Ironi Smartboard untuk SDN 07 Muara Kemumu Kepahiang, Tak Bisa Dibawa karena Jalan Rusak
Ricky Jenihansen August 30, 2026 09:53 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Bantuan smartboard untuk SD Negeri 07 Muara Kemumu, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, belum bisa digunakan di sekolah.

Perangkat tersebut telah diterima pihak sekolah, tetapi belum berani dibawa ke lokasi karena akses jalan yang rusak dan medan yang sulit dilalui.

Kondisi jalan menuju sekolah memang tidak mudah.

Dari foto yang diperoleh TribunBengkulu.com, akses menuju SDN 07 Muara Kemumu berupa jalan tanah dengan permukaan tidak rata.

Pada sejumlah bagian terlihat bebatuan, lubang, dan bekas aliran air yang membentuk cekungan pada badan jalan.

Jalur itu membelah kawasan yang ditumbuhi pepohonan dan semak di kedua sisinya.

Di bagian lain, jalan tanah terlihat menanjak dengan permukaan berbatu.

Sejumlah pengendara sepeda motor tampak melintasi jalur tersebut.

Kondisi inilah yang membuat pihak sekolah khawatir membawa smartboard hingga ke sekolah.

"Bantuan TV smartboard kami dapat, tapi tidak bisa kami bawa ke sini karena kondisi jalan rusak. Jadi takut rusak dan tidak ada yang berani," kata Kepala SD Negeri 07 Muara Kemumu, Sinar Kumala.

Papan Tulis Pernah Dipotong agar Bisa Diangkut

Kesulitan mengangkut smartboard bukan satu-satunya persoalan yang dialami SDN 07 Muara Kemumu.

Sinar mengatakan, sebelumnya pihak sekolah juga mengalami kesulitan ketika membawa papan tulis.

Ukuran papan tulis yang lebar membuatnya sulit diangkut melalui akses jalan menuju sekolah.

Papan tersebut akhirnya dipotong menjadi beberapa bagian agar bisa dibawa melewati medan tersebut.

"Kalau papan tulis itu sudah diperbaiki, karena barangnya lebar kami potong kecil-kecil agar bisa membawanya di jalan ekstrem itu. Sementara kursi dan meja sudah banyak yang rusak dan goyang," bebernya.

Persoalan akses tersebut juga berdampak langsung terhadap perjalanan siswa menuju sekolah.

Sinar, yang menjabat sebagai kepala sekolah sejak September 2022, mengatakan SDN 07 Muara Kemumu saat ini memiliki sekitar 30 siswa.

Saat musim hujan, kondisi jalan semakin sulit dilalui.

Anak-anak pun harus berjalan kaki menuju sekolah.

"Saya menjabat sebagai kepala sekolah SD 07 Muara Kemumu ini sudah empat tahun sejak September 2022. Jumlah siswa saya saat ini sekitar 30 orang," kata Sinar.

"Dengan kondisi jalan ke sekolah yang rusak jadi anak-anak harus jalan kaki, apalagi saat musim hujan," ungkapnya.

Dua Ruangan Tak Layak Digunakan

Persoalan yang dihadapi sekolah tidak berhenti pada akses jalan.

Kondisi sejumlah fasilitas di SDN 07 Muara Kemumu juga memprihatinkan.

Foto yang diperoleh TribunBengkulu.com memperlihatkan kondisi salah satu ruangan sekolah dengan meja dan kursi kayu.

Sejumlah meja dan kursi terlihat ditumpuk di bagian belakang ruangan.

Pada bagian plafon terlihat beberapa panel terbuka atau rusak.

Kondisi dinding ruangan juga tampak kusam.

Menurut Sinar, empat ruangan masih dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Sementara itu, dua ruangan lainnya sudah tidak layak digunakan.

Kerusakan di antaranya terdapat pada plafon dan kaca jendela.

"Ruangan yang bisa dipakai itu ada empat, namun ada dua ruang yang sudah tidak layak lagi. Plafonnya juga sudah bolong dan kacanya sudah ada yang pecah," jelas Sinar.

MBG Belum Diterima Siswa

Di tengah persoalan akses dan fasilitas tersebut, siswa SDN 07 Muara Kemumu juga belum menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, menurut Sinar, program tersebut masih dalam proses karena fasilitas pendukung sedang dibangun di sekitar sekolah.

"MBG kami belum dapat karena saat ini masih dalam proses pembangunan di samping sekolah," katanya.

Pihak sekolah kini berharap akses menuju SDN 07 Muara Kemumu mendapat perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait.

Sebab, jalan tersebut bukan hanya digunakan siswa dan tenaga pendidik menuju sekolah.

Jalur itu juga menjadi akses utama masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Harapan kami kepada pihak terkait agar akses jalan ini bisa dibangun karena selain pihak sekolah, masyarakat juga butuh akses jalan ini," pungkas Sinar.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.