Ayah Tiri Ajak Istri dan Anak Bobol ATM di Minimarket Jakbar, Gagal karena Oksigen Las Habis
Erik S September 02, 2026 06:34 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Seorang pria berinisial RH di Cengkareng, Jakarta Barat mengajak istri dan anaknya berinisial H merencanakan pembobolan mesin ATM di sebuah minimarket wilayah Kapuk Raya, Kecamatan Cengkareng.

Polisi mengatakan anak dan ibu ini statusnya kandung sedangkan bapaknya adalah bapak tiri.

"Jadi satu keluarga ini merencanakan akan membobol ATM salah satu bank di dalam Indomaret," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Nasriadi saat merilis kasus tersebut, Selasa (1/9/2026).

Dalam aksi kejahatan tersebut, sang suami bertindak sebagai otak intelektualnya. 

Ia bersama anak tirinya masuk ke dalam minimarket untuk mengeksekusi mesin ATM menggunakan las.

Sedangkan istrinya bertugas memantau situasi di luar minimarket yang sudah tutup.

Demi mengelabui warga dan kamera pengawas, salah satu pelaku bahkan mengenakan pakaian yang menyerupai seragam karyawan minimarket tersebut yang dibeli secara online.

Gagal Total Gara-Gara Oksigen Las Habis

Rencana matang komplotan keluarga ini berantakan di tengah jalan akibat kendala teknis. 

Saat proses pengelasan badan mesin ATM baru berjalan, tabung gas oksigen untuk las mendadak habis.

Akibatnya, mesin ATM gagal dijebol dan uang di dalamnya selamat. 

Baca juga: Pria di Bangka Nekat Bobol ATM, Pakai Linggis dan Las Listrik Gagal, Akhirnya Kabur

Karena misi utamanya gagal total, kelompok ini akhirnya hanya mengambil sejumlah bungkus rokok dari dalam rak toko sebelum kabur.

"Setelah mereka masuk ke dalam dan mencoba menjebol ATM dengan cara mengelas, tiba-tiba bahan las (oksigen) tersebut habis. Artinya, ATM tersebut belum sempat dibol atau dirusak karena bahan lasnya habis.

Akhirnya, misi mereka gagal, dan karena gagal, yang mereka ambil akhirnya adalah rokok," jelas Nasriadi.

Suami Kabur, Anak dan Istri Dicokok Polisi

Nahas bagi sang istri dan anak tiri, pelarian mereka akhirnya terendus oleh jajaran Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat. 

Polisi berhasil mengamankan sang ibu dan anaknya. Sementara sang suami utama yang menjadi otak intelektual masih buron.

Polisi menduga aksi kriminal ini bukan yang pertama kalinya dilakukan oleh sang suami buronan, mengingat peralatan yang mereka gunakan tergolong matang dan terencana. 

Baca juga: Viral Video Maling Bobol ATM di Minimarket Bogor, Uang Rp150 Juta Digondol

Akibat perbuatan ini, sang ibu dan anaknya harus mendekam di balik jeruji besi, sementara sang suami yang mengajak keluarganya justru kabur meninggalkan mereka menghadapi proses hukum.

Sejumlah barang bukti telah diamankan polisi, termasuk baju merah marun, seragam palsu swalayan, ponsel, dan tong sampah.

Sementara mesin las yang sempat digunakan dibuang para pelaku ke Kali Angke dan masih dalam pencarian petugas.

Terkait peluang penyelesaian lewat Restorative Justice (RJ), pihak kepolisian menyatakan hal tersebut sepenuhnya bergantung pada sikap dan keputusan dari pihak pelapor atau manajemen swalayan.

Diajari Ayah Ngelas

H mengaku diajarkan mengelas oleh RH untuk membobol ATM di minimarket, wilayah Cengkareng, Jakarta Barat.  

Awalnya, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi menanyakan siapa yang telah mengajarinya mengelas. Lalu H menjawab bahwa dirinya diajarkan mengelas oleh ayah tirinya RH. 

"Ngajarin ngelas di tempat temannya. Ngelas buat motong besi," kata H menjawab pertanyaan Kapolres saat konferensi pers, Selasa (1/9/2026).

Baca juga: Pemuda Pengangguran Perdaya Pacar Sendiri di Kendari, Bobol ATM Milik Korban, Uang Rp28 Juta Raib

Awalnya sang ayah tiri menyebut, sengaja mengajarkan ngelas untuk bekerja di salah satu tempat.

"Pertamanya belum (dikasih tahu) Dia bilang nanti ikut Lalamove. Lalamove biasanya ada borongan-borongan buat motong-motong kayak gitu, motong-motong kayak bangunan terbengkalai," kata dia.

Ternyata, pelaku H malah diajak untuk membobol ATM di minimarket.

"Itu waktu dia bilang nanti kita potong mesin ATM aja. Kamu udah ngerti kan caranya, kayak gitu.

"Lah, katanya buat kerja?" saya bilang kayak gitu.

Akhirnya, singkat cerita, niat motong ATM," kata H bercerita.

Pengakuan Ibunda

Sementara ibu kandung H berinisial D menyatakan, awalnya dirinya yang disuruh suami belajar mengelas. Namun dia menolak karena pengelihatan matanya kurang jelas. 

"Tadinya saya yang disuruh belajar ngelas sama dia, saya enggak mau," ucap D.

D mengaku tidak mau belajar mengelas karena matanya sudah mulai tidak 'awas'.

"Takut, mata saya kan enggak awas, saya pakai kacamata. Saya bilang takut, karena membal api-nya takut kena mata," ungkapnya.

Secara tidak langsung, D mengaku suaminya telah mengajarkan dirinya dan anaknya mengelas untuk berbuat kejahatan.

"Emang dari dulu juga dia enggak jaga, saya yang jadi tulang punggung. Anak ini juga sama. Makanya terbentur di ekonomi. Mau enggak mau dia (anak saya) ikut," tutur dia. (Tribun Jakarta/Kompas.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.