TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Muhammad Takwim (35), atau akrab disapa Cak Takim, sopir truk yang berkarya di dunia musik. Sopir truk pasir asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, itu kini merilis lagu perdananya berjudul “Sopir” melalui kanal YouTube GSI Entertainment.
Cak Takim dikenal memiliki kemampuan membuat lirik berbahasa Jawa yang dipadukan dengan musik dangdut. Kemampuan tersebut kemudian menarik perhatian produsen rekaman hingga membawanya masuk ke industri musik.
Meski kini mulai memegang mikrofon dan tampil sebagai penyanyi, Cak Takim tidak berniat meninggalkan pekerjaan yang selama ini menjadi sumber penghidupannya. Ia tetap akan menjalani aktivitas sebagai sopir truk pengangkut pasir.
Pria asal Desa Denok, Kecamatan Lumajang, itu mengatakan lagu “Sopir” terinspirasi dari kehidupan sehari-hari para pengemudi truk.
Baca juga: Tim PKK Lumajang Tebar 15 Ribu Bibit Ikan di Rowokusumo
Menurutnya, lirik lagu tersebut merupakan rangkuman dari berbagai pengalaman dan tantangan yang dihadapi sopir ketika membawa muatan di jalan. Salah satunya kebiasaan para sopir mampir ke warung kopi hingga menghadapi berbagai godaan asmara.
“Kalau pengalaman pribadi enggak ada. Cuma sering lihat teman kanan-kiri, setiap hari kan mampir di warung kopi. Dari situ ada cerita seperti ini, akhirnya tercetus,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).
Cak Takim sengaja mengemas cerita tersebut dalam lirik yang ringan dan jenaka. Ia berharap lagu itu dapat menjadi hiburan bagi para sopir sekaligus dinikmati masyarakat secara luas.
“Inginnya semua kalangan. Memang temanya tentang sopir, tetapi targetnya semua kalangan,” tutur Cak Takim.
Baca juga: Bupati Lumajang Perintahkan Semua Camat Verifikasi Pemeringkatan Desil Warga
Di balik cerita ringan yang diangkat, lagu “Sopir” juga menyampaikan pesan tentang pentingnya tanggung jawab dan keselamatan selama berada di jalan.
Cak Takim mengingatkan para sopir agar tidak mengabaikan keselamatan ketika menjalankan tugas mengantar muatan. Menurut dia, keselamatan harus menjadi prioritas, baik bagi pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.
“Sopir itu jangan sampai main-main. Harus lempeng, harus lurus. Jangan ngebut-ngebut, alon-alon yang penting kelakon, yang penting selamat,” ungkapnya.
Kebiasaan membuat lirik secara spontan, kata Cak Takim, sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Bahkan, ia mengaku aktivitas tersebut kemungkinan telah dilakukan sebelum dirinya menjadi sopir truk.
Namun, pada saat itu, lagu-lagu ciptaannya hanya menjadi hiburan untuk dirinya sendiri.
Baca juga: Mahasiswa Unej Olah Limbah Kangkung Jadi Pakan Ikan Gurami di Lumajang
“Memang kebiasaan nyanyi-nyanyi sambil ngarang, jadilah musik ini,” katanya.
Setelah lagu “Sopir” dirilis, respons dari kalangan sopir cukup beragam. Cak Takim menyebut ada yang memberikan dukungan, tetapi ada pula yang menganggapnya sekadar bercanda.
“Ada yang senang, ada yang mendukung, ada juga yang bilang, ‘Ah kamu ini apa-apaan.’ Ya ada seperti itu. Kami buktikan melalui karya ini,” ungkapnya.
Meski kini telah memasuki dapur rekaman dan mulai dikenal sebagai musisi, Cak Takim memastikan dirinya tidak akan meninggalkan profesi sebagai sopir truk.
Baginya, pekerjaan tersebut merupakan bagian penting dari perjalanan hidup sekaligus sumber inspirasi dalam berkarya.
“Insyaallah tetap di jalan, tiap hari nyopir. Insyaallah tetap seperti ini. Sesuai kehidupan sehari-hari, ya begini saja,” bebernya.
Direktur GSI Entertainment Robi Satria mengatakan pihaknya untuk sementara memfokuskan promosi single “Sopir” di wilayah Jawa Timur.
Strategi tersebut menjadi langkah awal sebelum karya Cak Takim diperkenalkan ke pasar musik yang lebih luas.
Baca juga: Siswa SMP di Kunir Lumajang Terjungkal ke Sungai saat Bergaya Standing Motor
“Untuk awal ini kita fokusnya justru di Jawa Timur dulu untuk mempromosikan karya pertama tulisan Cak Takim, lagu ‘Sopir’ ini,” tanggapnya.
Untuk memperluas jangkauan promosi lagu berbahasa Jawa tersebut, GSI Entertainment menyiapkan kolaborasi dengan influencer dan sejumlah media.
Selain itu, promosi juga akan melibatkan masyarakat Lumajang serta komunitas sopir yang selama ini menjadi bagian dari lingkungan Cak Takim.
“Kami sudah mempersiapkan kerja sama dengan banyak influencer dan media untuk mengangkat lagu ini. Kemudian kerja sama dengan masyarakat, khususnya di Lumajang dan teman-teman Cak Takim di komunitas sopirnya,” ungkap Robi.
Dukungan terhadap karya Cak Takim juga disampaikan Direktur Graha Suara Publishing (GSP) Yuski Hamdan. Menurut dia, kehadiran GSI dan GSP diharapkan dapat menjadi jembatan bagi masyarakat, khususnya musisi muda di Lumajang, untuk mendapatkan wadah yang lebih serius.
“GSI dan GSP hadir menjadi jembatan bagi anak-anak muda, khususnya musisi Lumajang. Agar karya mereka yang berkualitas bisa mendapat wadah yang serius hingga menembus industri musik nasional,” kata Yuski.