Jawaban GRIB Jaya Kenapa Hercules Turun Saat Kerusuhan Setelah Aksi Demo Depan Gedung DPR RI
Naufal Fauzy August 31, 2026 12:07 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Rosario de Marshall alias Hercules dari ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya yang turun ke lokasi kerusuhan setelah demo di sekitar Gedung DPR RI kemarin jadi sorotan.

Hal ini terjadi setelah sejumlah video di media sosial menunjukan dugaan adanya kelompok ormas GRIB Jaya yang bergerak saat itu.

Seperti video pergerakan rombongan ormas GRIB Jaya menggunakan truk bak terbuka.

Keterlibatan ormas GRIB Jaya pun disorot banyak pihak dalam kejadian kerusuhan yang terjadi.

Spekulasi bermunculan soal keterlibatan Hercules dan GRIB Jaya saat kerusuhan itu.

GRIB Jaya memberikan jawaban soal aktivitas mereka pada Kamis (27/8/2026) saat kerusuhan itu terjadi.

Kuasa hukum GRIB Jaya, Wilson Colling, mengatakan kehadiran Hercules di lokasi bukan untuk terlibat dalam kerusuhan.

Melainkan untuk mengimbau massa agar meninggalkan lokasi karena situasi dinilai sudah tidak kondusif.

"Ya, memang beliau (Hercules) turun. Tujuannya untuk mengimbau massa supaya meninggalkan lokasi karena situasi sudah tidak kondusif," kata Wilson.

Menurut Wilson, keputusan Hercules turun ke lokasi dilakukan ketika situasi pascademonstrasi mulai memanas.

Massa yang sebelumnya mengikuti aksi kemudian terlibat dalam situasi yang semakin tidak terkendali.

Dalam kondisi tersebut, Hercules disebut berupaya meminta massa untuk membubarkan diri dan meninggalkan kawasan sekitar DPR RI.

Wilson menegaskan, keberadaan Hercules di lokasi harus dilihat dalam konteks upaya meredakan situasi, bukan sebagai bagian dari kelompok yang melakukan tindakan anarkistis.

GRIB Jaya juga membantah anggapan bahwa Hercules turun untuk mengerahkan massa atau terlibat dalam aksi kekerasan yang terjadi setelah demonstrasi.

Wilson mengatakan, pihaknya memahami munculnya perhatian publik terhadap keberadaan Hercules.

Namun, ia meminta peristiwa tersebut dilihat berdasarkan tujuan kehadiran Hercules saat itu.

"Beliau turun karena melihat situasi sudah tidak kondusif. Jadi, beliau mengimbau agar massa meninggalkan lokasi," ujar Wilson.

Kerusuhan terjadi setelah aksi demonstrasi yang digelar di sekitar Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026).

Situasi di sejumlah titik kemudian berkembang menjadi aksi saling berhadapan antara massa dan aparat keamanan.

Kondisi yang memanas membuat aparat melakukan sejumlah tindakan pengamanan untuk mengendalikan massa dan memulihkan situasi di sekitar kawasan tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.