Sambung Rasa di Karangduren, Bupati Hamenang Jawab Aspirasi Warga soal Insentif hingga Truk Galian
Delta Lidina September 01, 2026 08:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM, KLATEN - Persoalan insentif kader hingga aktivitas truk pengangkut material menjadi bagian dari aspirasi warga saat Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menggelar Sambung Rasa di Desa Karangduren, Selasa (1/9/2026).

Program tersebut mempertemukan langsung masyarakat dengan pimpinan daerah dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membahas persoalan yang dirasakan warga.

Hamenang mengatakan, sejumlah warga mengusulkan peningkatan insentif bagi kader dan sejumlah unsur masyarakat.

"Mulai dari bagaimana mengembangkan Bumdes di Taman Jlengut yang dulu sempat viral tapi hari ini butuh perhatian khusus. Ada juga banyak tadi usulan kenaikan insentif mulai dari ibu-ibu kader Posyandu, PKK, Linmas," katanya.

Namun, Hamenang menyampaikan kondisi fiskal daerah membuat pemerintah belum dapat menaikkan insentif tersebut.

"Kita sampaikan bahwa hari ini kondisi keuangan sedang tidak baik, sehingga kita belum bisa meningkatkan insentif. Tapi untuk mempertahankan Insyaallah kita pertahankan," ujarnya.

SAMBUNG RASA KLATEN - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meninjau produk UMKM warga saat kegiatan Sambung Rasa di Desa Karangduren, Selasa (1/9/2026).
SAMBUNG RASA KLATEN - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo meninjau produk UMKM warga saat kegiatan Sambung Rasa di Desa Karangduren, Selasa (1/9/2026). (TribunSolo/Ibnu Dwi Tamtomo)

Ia memastikan Pemkab Klaten akan mempertahankan besaran insentif tersebut sembari menunggu kondisi fiskal daerah membaik.

"Kita melihat beberapa kabupaten itu sampai harus menurunkan, tapi Kabupaten Klaten Insyaallah kita pertahankan sambil kita bergerak terus ke depan. Ketika fiskal kita nanti bisa longgar Insyaallah kita tingkatkan insentif mereka," jelasnya.

Dalam dialog, warga juga menyampaikan persoalan pengelolaan sampah, irigasi, serta aktivitas kendaraan yang berkaitan dengan jalur galian C.

Hamenang mengingatkan adanya ketentuan waktu operasional kendaraan yang harus dipatuhi. Ia juga meminta masyarakat ikut berperan dalam memberikan edukasi kepada para pengemudi.

Baca juga: Klaten Bidik Jadi Episentrum Otomotif Jawa Tengah, Bupati Hamenang Siapkan Kawasan Otomotif Terpadu

"Berkaitan Gol C dapat beroperasi dari jam 06.00 WIB sampai 07.30 WIB, itu sebenarnya tidak boleh lewat," katanya.

Menurut Hamenang, persoalan tersebut tidak hanya membutuhkan pengawasan pemerintah. Masyarakat juga dinilai memiliki peran untuk ikut memastikan ketentuan yang berlaku dipatuhi.

"Karena sudah ada jalur-jalurnya. Karena sudah ada Perbup-nya," tegasnya.

Kegiatan Sambung Rasa juga diisi pelayanan publik langsung di lokasi. Warga dapat mengakses layanan BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, Matur Dokter dari Dinas Kesehatan, perizinan usaha DPMPTSP, Lapor Mas Bup, Titip Bandaku, hingga layanan administrasi kependudukan Sakura.

Selain berdialog, Hamenang bersama Ketua TP PKK Klaten Fahrani Hamenang juga meninjau stan UMKM. Sejumlah produk makanan olahan dan kerajinan warga dipamerkan dalam kegiatan tersebut.

Hamenang mengatakan, tindak lanjut setiap aspirasi akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah.

"Berbagai macam aspirasi tadi ada yang bisa langsung kami eksekusi, kami eksekusi. Selain itu ada beberapa yang menunggu proses penganggaran, dan ada yang beberapa, menunggu fiskal kita nanti sudah lebih baik," pungkasnya. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.