Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Selain bantuan benur udang vaname, puluhan petambak di Desa Ulee Ceue, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, juga akan mendapatkan bantuan pakan dalam waktu dekat.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu para petambak bangkit dan kembali menjalankan usaha budidaya setelah terdampak bencana.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bireuen, Ir M Jafar, kepada Serambinews.com, Selasa (1/9/2026), saat melepas benur udang bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk petambak di desa tersebut.
M Jafar menjelaskan, kegiatan penyaluran bantuan di Bireuen merupakan bagian dari rangkaian program bantuan benih udang vaname dan pakan yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Pidie pada Kamis pekan lalu.
Baca juga: Bupati Bireuen Tebar 2 Juta Benur Udang Vaname untuk Pulihkan Tambak Pascabencana
Program tersebut ditujukan untuk mendukung pemulihan tambak masyarakat yang terdampak bencana dengan total luasan mencapai 143 hektare.
Dengan tambahan bantuan benur udang untuk tambak seluas 60 hektare di Kabupaten Bireuen, maka hingga pekan terakhir Agustus 2026, KKP telah mendukung pemulihan operasional tambak masyarakat di Provinsi Aceh sekitar 200 hektare.
Menurut M Jafar, angka tersebut bukan sekadar menunjukkan luasan lahan tambak yang kembali berproduksi. Di balik setiap hektare tambak terdapat rumah tangga pembudidaya, tenaga kerja, aktivitas perdagangan sarana produksi, hingga rantai distribusi hasil perikanan yang bergantung pada keberlanjutan usaha budidaya.
Karena itu, pemulihan tambak dinilai menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengembalikan mata pencaharian masyarakat, menggerakkan perekonomian lokal, serta mempercepat pemulihan kehidupan warga pascabencana.
M Jafar mengatakan, banjir memang meninggalkan kerusakan, tetapi pemulihan tambak di Bireuen menunjukkan bahwa kawasan terdampak dapat kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Penebaran benih udang vaname, lanjutnya, menjadi simbol dimulainya kembali siklus produksi tambak masyarakat.
Dari benih yang ditebar, diharapkan tumbuh komoditas bernilai ekonomi yang dapat memberikan pendapatan bagi pembudidaya sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitarnya.
“Dari tambak yang rusak, kita bangun kembali. Dari benih yang ditebar, kita tumbuhkan kembali harapan. Dan dari ekonomi masyarakat yang sempat terhenti, kita gerakkan kembali menuju pemulihan,” ujar M Jafar.
Ia menambahkan, KKP bersama pemerintah daerah akan terus mendorong sinergi dalam rehabilitasi dan rekonstruksi sektor kelautan dan perikanan di wilayah yang terdampak bencana.
“KKP bersama masyarakat terus berusaha memulihkan kembali tambak untuk membangkitkan ekonomi,” katanya. (*)