TRIBUNNEWSMAKER.COM, KLATEN - Batang-batang pohon di sepanjang Jalan Pramuka, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten, menjadi sasaran aksi bersih lingkungan anggota Gerakan Pramuka Kwarcab Klaten, Senin (31/8/2026).
Bukan menebang atau memangkas pohon, para anggota Pramuka justru mencabut paku yang menancap di batang pohon. Aksi tersebut digelar menjelang Estafet Tunas Kelapa (ETK) 2026.
Ketua Panitia Pelaksana ETK 2026 Kabupaten Klaten Puspo Enggar Hastuti, mengatakan aksi cabut paku merupakan bagian dari bakti masyarakat yang dikemas dalam kegiatan peduli lingkungan.
"Dalam rangka menyongsong Estafet Tunas Kelapa, salah satu kegiatan kami adalah bakti masyarakat ataupun di sini peduli lingkungan yaitu cabut paku di pohon," ujarnya.
Aksi tersebut menjadi kegiatan yang dilaksanakan di seluruh 26 Kwartir Ranting (Kwarran) Pramuka di Kabupaten Klaten. Untuk wilayah Klaten Tengah, kegiatan dilakukan bersama para pembina Kwarran setempat.
"Ini di 26 Kwarran juga melaksanakan hal yang sama, yang sudah berlangsung dari beberapa waktu yang lalu. Dan kebetulan untuk Klaten Tengah kita laksanakan hari ini, bersama-sama dengan para kakak-kakak pembina yang ada di Kwarran Klaten Tengah," jelasnya.
Dari pantauan di lokasi, sejumlah anggota Pramuka bergantian mencabut paku yang tertanam pada batang pohon. Sebagian paku dicabut menggunakan alat bantu, sementara anggota lainnya mengumpulkan hasil cabutan agar tidak kembali berserakan di sekitar lokasi.
Kegiatan tersebut juga melibatkan tim Satpol PP dan Damkar Klaten.
Puspo mengatakan, kepedulian terhadap pohon menjadi alasan utama kegiatan tersebut dilakukan. Menurut dia, keberadaan paku yang menancap pada pohon dapat mengganggu kondisi pohon sekaligus membuat lingkungan terlihat kurang rapi.
Baca juga: Bupati Klaten Dorong Pramuka Jadi Garda Terdepan Bentuk Karakter Pemuda
"Harapan kami pohon ini bisa tumbuh sehat, karena tidak merasakan sakit oleh tajamnya paku karena dengan ditempelnya sesuatu barang dengan menggunakan paku itu pastinya akan merusak indahnya lingkungan, merusak lingkungan," kata Puspo.
"Dan pohon itu sendiri juga tampak tidak cantik ataupun tampak tidak indah, sehingga kita di sini berharap pramuka ini juga mewujudkan peduli lingkungan yang bersih dan rapi," imbuhnya.
Dengan kegiatan tersebut, rangkaian menyongsong ETK 2026 di Klaten tidak hanya berfokus pada kegiatan kepramukaan, tetapi juga diisi dengan aksi bakti masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)