi perhatian karena berbarengan dengan munculnya ketegangan antarmassa.

5. Massa menggelar demo di akses pemilihan Ketum PBNU

Massa kemudian menggelar demonstrasi di akses menuju lokasi pemilihan Ketua Umum PBNU.

Aksi tersebut disebut sebagai buntut tidak lolosnya Gus Yusuf dalam proses pencalonan.

Massa menyampaikan protes ketika tahapan pemilihan tengah berlangsung.

Demo tersebut menambah dinamika Muktamar yang sebelumnya sudah diwarnai perdebatan di dalam sidang dan keributan di luar forum.

6. Petugas gabungan dikerahkan

Ratusan petugas gabungan dikerahkan, dengan barisan Banser paling depan untuk menghalau massa masuk ke arena muktamar. 

Orator menyinggung soal ketidakpuasan kinerja panitia muktamar, buntut tidak lolosnya Gus Yusuf.

Suasana di gerbang Gedung Serbaguna, juga tampak sejumlah personel Banser dan Pagar Nusa mencegah massa aksi yang mau masuk ke area sidang pleno Muktamar Ke-35 NU. 

Di depan ruang sidang, tampak sejumlah personel banser berbaris menutup pintu masuk ruang sidang. 

Sekadar diketahui, jarak antara lokasi sdiang pleno dengan gerbang GSG berjarak sekitar 30 meter.

Belum diketahui dari mana asal massa tersebut. 

Namun, pengamatan reporter, massa melakukan aksi sejak terjadi hujan interupsi saat sidang pleno sebelum diskor untuk isoma.

Sidang pleno rencananya dimulai kembali pada pukul 13.00 WIB. 

Namun, hingga saat ini, belum ada tanda tanda sidang dimulai lagi.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.