Lionel Messi secara resmi mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional pada usia 39 tahun setelah perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026. Kapten legendaris itu meninggalkan La Albiceleste setelah tampil dalam enam edisi Piala Dunia, seraya mengakui bahwa wafatnya sang ayah baru-baru ini membuatnya mantap untuk mundur.
Messi pensiun dari Argentina
Messi kini resmi mengakhiri kiprahnya bersama tim nasional Argentina pada usia 39 tahun. Kapten ikonik tersebut mengonfirmasi kabar itu melalui unggahan emosional di media sosial yang menampilkan catatan tulisan tangan dalam bahasa Spanyol. Messi pergi dengan status sebagai pemain pria tersubur dalam sejarah sepak bola Amerika Selatan serta pemegang rekor negaranya untuk jumlah gol dan penampilan terbanyak.
Ia mencetak 125 gol dalam 207 penampilan sepanjang karier internasional yang luar biasa, termasuk enam turnamen Piala Dunia. Keputusan itu menandai berakhirnya sebuah era legendaris bagi La Albiceleste. Setelah memimpin negaranya ke final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol, Messi meninggalkan warisan yang tak tertandingi di panggung global.
Kepergian sang ayah mengukuhkan keputusan emosional
Messi mengungkapkan bahwa ia awalnya menulis pernyataan perpisahannya pada 21 Juli, dua hari setelah final Piala Dunia 2026. Namun, wafatnya ayahnya, Jorge Messi, pada usia 68 tahun pada 8 Agustus di Rosario semakin meneguhkan pilihannya.
"Saya menulis kata-kata ini pada 21 Juli, dua hari setelah final. Hari ini, setelah apa yang terjadi dengan ayah saya, saya bahkan lebih yakin daripada sebelumnya," tulisnya.
"Itu adalah keputusan yang menyakitkan - dan sampai sekarang masih sangat menyakitkan - tetapi saya mengerti bahwa waktunya telah tiba. Saya bersumpah kepada kalian bahwa saya selalu memberikan segalanya - bukan hanya dalam beberapa tahun terakhir saat kami memenangkan semuanya, tetapi juga sebelumnya. Saya selalu berjuang dan meninggalkan segalanya di lapangan untuk jersey ini, untuk memberi kalian kebahagiaan dan membuat kalian bangga menjadi orang Argentina melalui sepak bola.
"Saya pergi dengan ketenangan hati dan kebanggaan karena telah memberi kalian - bersama rekan-rekan setim saya - momen-momen yang dulu hanya bisa kami impikan. Menjalani semua ini bersama kalian adalah pengalaman yang luar biasa. Saya mencintai kalian! Terima kasih, Tuhan, karena telah menjadikan saya orang Argentina."
Mengakhiri puasa gelar hingga memenangkan segalanya
Perjalanan Messi bersama Argentina merupakan kisah dramatis tentang ketekunan sebelum akhirnya mencapai kejayaan internasional tertinggi. Ia sebelumnya pernah mengumumkan pensiun dari level internasional pada 2016 setelah kalah dalam tiga final besar secara beruntun, tetapi tak lama kemudian membatalkan keputusan tersebut.
Kembalinya itu membuka jalan menuju kejayaan ketika Messi memainkan peran penting dalam mengakhiri puasa gelar Argentina selama 28 tahun lewat titel Copa America 2021. Setelah itu, ia kembali mempertahankan trofi tersebut pada 2024.
Momen puncaknya datang di Qatar 2022, saat ia memimpin Argentina meraih gelar Piala Dunia pertama mereka dalam 36 tahun dan yang ketiga secara keseluruhan. Kiprah internasionalnya berakhir empat tahun kemudian setelah kembali tampil di final.
Mewariskan tongkat estafet kepada generasi berikutnya
Penyerang legendaris itu menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada keluarganya, para pelatih, para ofisial, dan rekan-rekan setimnya karena telah berbagi perjalanan 20 tahun bersamanya. Ia juga berterima kasih kepada para pendukung atas kasih sayang mereka dalam masa-masa baik maupun buruk. Kini Messi menepi untuk menyaksikan masa depan Argentina sebagai seorang pendukung, bukan lagi sebagai sosok utama tim.