Dampak Kabut Asap, Kasus ISPA di Kabupaten Banyuasin Meningkat Hingga 66 Persen
Odi Aria September 01, 2026 08:27 AM

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Banyuasin mengalami peningkatan signifikan dalam dua bulan terakhir.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuasin mencatat, kasus ISPA meningkat dari sekitar 1.500 kasus pada Juni 2026 menjadi 2.500 kasus hingga akhir Juli 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banyuasin, Eni Diana, mengatakan peningkatan kasus tersebut terjadi seiring kondisi kemarau dan munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Dari data yang terdata, sejak bulan Juni mulai terdata peningkatan 1.500 kasus ISPA. Data terakhir akhir bulan Juli mengalami peningkatan kasus ISPA hingga 2.500 kasus ISPA di wilayah Kabupaten Banyuasin," kata Eni, Senin (31/8/2026).

Jika dibandingkan dengan data Juni, jumlah kasus pada akhir Juli tersebut mengalami peningkatan sekitar 66,7 persen.

Menurut Eni, masyarakat mulai merasakan berbagai gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan kabut asap.

Gejala yang banyak dialami antara lain batuk, pilek, mata merah atau perih hingga sesak napas.

Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena paparan asap dalam kondisi kemarau dapat memperburuk gangguan saluran pernapasan, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan.

Dinkes Banyuasin mengimbau masyarakat tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan yang muncul.

Masyarakat diminta segera memeriksakan kondisi kesehatan ke Puskesdes, Puskesmas Pembantu (Pustu) maupun puskesmas terdekat apabila mengalami batuk, mata perih atau sesak napas.

"Sehingga, penanganan medis bisa dilakukan dengan tujuan kondisi kesehatan tidak terus menurun," ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga asupan cairan tubuh selama kondisi kemarau.

"Sebaiknya dengan kondisi kemarau seperti ini, konsumsi air putih delapan gelas sehari bisa dilakukan agar asupan cairan tubuh bisa terpenuhi. Gunakan masker bila keluar rumah dan cek kondisi kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.