Fisik Sudah Bisa untuk Bermain 90 Menit, Pemain PSS Sleman Siap Tempur
Joko Widiyarso September 01, 2026 06:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra memastikan kondisi fisik para pemainnya sudah siap untuk bertarung selama 90 menit menjelang laga perdana Super League 2026/2027.

Kesiapan tersebut menjadi modal penting bagi PSS Sleman yang akan menghadapi Bali United pada pertandingan pembuka Super League di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (4/9) pukul 19.00 WIB.

Menurut Huistra, sebagian besar pemain PSS kini telah menunjukkan kemampuan untuk tampil penuh selama 90 menit. Hal itu menjadi indikator bahwa program persiapan fisik yang dijalani tim mulai menunjukkan hasil positif.

“Kemarin saat uji coba anda bisa melihat bahwa sebagian besar pemain mampu bermain 90 menit. Dan 90 menit adalah apa yang harus dilakukan di liga. Jadi ya, mereka siap,” kata Pieter Huistra di Sleman, Senin (31/8).

Tak hanya mampu menyelesaikan pertandingan penuh, Huistra juga memastikan anak asuhnya telah berada dalam kondisi bugar untuk menghadapi kerasnya persaingan di kompetisi kasta tertinggi.

“Dari segi kebugaran, mereka juga siap,” lanjut pelatih asal Belanda tersebut.

Kondisi fisik yang semakin siap membuat PSS kini bisa lebih fokus mematangkan komposisi tim menjelang pertandingan melawan Bali United. Huistra mengaku sudah mulai mendapatkan gambaran yang semakin jelas mengenai pemain yang paling tepat untuk mengisi setiap posisi.

Selama rangkaian pertandingan uji coba pramusim, PSS memang beberapa kali melakukan perubahan susunan pemain dan posisi. Namun, memasuki fase akhir persiapan, Huistra menilai gambaran mengenai komposisi tim mulai semakin terbentuk.

“Sekarang sudah makin jelas pemain mana yang cocok di posisi mana,” ujarnya.

Meski demikian, menentukan starting eleven bukan sekadar memilih pemain terbaik di setiap posisi. Huistra masih terus mencari kombinasi antarpemain yang mampu membangun chemistry dan sinergi terbaik di atas lapangan.

“Sekarang juga tinggal melihat siapa yang bermain paling baik dengan siapa, siapa yang memiliki sinergi. Ini penting tentunya,” katanya.

Menurut eks pelatih Borneo FC Samarinda ini, kondisi dan performa pemain dapat berubah dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya. Karena itu, ia menilai pelatih harus terus memantau perkembangan pemain untuk menemukan kombinasi terbaik pada hari pertandingan.

“Pemain sepak bola bukan robot. Suatu hari mereka bisa bermain lebih baik dari hari lainnya. Sebagai pelatih, Anda harus menemukan sinergi antar pemain, dan itu harus terjadi pada hari H. Itu bisa berbeda setiap minggunya,” kata pelatih kelahiran 18 Januari 1967 itu.

Terima kritik
Sementara itu, manajemen PSS membuka ruang dialog dengan suporter melalui sarasehan yang digelar di Pendopo Omah PSS pekan lalu. Dalam momen itu, jajaran manajemen, pelatih, dan pemain bertemu langsung dengan perwakilan Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania.

Dalam forum tersebut, berbagai persoalan dibahas secara terbuka. Mulai dari pengelolaan klub, pembinaan usia muda, fasilitas latihan, pengembangan bisnis, penyelenggaraan pertandingan, hingga kesiapan skuad Super Elja menghadapi musim baru.

Salah satu perhatian utama datang dari persiapan tim. Sejumlah keresahan dan kritik dari suporter disampaikan langsung kepada jajaran pelatih serta pemain.

Pieter Huistra pun mengaku memahami keresahan yang muncul dari kalangan suporter. Menurutnya, kritik tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap tim dan dapat menjadi dorongan bagi pemain untuk terus berkembang.

“Persiapan tim selama pramusim berjalan dengan baik. Kritik dari suporter menunjukkan kepedulian mereka terhadap PSS. Bagi kami, kritik tersebut juga bisa menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas permainan,” ujar Huistra.

Meski demikian, Huistra mengajak seluruh elemen PSS untuk memasuki musim baru dengan energi dan perspektif yang lebih positif. Kepercayaan dari lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam membangun mental dan kepercayaan diri pemain selama menjalani kompetisi.

“Namun, saya juga ingin mengajak semua pihak untuk melihat tim ini dengan perspektif yang positif. Kepercayaan dan energi positif dari lingkungan sekitar sangat penting bagi perjalanan sebuah tim,” katanya.

Huistra berharap PSS tidak memasuki musim baru dengan bayang-bayang kekhawatiran dan penilaian negatif. Sebaliknya, ia ingin seluruh elemen memberikan kepercayaan terhadap proses yang sedang dijalankan tim.

“Kami ingin membangun keyakinan terhadap proses yang sedang dijalankan. Jika lingkungan klub dan suporter memberikan energi positif, itu juga akan membantu membangun kepercayaan diri para pemain,” ucapnya.

Ia meyakini energi positif yang dibangun bersama antara tim dan suporter dapat memberikan dampak terhadap perjuangan PSS di atas lapangan. “Pada akhirnya, kami berharap energi positif itu bisa terbawa ke lapangan dan membantu tim meraih hasil-hasil yang positif,” lanjut Huistra. (mur)
                        

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.