TRIBUNSTYLE.COM - Insiden anjloknya Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (30/8/2026) saat proses peresmian jembatan berlangsung. Bupati Pangandaran Citra Pitriyami turut berada di lokasi ketika insiden terjadi, seperti dikutip TribunStyle.com dari YouTube Tribunnews Bogor.
Kejadian itu menjadi pengalaman langsung bagi Citra sekaligus membuka kembali pembahasan mengenai aspek keselamatan pada infrastruktur jembatan gantung yang masih digunakan masyarakat di sejumlah wilayah Pangandaran.
Citra mengatakan, insiden tersebut memberikan gambaran nyata mengenai risiko yang dapat muncul ketika masyarakat menggunakan jembatan gantung.
Karena itu, ia berharap pembangunan infrastruktur penghubung antarkawasan di Pangandaran ke depan dapat lebih banyak menggunakan konstruksi permanen.
Menurutnya, jembatan permanen dinilai dapat memberikan tingkat keamanan dan kenyamanan yang lebih baik bagi masyarakat, terutama di wilayah yang aktivitas warganya sangat bergantung pada akses jembatan.
Pemerintah Kabupaten Pangandaran pun menyatakan akan terus mendorong pembangunan jembatan permanen, dengan tetap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
Baca juga: Jembatan Ambruk Usai Diresmikan, Harta Kekayaan Bupati Pangandaran Citra Pitriyami Ikut Jadi Sorotan
Pascainsiden Jembatan Gantung Pongpet, evaluasi terhadap jembatan gantung lainnya menjadi hal yang penting dilakukan.
Saat ini, masih terdapat beberapa jembatan gantung di wilayah Pangandaran, di antaranya berada di kawasan Batu Karas dan Pajaten.
Selain itu, terdapat pula satu jembatan yang masih dalam tahap pembangunan di Kecamatan Cigugur.
Sebelumnya, pemerintah daerah juga telah menerima usulan pembangunan jembatan di sekitar lima titik. Namun, rencana tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut.
Baca juga: Nepal Disapu Banjir Bandang Meski Curah Hujan Rendah, Citra Satelit Rekam Dugaan Penyebab Bencana
Pemerintah Kabupaten Pangandaran perlu memastikan terlebih dahulu status masing-masing program pembangunan, termasuk pihak yang memiliki kewenangan dalam pelaksanaan proyek.
Langkah tersebut diperlukan agar rencana peningkatan konstruksi dari jembatan gantung menjadi jembatan permanen dapat dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di masing-masing lokasi.
Evaluasi juga menjadi penting untuk memastikan aspek keselamatan benar-benar menjadi pertimbangan utama sebelum sebuah jembatan digunakan masyarakat.
Insiden di Cijulang diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap infrastruktur jembatan yang masih digunakan warga.
Dengan evaluasi tersebut, pembangunan jembatan di masa mendatang diharapkan tidak hanya mempertimbangkan aspek konektivitas, tetapi juga keselamatan dan ketahanan infrastruktur bagi masyarakat Pangandaran. (TribunStyle.com)