Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang dalam APBD Tahun Anggaran 2026 mencapai Rp553,24 miliar.
Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 sebesar Rp412,92 miliar.
Dengan demikian, terdapat selisih sebesar Rp140,31 miliar antara target PAD dalam APBD 2026 dan proyeksi yang tercantum dalam RPJMD.
Baca juga: APBD Perubahan 2026 Kabupaten Serang Dibahas, Ketua DPRD Soroti Dinamika Fiskal Daerah
Peningkatan proyeksi PAD tersebut salah satunya dipengaruhi oleh dinamika pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kota Serang yang menunjukkan perkembangan positif.
Kepala Bapperida Kota Serang, Hari Pamungkas, mengatakan penyusunan RPJMD memiliki rentang periode 2025 hingga 2030 sehingga menggunakan basis data awal (baseline) tahun 2025.
"Pada saat di 2026 kita susun, perkembangan pertumbuhan ekonomi bagus sehingga pada saat menyusun APBD di 2026 itu PAD sudah di angka Rp553 Miliar," katanya, Selasa (1/9/2026).
Ia menyampaikan kondisi tersebut membuat proyeksi PAD dalam APBD 2026 mengalami peningkatan dibandingkan dengan angka yang tercantum dalam RPJMD untuk tahun yang sama.
Kenaikan pendapatan tersebut, kata Hari, turut berdampak pada sisi belanja daerah. Meski demikian, peningkatan belanja tetap diarahkan pada program-program prioritas yang mendukung pencapaian indikator kinerja pemerintah daerah.
“Diikuti dengan kenaikan belanja. Belanja juga kita lihat mana yang sifatnya prioritas, kemudian mendukung indikator kinerja pemerintah daerah, baik secara makro maupun secara mikro yang dikelola masing-masing,” ucap Hari.
Hari juga menjelaskan bahwa dalam perubahan anggaran terdapat sejumlah penyesuaian pada komponen pendapatan.
Menurutnya, perubahan tersebut tidak berasal dari PAD, melainkan antara lain dipengaruhi pendapatan transfer serta komponen pendapatan lain yang mengalami estimasi kenaikan.
“Beberapa item yang berubah dari sisi bukan PAD, tapi dari pendapatan transfer sama satu lagi itu ada estimasi yang naik sedikit,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai kemampuan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mencapai target yang ditetapkan dalam RPJMD, Hari memperkirakan target tersebut dapat direalisasikan.
“Kami estimasi bisa mencapai target untuk periode sekarang, 2026. Untuk penghitungan yang nanti di 2027,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menilai peningkatan target PAD tersebut menjadi salah satu gambaran kinerja jajaran Pemkot Serang dalam mendorong pembangunan daerah.
“Saya sangat mengapresiasi para kepala OPD yang semangat berjuang bersama saya untuk memajukan Kota Serang,” ujarnya.
Ia berharap capaian tersebut dapat mendukung target besar pemerintahannya bersama Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia.
Budi menargetkan visi pembangunan Kota Serang dapat diwujudkan selama lima tahun masa pemerintahannya.
“Mudah-mudahan ini bisa selesai di 5 tahun saya menjabat dengan Pak Agis. Mudah-mudahan dengan izin dan ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala, Kota Serang bisa maju, masyarakatnya bisa sejahtera dan bahagia,” katanya.
Menurut Budi, peningkatan pembangunan harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat, salah satunya melalui perluasan lapangan pekerjaan.
Karena itu, ia mendorong peningkatan investasi di Kota Serang sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas daerah.
“Dengan adanya investasi, tentunya banyak masyarakat yang bisa melamar pekerjaan, lapangan pekerjaan akan lebih luas lagi. Tapi tentu juga harus bisa sama-sama menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.
Budi menegaskan pembangunan Kota Serang membutuhkan dukungan seluruh pihak agar target yang telah ditetapkan dalam RPJMD dapat diwujudkan.
“Target saya adalah di pemerintahan saya dan Pak Agis ini, bagaimana Kota Serang ini layak menjadi ibu kota. Itu hal yang sesungguhnya yang harus kita perjuangkan,” tuturnya.
Berdasarkan data Portal Data SIKD Kementerian Keuangan RI, hingga 31 Agustus 2026, realisasi PAD Kota Serang tercatat sebesar Rp243,85 miliar dari target Rp553,24 miliar.