TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Penanganan kebakaran hebat yang melanda kawasan permukiman bedeng di Jalan Nakula Gang Jatayu, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, Denpasar, Bali, masih berlangsung hingga Selasa 1 September 2026.
Kobaran api yang awalnya muncul dari salah satu bedeng warga diduga dipicu kebocoran gas.
Api kemudian dengan cepat merembet ke area sekitar yang dipenuhi tumpukan barang bekas dan rongsokan.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo David Simatupang mengatakan dugaan awal penyebab kebakaran berasal dari salah satu bedeng warga.
“Ada muncul api dari salah satu bedeng di mana itu diperkirakan dari gas,” ungkap Kombes Pol Leonardo saat meninjau langsung proses pemadaman di lokasi.
Setelah api muncul, kobaran dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan serta tumpukan barang di sekitarnya.
Banyaknya material rongsokan yang mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan.
Baca juga: Api Membesar di Gudang Rongsokan dan Bedeng Jalan Nakula Denpasar, Damkar Berjibaku hingga Pagi
Meski kobaran api di bagian permukaan mulai terlihat mereda setelah petugas melakukan pemadaman, proses tersebut belum sepenuhnya selesai.
Bara api masih ditemukan di bagian bawah tumpukan barang rongsokan.
“Kalau untuk kesulitan memadamkan, ini karena banyak tumpukan barang-barang sehingga yang terbakar di atas, di bawah itu masih ada bara,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan penanganan lebih lanjut.
Pemadaman tidak cukup hanya dengan menyemprotkan air ke permukaan karena bara api masih tertimbun di bawah material yang menumpuk.
Untuk menjangkau titik-titik bara tersebut, Polresta Denpasar kemudian berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait.
Alat berat akan dikerahkan untuk mengurai dan memindahkan tumpukan barang rongsokan yang menutupi sumber bara.
“Sehingga kita akan datangkan alat berat bekerja sama dengan PU Kota Denpasar dan Pemda Badung,” tegasnya.
Alat berat nantinya digunakan untuk menggeser material secara bertahap sehingga petugas pemadam kebakaran dapat menjangkau bagian bawah tumpukan yang masih menyimpan bara.
“Alat berat nanti untuk menggeser barang-barang itu, sehingga bawahnya bisa dipadamkan sama damkar yang sudah standby,” imbuhnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tertinggal dan berpotensi kembali memicu kobaran api setelah proses pemadaman selesai.
Sementara itu, kepolisian masih melakukan penyelidikan di lokasi untuk memastikan penyebab kebakaran.
Petugas juga terus memantau kondisi di sekitar permukiman untuk memastikan keselamatan warga.
Hingga proses penanganan berlangsung, polisi menyatakan belum menerima laporan adanya korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.
“Untuk sementara kita lagi lakukan penyelidikan dan informasi sementara tidak ditemukan ada korban jiwa,” pungkas Kombes Pol Leonardo.
Proses pemadaman dan pendinginan masih dilakukan dengan melibatkan petugas pemadam kebakaran serta dukungan lintas instansi.
Fokus utama petugas saat ini adalah membongkar tumpukan rongsokan agar bara api yang masih tersembunyi di bawah dapat dipadamkan secara menyeluruh.
(*)