BP Tanjungpinang Tampil di Expo 2026 Batam, Kenalkan Potensi KPBPB dan Peluang Investasi
Septyan Mulia Rohman August 30, 2026 08:25 PM

BP Tanjungpinang Tampil di Expo 2026 Batam, Kenalkan Potensi KPBPB Tanjungpinang dan Peluang Investasi



TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG
- Badan Pengusahaan (BP) Tanjungpinang turut berpartisipasi dalam ajang bergengsi Indonesia Tourism & Trade Investment Expo 2026 yang digelar selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Agustus 2026 di Mega Mall Batam Center, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). 

Partisipasi ini menandai keikutsertaan BP Tanjungpinang dalam rangkaian peringatan 24 tahun penyelenggaraan pameran berskala nasional tersebut.
 
Kepala BP Tanjungpinang, Cokky Wijaya Saputra, S.H., M.H mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkenalkan secara luas potensi Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Tanjungpinang kepada para pengunjung, pelaku usaha, hingga calon investor yang hadir dari berbagai daerah maupun luar negeri.

BP Tanjungpinang (Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kota Tanjungpinang) adalah lembaga yang bertanggung jawab atas pengelolaan, pengembangan, dan investasi di wilayah Free Trade Zone (FTZ) atau Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas di bawah yurisdiksi Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. 

Lembaga ini beroperasi di bawah binaan Dewan Kawasan (DK) Bintan yang diketuai oleh Gubernur Kepulauan Riau, serta bersinergi langsung dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang. 

Fungsi dan Peran Utama

  • Menarik Investasi: Membuka peluang investasi bagi penanam modal asing (PMA) maupun penanam modal dalam negeri (PMDN) dengan fasilitas bebas pajak. [1, 2]
  • Pemberian Fasilitas FTZ: Mengelola pembebasan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk industri di dalam kawasan.
  • Pembangunan Infrastruktur: Menyediakan sarana umum pendukung bisnis, seperti pembangunan jalan kawasan dan fasilitas pelabuhan guna mendukung mobilitas logistik. [1, 2]

BP Tanjungpinang secara spesifik mengelola dua wilayah enclave utama di Kota Tanjungpinang, yaitu:

  • FTZ Senggarang: Difokuskan sebagai salah satu pusat pengembangan infrastruktur dan aktivitas ekonomi.
  • FTZ Dompak: Kawasan strategis terintegrasi yang mendukung pusat pemerintahan sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru. [, 2]

 "Keikutsertaan BP Tanjungpinang menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Tanjungpinang. Sekaligus memperluas jaringan dan membuka peluang kolaborasi serta investasi di berbagai sektor unggulan," sebut Cokky, Sabtu (29/8/2026).
 
Mengusung semangat "Towards a Successful Future for All Indonesian Entrepreneurs, Products and Creativity", kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi potensi daerah, mendorong masuknya investasi berkualitas. 

Serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan kreativitas di Provinsi Kepulauan Riau.
 
Melalui kehadiran di pameran ini, BP Tanjungpinang membuka ruang interaksi langsung dengan para pelaku usaha dan investor guna memaparkan keunggulan geografis, kemudahan perizinan, serta peluang pengembangan yang tersedia di kawasan KPBPB Tanjungpinang. 

Berbagai sektor unggulan ditampilkan, mulai dari pariwisata, perdagangan, jasa kemaritiman, hingga industri kreatif dan pengembangan sumber daya manusia.
 
Diharapkan, partisipasi ini tidak hanya memperkenalkan Tanjungpinang sebagai kawasan strategis yang berdaya saing. 

Tetapi juga melahirkan kerja sama yang saling menguntungkan, memperkuat perekonomian daerah, serta membawa dampak positif bagi masyarakat Kepri secara berkelanjutan. (TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.