Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi mengkritik Francesco Bagnaia yang punya masalah mental psikologis. Bagnaia dinilai tidak mencerminkan statusnya sebagai juara dunia MotoGP.
Tardozzi tidak meragukan kecepatan Bagnaia. Tapi cara Bagnaia menyikapi masalah justru kadang jadi penghambat performanya.
"Menurut saya ini masalah psikologis. Pendekatannya kadang membatasi performanya sendiri. Kami tidak meragukan kecepatannya, tapi sekarang dia perlu mengatasi garis tipis antara percaya diri dan menutup mata terhadap tantangan yang ada,' kata Tardozzi dikutip dari Motosan.
Balapan utama MotoGP Aragón 2026 dimenangkan oleh Marc Márquez, rekan setim Bagnaia itu mengunci double win setelah sebelumnya juga menang di sprint race.
Podium dilengkapi oleh Pedro Acosta (KTM) di posisi kedua dan Marco Bezzecchi (Aprilia) di posisi ketiga.
Nasib apes menimpa Bagnaia, yang sempat berjuang di posisi ketujuh, tapi mengakhiri balapannya lebih awal setelah terjatuh pada lap keenam dari 23 lap.
Tardozzi mengungkap ekspektasi tim sebenarnya tidak muluk-muluk, cuma berharap top 5, tapi tetap meleset.
"Kami berharap Bagnaia setidaknya bisa finis di lima besar di sini, tapi itu tidak terjadi. Kami sudah mencoba sesuatu di sesi warm-up yang ternyata tidak berhasil. Dia kurang percaya diri, dia tidak tampil ngotot, dan kami belum bisa menemukan cara untuk mengatasi masalah ini," ceplos dia.
Perlu diketahui, Bagnaia dipastikan pindah ke Aprilia musim depan. Kursi kosong di tim pabrikan Ducati bakal diisi Pedro Acosta. Saat kritik tajam dilempar ke Bagnaia, Tardozzi tidak segan memuji cara Márquez mengatur strategi balapannya.
"Kita menyaksikan seorang juara yang sudah merencanakan dengan sempurna bagaimana caranya memenangkan balapan. Sungguh luar biasa bagaimana dia mengelola race ini," kata Tardozzi.
"Dia sengaja tertinggal tujuh persepuluh detik di belakang Bezzecchi untuk menghindari suhu ban depan yang terlalu panas, lalu pada momen yang tepat, dia menyerang dan langsung melesat menjauh. Ini adalah strategi balapan kelas juara," tambah dia.





