Gunung Sinabung Erupsi Muntahkan Abu Vulkanik Setinggi 3,5 KM, Erupsi Perdana sejak Tahun 2022
Randy P.F Hutagaol August 31, 2026 01:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Aktivitas vulkanik dari dalam perut Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, terus mengalami peningkatan.

Terhitung, sejak awal Juli gunung api setinggi 2460 Mdpl ini terus mengalami peningkatan.

Hingga akhirnya pihak Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan rekomendasi radius zona bahaya dari 2 KM menjadi 3 KM lingkar puncak gunung. 

Diketahui, Sinabung terakhir kali mengalami erupsi pada tahun 2022 lalu dimana karena aktivitasnya yang cenderung menurun, PVMBG menurunkan statusnya dari level III menjadi level II.

Terbaru, Sinabung kembali mengalami erupsi setelah tidur selama empat tahun tepatnya Senin (31/8/2026) sekitar pujul 10.17 WIB Sinabung kembali memuntahkan abu vulkanik. 

Berdasarkan catatan dari Pos PGA Sinabung, erupsi kali ini tercatat Sinabung memuntahkan abu vulkanik dengan tinggi kolom mencapai 3,5 KM di atas puncak gunung.

Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi sementara ini ± 1 jam 1 menit 48 detik.

"Hari ini terjadi erupsi dari Gunung Sinabung pada pukul 10.17 WIB tadi dengan ketinggian lebih kurang 3.500 meter dari puncak. Erupsi berupa abu ini, mengarah ke arah Timur dan Tenggara," ujar pengamat Gunung Api Sinabung, Armen Putra. 

Kata Armen, sampai saat ini pihaknya masih terus memantau pergerakan aktivitas vulkanik gunung api setinggl 2460 Mdpl ini. Dimana, sejauh ini pihaknya melihat jika aktivitas vulkanik Gunung Sinabung masih fluktuatif yang dapat sewaktu-waktu kembali terjadi erupsi. 

"Masyarakat jangan terlalu panik dengan hujan abu ini, dan status Gunung Sinabung sampai saat ini masih berada di status waspada, kita imbau masyarakat dan wisatawan tetap mengikuti rekomendasi dari kami," ungkapnya. 

Dengan kondisi saat ini, Pos PGA Sinabung telah mengeluarkan beberapa rekomendasi bagi masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius 4.5 km untuk sektoral selatan-timur.

Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar. Pemerintah Daerah Kabupaten Karo agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau Pos Pengamatan Gunung api Sinabung.

(mns/tribun-medan.com) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.