WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) turut berpartisipasi dalam gelaran EduNation Festival dan Pekan Halal Indonesia 2026 yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, 28-30 Agustus 2026.
Direktur Promosi dan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMJ, Djoni Gunanto, mengatakan Keikutsertaan UMJ menjadi kesempatan bagi perguruan tinggi tersebut untuk memperkenalkan berbagai program pendidikan, pilihan fakultas dan program studi, jalur penerimaan mahasiswa baru, hingga peluang beasiswa kepada pelajar dan calon mahasiswa.
“UMJ hadir dalam acara tersebut untuk memperkenalkan berbagai program pendidikan, pilihan fakultas, jalur masuk, dan peluang beasiswa kepada masyarakat. Pengunjung dapat datang langsung ke booth UMJ untuk mencari informasi mengenai Beasiswa Jalur Tahfiz serta program beasiswa lainnya,” ungkap Djoni Gunanto di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Djoni menambahkan, bahwa UMJ memiliki program Beasiswa Tahfiz bagi calon mahasiswa yang memiliki kemampuan menghafal Al-Qur'an.
"UMJ memberikan kesempatan kepada sahabat muslim yang memiliki kemampuan tahfiz, baik di 5 Juz sampai 30 Juz untuk kuliah di Universitas Muhammadiyah Jakarta melalui program Beasiswa Tahfiz," ujarnya.
64 program studi
Djoni menyebutkan, UMJ saat ini memiliki 64 program studi (prodi) dengan sekitar 60 persen di antaranya telah berakreditasi Unggul.
"UMJ punya 64 prodi. Dari seluruh prodi, 60 persennya itu sudah berakreditasi Unggul, jadi yang kami kenalkan ke masyarakat adalah UMJ memiliki prodi dengan akreditasi Unggul," jelasnya.
Selain itu, dalam pameran ini UMJ juga memperkenalkan sejumlah program studi di bidang kesehatan yang dinilai banyak diminati, khususnya oleh calon mahasiswa dari pondok pesantren.
"Sekarang itu banyak calon mahasiswa dari pondok-pondok pesantren itu memilih prodi-prodi yang berbasis kesehatan. Nah, sehingga kita hari ini promosikan Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Ilmu Keperawatan, termasuk Fakultas Kedokteran," kata Djoni.
Beasiswa Tahfiz dirintis sejak 15 tahun lalu
Sementara itu, Wakil Rektor IV UMJ, Dr. Septa Candra, mengatakan program beasiswa bagi penghafal Al-Qur'an bukan program yang baru dijalankan UMJ.
Menurut Septa, gagasan Beasiswa Tahfiz telah dirintis UMJ sejak sekitar 15 tahun lalu. Pada tahap awal, beasiswa tersebut ditujukan bagi calon mahasiswa yang telah menghafal 30 juz.
"UMJ mulai merintis gagasan tersebut sekitar 15 tahun lalu. Pada tahap awal, program ini memberikan kesempatan kepada penghafal 30 juz untuk memperoleh beasiswa penuh. Idenya karena kita kampus Islam. Kita sangat mengapresiasi para penghafal Al-Qur'an," ujar Septa.
Seiring perkembangan program, persyaratan Beasiswa Jalur Tahfiz kini tidak hanya ditujukan bagi calon mahasiswa dengan hafalan 30 juz.
Septa mengatakan, calon mahasiswa dapat mengikuti jalur tersebut dengan jumlah hafalan tertentu sesuai klasifikasi beasiswa dan kuota penerima yang telah ditetapkan.
Untuk Fakultas Kedokteran, UMJ menerapkan persyaratan khusus berupa hafalan 30 juz. Calon penerima beasiswa juga harus melalui proses seleksi.
"Khusus Fakultas Kedokteran itu kita hanya menerima yang sudah hafal 30 Juz. Itu pun nanti akan diseleksi," ucapnya.
Program tersebut juga disertai pembinaan bagi penerima beasiswa. UMJ telah bekerja sama dengan Yayasan Akhyar Institute dalam pembinaan hafalan Al-Qur'an penerima Beasiswa Tahfiz.
"Kita sudah MOU di mana penerima Beasiswa Tahfiz Quran itu mereka akan dibina oleh orang-orang dari para Akhyar Institute ini di bawahnya Ustadz Adi Hidayat, yang nantinya mereka akan memperbaiki hafalan, memperkuat hafalan, dan juga memberikan metodologi penghafalan At-Taisir dari Ustadz Adi Hidayat itu," jelas Septa.
Lebih lanjut dikatakan, penerima beasiswa juga tetap mendapatkan evaluasi selama menjalani pendidikan. Hafalan penerima beasiswa 30 juz, misalnya, akan diuji kembali setiap tahun.
"Karena penerima beasiswa hafal sekolah 30 Juz ini tiap tahunnya dites lagi hafalannya. Jadi bukan hanya sekali tes masuk, habis itu sampai 4 tahun tidak. Setiap tahunnya akan dites lagi," ujarnya.
Hingga saat ini, program Beasiswa Jalur Tahfiz telah memberikan manfaat kepada banyak mahasiswa. Lebih dari 200 penerima dari beberapa angkatan disebut telah menyelesaikan pendidikan.
Septa berharap program tersebut dapat terus berjalan dan memberikan kesempatan bagi lebih banyak penghafal Al-Qur'an untuk menempuh pendidikan tinggi di UMJ.
"Beasiswanya terbuka untuk umum, dengan memenuhi syarat tadi itu: start dari 5 Juz untuk di luar Kedokteran dengan persentase, dan di Kedokteran khusus 30 Juz dengan kuota yang terbatas itu," ungkapnya.
Bekali mahasiswa dengan Catur Dharma
Selain program beasiswa, UMJ juga memperkenalkan pendekatan pendidikan yang menjadi bagian dari identitasnya sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah.
Djoni mengatakan, UMJ menerapkan Catur Dharma, yang salah satunya mencakup Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
"Catur Dharma yang salah satunya adalah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Jadi lulusan-lulusan kita itu dibekali ilmu-ilmu Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, dan paling tidaknya mereka punya hafalan di 30 surat," kata Djoni.
Hafalan tersebut menjadi salah satu prasyarat bagi mahasiswa sebelum menjalani sidang skripsi.
Selain pembekalan keislaman, UMJ juga memberikan pengalaman melalui program magang nasional dan internasional.
Djoni mengatakan sejumlah perusahaan dan mitra di luar negeri telah bekerja sama dengan UMJ.
Khusus bidang kesehatan, lulusan UMJ juga disebut telah diterima bekerja di sejumlah negara seperti Thailand, Hong Kong, dan Jepang.
"Sehingga lulusan-lulusan kita itu sebelum jadi lulusan, ada magang nasional, ada juga magang internasional," ujarnya.
Dengan keikutsertaan dalam EduNation Festival dan Pekan Halal Indonesia 2026, UMJ berharap masyarakat, khususnya pelajar dan calon mahasiswa, dapat memperoleh informasi secara langsung mengenai pilihan pendidikan, jalur penerimaan mahasiswa baru, serta berbagai program beasiswa yang tersedia.
"UMJ hadir dalam acara tersebut untuk memperkenalkan berbagai program pendidikan, pilihan fakultas, jalur masuk, dan peluang beasiswa kepada masyarakat. Pengunjung dapat datang langsung ke booth UMJ untuk mencari informasi mengenai Beasiswa Jalur Tahfiz serta program beasiswa lainnya," pungkas Djoni.