Pemkab Nganjuk Optimalkan DBHCHT untuk Sejahterakan Petani hingga Buruh Pabrik Rokok
faridmukarrom August 31, 2026 08:46 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk terus mengoptimalkan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat sektor industri dan pembangunan daerah.

Beragam program telah dijalankan melalui pemanfaatan DBHCHT. Di antaranya Pelatihan Budidaya Tembakau dan Gerakan Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), pelatihan penerapan fungsi manajemen perusahaan bagi Industri Hasil Tembakau (IHT), hingga penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau.

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan Pemkab Nganjuk berkomitmen meningkatkan kualitas pertanian tembakau sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.

Salah satu upayanya dilakukan melalui Pelatihan Budidaya Tembakau dan Gerakan Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT).

Baca juga: Wagub Emil Dardak Respon Gus Kikin Jadi Ketua Umum PBNU: Kader Jatim, Punya Jiwa Nasionalisme Tinggi

"Kegiatan yang dibiayai melalui DBHCHT ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas petani agar mampu menghasilkan tembakau berkualitas sekaligus menerapkan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan," kata Kang Marhaen, Senin (31/8/2026).

Menurut Marhaen, pemanfaatan DBHCHT harus memberikan manfaat langsung kepada petani sebagai pelaku utama sektor pertembakauan.

Pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan teknik budidaya sesuai prinsip Good Agricultural Practices (GAP). Petani juga dibekali penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia.

"PHT bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia serta meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola agroekosistem secara berkelanjutan," jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara petani dan penyuluh pertanian dalam seluruh tahapan budidaya tembakau.

Mulai dari proses penanaman, pemeliharaan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga penanganan pascapanen perlu dilakukan secara tepat.

"Termasuk penanganan pascapanen agar kualitas hasil tembakau Kabupaten Nganjuk semakin meningkat," ucapnya.

DBHCHT Juga Dukung Industri Hasil Tembakau

Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro mengatakan pemanfaatan DBHCHT juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor Industri Hasil Tembakau.

Menurut Mas Handy, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kualitas dan daya saing IHT di Kabupaten Nganjuk.

Keberadaan industri hasil tembakau, lanjutnya, tidak hanya berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja, tetapi juga berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui cukai.

Sebagian penerimaan tersebut kemudian dikembalikan ke daerah dalam bentuk DBHCHT.

"Dana tersebut kemudian dimanfaatkan untuk berbagai program pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat," terangnya.

Pemkab Nganjuk juga telah menyalurkan bantuan langsung kepada ribuan pekerja pabrik rokok pada tahun-tahun sebelumnya.

Program tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang bekerja di sektor industri hasil tembakau.

"Manfaat DBHCHT benar-benar dirasakan masyarakat. Tidak hanya digunakan untuk pembangunan, tetapi juga kembali kepada para pekerja industri hasil tembakau melalui berbagai program yang telah dilaksanakan pemerintah daerah," tutupnya.*** (ADV)

(Danendra Kusuma/Tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.