Unggul Suara, Gus Kikin Tak Sesumbar soal Ketum PBNU: Kita Masih Nunggu
Ndaru Wijayanto August 31, 2026 07:14 AM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin bersyukur telah resmi dinyatakan sebagai calon ketua umum PBNU dalam forum Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Senin (31/8/2026) dini hari. 

Dari hasil kesepakatan forum, terdapat lima orang nama yang dihasilkan dalam penjaringan nama untuk selanjutnya dibahas dalam musyawarah mufakat di Ahlul Halli Wal Aqdi atau AHWA sebagai penentu utama pemilihan ketua umum PBNU. 

Selain Gus Kikin, juga ada KH Zulfa Musthofa, KH Abdussalam Shohib, KH Yahya Cholil Staquf dan KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin.

“Kita masih nunggu hasilnya,” kata Gus Kikin kepada TribunJatim.com saat diwawancarai di arena Muktamar sekira pukul 04.21 WIB. 

Dalam proses kandidasi atau penjaringan nama calon berdasarkan usulan pemilik suara, Gus Kikin mendapat jumlah dukungan terbesar.

Ia mendapat 472 suara dari total 552 pemilik suara dalam Muktamar. Meski mendapat suara tertinggi namun Gus Kikin tak mau sesumbar berlebihan. 

“Kita merasa bersyukur ya ada kebersamaan dengan semua peserta. Dan ya itu merupakan satu kegembiraan, kebanggaan kita itu bisa bersama-sama dengan yang lain. Nah, ini kebersamaan NU ke depan itu. Terus kita bangun semuanya,” ujar pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang ini.

Baca juga: Gus Kikin Memimpin, Inilah 5 Daftar Calon Resmi Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Diusulkan ke AHWA

Profil Gus Kikin

Gus Kikin bukanlah sosok baru di lingkungan Nahdlatul Ulama. Secara nasab, ia memiliki garis keturunan yang kuat dengan pendiri NU.

Gus Kikin merupakan putra KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma'shum.

Dari jalur ibu, ia merupakan cucu Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung Hadratus Syaikh KH M Hasyim Asy'ari. Sementara dari jalur ayah, nasabnya tersambung kepada KH Anwar bin Alwi, pendiri Pesantren Tarbiyatun Nasyi'in Paculgowang.

Kedekatan nasab tersebut membuatnya memiliki akar kultural yang kuat di lingkungan Nahdlatul Ulama. Gus Kikin resmi menjabat sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, menggantikan almarhum KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah.

Baca juga: Raih 262 Suara, KH Zulfa Mustofa: Saya Harap Sistem Pemilihan Seperti Ini Terus Berlanjut

Sebelum wafat, Gus Sholah telah mempersiapkan Gus Kikin sejak 2016 melalui musyawarah keluarga besar keturunan Tebuireng. Di bawah kepemimpinannya, Pesantren Tebuireng terus berkembang.

Saat ini, Tebuireng tercatat memiliki 15 cabang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Riau, Jakarta, hingga Maluku dan Kalimantan Timur

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.