Jadwal Neraka Persib: 3 Laga Tandang 9 Hari, Igor Tolic Bicara Misi Juara!
Budi Sam Law Malau September 01, 2026 10:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Menjadi raja di kompetisi domestik membawa konsekuensi besar.

Persib Bandung langsung dihadapkan pada ujian fisik, mental, dan logistik yang ekstrem pada awal bergulirnya Super League musim 2026/2027.

Maung Bandung harus melewati "jadwal neraka"—tiga laga tandang beruntun yang menguras keringat dalam rentang waktu hanya sembilan hari.

Tantangan ini hadir karena tim asuhan Igor Tolic tersebut mewakili Indonesia di empat kompetisi sekaligus: Super League, League Cup, Shopee Cup, dan panggung Asia, ACL Two.

Rute Melelahkan: Jakarta, Seoul, hingga Jepara

Ujian berat ini langsung dimulai sesaat setelah Persib menjamu PSM Makassar pada 6 September 2026.

Setelah peluit panjang berbunyi, Thom Haye dan kolega tak punya waktu bersantai.

Mereka harus segera bertolak ke markas rival abadi, Persija Jakarta.

Belum usai kelelahan mendera, skuad Maung Bandung harus langsung terbang lintas negara menuju Korea Selatan untuk menantang FC Seoul di ajang ACL Two.

Rangkaian perjalanan ini kemudian ditutup dengan lawatan ke markas Persijap Jepara.

Pelatih Persib, Igor Tolic, tak menampik bahwa jadwal ini adalah mimpi buruk dari sisi manajemen waktu dan fisik pemain.

"Ya, ini adalah tantangan logistik yang cukup berat," ujar pelatih asal Kroasia tersebut saat ditemui di SCTV Tower, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Meski dihadapkan pada situasi yang tidak ideal, Igor pantang mengibarkan bendera putih.

Ia menegaskan tidak ada rencana untuk merengek meminta penundaan jadwal.

"Jadwalnya sudah ditetapkan. Saya tidak tahu apakah kami memiliki hak untuk menunda pertandingan. Sejauh ini, rencana kami adalah memainkan setiap laga tepat waktu," tegasnya.

"Kami akan melawan Persija, terbang ke Korea, dan langsung kembali ke Indonesia untuk laga berikutnya. Ini ujian besar, tapi kami akan memberikan yang terbaik."

Bukan Lari Cepat, Ini Maraton!

Di tengah himpitan jadwal yang mencekik, ekspektasi Bobotoh tidak pernah surut.

Status sebagai penguasa Super League dalam tiga musim beruntun membuat Persib tetap memikul beban untuk mempertahankan takhta.

Namun, Igor Tolic merespons tekanan tersebut dengan kepala dingin.

Menurutnya, status juara bertahan justru menjadi bahan bakar motivasi, bukan beban yang menyandera.

"Targetnya selalu sama untuk suporter, klub, dan tim. Kami harus memberikan yang terbaik dan mencoba memenangkan liga lagi. Tahun ini akan terasa berat karena semua kompetitor siap menjatuhkan kami dari posisi nomor satu," papar Igor.

Baca juga: Pelatih Persib Igor Tolic Sambut Positif Diberlakukannya Kembali Suporter Away

Dengan format kompetisi yang mencapai 34 pertandingan, sang pelatih enggan panik jika timnya harus tertatih di fase awal.

Baginya, konsistensi jauh lebih berharga daripada sekadar memuncaki klasemen di bulan pertama.

"Ini adalah maraton, bukan lari cepat (sprint). Tidak ada gelar yang ditentukan di bulan September atau Oktober. Tahun lalu kami menunggu sampai pertandingan terakhir untuk memastikan gelar, dan saya yakin hal yang sama akan terjadi tahun ini. Penentuannya ada di bulan April dan Mei," pungkasnya dengan nada optimis.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.