Anak Netanyahu Dievakuasi Mendadak dari AS, Shin Bet Sebut Ada Ancaman Serius
Ansari Hasyim August 31, 2026 12:03 AM

 

SERAMBINEWS.COM - Yair Netanyahu, putra sulung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mendadak dievakuasi dari Amerika Serikat dan diterbangkan kembali ke Israel setelah muncul ancaman terhadap keselamatan jiwanya.

Badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, mengonfirmasi bahwa keputusan tersebut diambil setelah pihaknya menilai terdapat ancaman signifikan terhadap Yair Netanyahu.

Dalam pernyataan pada Sabtu malam, Shin Bet mengatakan ancaman tersebut cukup serius sehingga Yair harus segera meninggalkan Amerika Serikat bersama tim pengamannya dan kembali ke Israel.

Baca juga: Bangkai Kapal Altalena Picu Persaingan Netanyahu dan Ben-Gvir, Berebut Warisan Milisi Irgun

“Ada ancaman signifikan untuk melukai Yair Netanyahu. Berdasarkan ancaman tersebut dan setelah dilakukan penilaian, diputuskan untuk segera mengevakuasinya bersama tim pengamanan dan mengembalikannya ke Israel,” demikian pernyataan Shin Bet.

Namun, Shin Bet tidak menjelaskan dari mana ancaman tersebut berasal maupun siapa yang diduga berada di baliknya.

Disebut Jadi Target Rencana Pembunuhan Iran

Kepulangan mendadak Yair Netanyahu terjadi setelah laporan media Amerika Serikat mengungkap dugaan adanya rencana pembunuhan terhadap dirinya.

Newsmax sebelumnya melaporkan bahwa Yair diduga menjadi target rencana pembunuhan yang dikaitkan dengan Iran pada Desember tahun lalu ketika ia tinggal di Florida.

Menurut laporan tersebut, badan intelijen Israel memberi tahu otoritas Amerika Serikat setelah memperoleh informasi mengenai dugaan rencana tersebut.

Laporan itu kemudian mendapat perhatian lebih luas setelah Benjamin Netanyahu mengatakan kepada Channel 14 bahwa Iran pernah menargetkan salah satu putranya.

“Iran menargetkan salah satu putra saya. Iran mencoba membunuh salah satu putra saya,” kata Netanyahu, seperti dikutip dalam laporan tersebut.

Yair yang selama berada di Amerika Serikat selalu mendapat pengawalan tim keamanan Israel kemudian diperintahkan meninggalkan wilayah tempat tinggalnya.

Newsmax melaporkan, ia pergi tanpa membawa sejumlah barang pribadi dan langsung kembali ke Israel.

Bertahun-tahun Tinggal di Florida

Yair Netanyahu telah tinggal di Florida selama beberapa tahun sebelum akhirnya meninggalkan Amerika Serikat.

Kehidupannya di negeri tersebut beberapa kali menjadi sorotan di Israel, terutama karena gaya hidupnya yang disebut mewah serta pengamanan yang dibiayai negara.

Keputusan Yair tetap tinggal di Amerika Serikat setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 juga sempat memicu kritik di dalam negeri.

Sebagian warga Israel mempertanyakan keputusan tersebut karena pada saat yang sama ratusan ribu tentara cadangan Israel dipanggil untuk menjalani tugas militer.

Kritik tersebut pada dasarnya menyoroti kesenjangan antara kehidupan Yair di Amerika Serikat dengan kondisi warga Israel dan para tentara yang terlibat langsung dalam perang.

Aktif Menyerang Lawan Politik Ayahnya

Yair Netanyahu dikenal sebagai podcaster sekaligus aktivis sayap kanan yang cukup aktif di media sosial.

Ia kerap menyampaikan pandangan mengenai politik Israel dan tidak jarang menyerang lawan politik ayahnya, para pengkritik pemerintah maupun sejumlah jurnalis.

Aktivitasnya di media sosial membuat sosok Yair cukup dikenal dalam perdebatan politik Israel, meskipun selama beberapa tahun terakhir ia menjalani kehidupan di luar negeri.

Kini, kepulangannya ke Israel berlangsung dalam situasi berbeda.

Bukan karena agenda politik atau keluarga, melainkan karena apa yang disebut Shin Bet sebagai ancaman signifikan terhadap keselamatan dirinya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.