SERAMBINEWS.COM - Mendidik anak merupakan tanggung jawab penting bagi orangtua.
Dalam Islam, pendidikan anak tidak hanya berkaitan dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan akhlak, keimanan dan kebiasaan baik sejak usia dini.
Anak merupakan amanah yang harus dijaga dan dibimbing dengan penuh kasih sayang.
Karena itu, orangtua memiliki peran besar dalam memberikan contoh serta membentuk karakter anak melalui kehidupan sehari-hari.
Salah satu cara mendidik anak dalam Islam adalah mengenalkan nilai-nilai agama sejak dini.
Baca juga: Buya Yahya Ungkap Cara Sukses Mendidik Anak Usai Perceraian, Jangan Tanamkan Kebencian kepada Mantan
Orangtua dapat mengajarkan anak mengenal Allah SWT, membiasakan mengucapkan doa, membaca Alquran serta mengenalkan ibadah secara bertahap sesuai usia dan kemampuan.
Selain mengajarkan ibadah, keteladanan orangtua juga sangat penting. Anak cenderung meniru perilaku yang dilihatnya.
Karena itu, orangtua perlu memberikan contoh dalam berbicara, bersikap sopan, menghormati orang lain, menepati janji dan menyelesaikan masalah dengan cara yang baik.
Baca juga: Dzulhijjah, Bulan Pendidikan: Belajar dari Nabi Ibrahim Mendidik Anak dan Keluarga
Orangtua juga dianjurkan membiasakan anak berkata jujur.
Kejujuran dapat ditanamkan melalui hal-hal sederhana, seperti mengajarkan anak mengakui kesalahan dan tidak mengambil sesuatu yang bukan miliknya.
Selanjutnya, anak perlu diajarkan untuk menghormati orangtua, guru dan orang lain.
Sikap santun, mengucapkan salam, meminta izin dan mengucapkan terima kasih merupakan kebiasaan sederhana yang dapat membentuk akhlak mulia.
Dalam mendidik anak, kasih sayang juga harus menjadi bagian utama.
Memberikan nasihat dengan lembut dan mendengarkan cerita anak dapat membuat mereka merasa dihargai.
Ketika anak melakukan kesalahan, orangtua sebaiknya memberikan penjelasan dan bimbingan sesuai kondisi anak.
Orangtua juga perlu memperhatikan lingkungan pergaulan serta penggunaan teknologi.
Anak perlu diarahkan agar menggunakan perangkat digital secara bijak dan mendapatkan tontonan maupun informasi yang sesuai dengan usianya.
Yang tidak kalah penting, orangtua dapat membiasakan berdoa untuk kebaikan anak.
Pendidikan yang diberikan dengan kasih sayang, keteladanan dan nilai-nilai Islam diharapkan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak baik, mandiri dan bertanggung jawab.
Mendidik anak membutuhkan kesabaran dan proses yang panjang.
Karena itu, orangtua perlu terus belajar dan memberikan pendampingan agar nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan sejak kecil dapat menjadi kebiasaan hingga anak dewasa.
Mendidik anak bukan sekadar memastikan mereka mendapatkan pendidikan yang baik di sekolah.
Lebih dari itu, orang tua memiliki tanggung jawab untuk menanamkan iman, akhlak, kebiasaan baik, serta kemampuan menghadapi kehidupan sejak dini.
Tips Ketika Mendidik Anak dalam Islam
Dikutip dari Tribunnews.com, berikut cara mendidik anak sesuai ajaran Islam, dirangkum dari UIN Alauddin dan Muhammadiyah.
1. Tanamkan Tauhid Sejak Dini
Pendidikan anak dalam Islam sebaiknya dimulai dengan mengenalkan mereka kepada Allah SWT. Anak perlu diajarkan bahwa Allah adalah Pencipta, Rabb, dan tempat bergantung dalam setiap keadaan.
Hal ini sebagaimana nasihat Luqman kepada anaknya: “Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah.” (QS. Luqman: 13)
Orang tua dapat mengenalkan tauhid melalui hal-hal sederhana, seperti mengajarkan anak berdoa, mengucapkan syukur, mengenalkan nama-nama Allah, serta membiasakan mereka mengingat Allah dalam kehidupan sehari-hari.
2. Jadilah Teladan bagi Anak
Anak tidak hanya belajar dari nasihat, tetapi juga dari apa yang mereka lihat setiap hari. Karena itu, orang tua perlu menjadi contoh nyata dari nilai-nilai yang ingin ditanamkan kepada anak.
Allah SWT berfirman: “Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” (QS. Al-Ahzab: 21)
Jika ingin anak terbiasa berkata jujur, orang tua harus menunjukkan kejujuran. Jika ingin anak rajin beribadah, anak perlu melihat orang tuanya menjaga shalat. Begitu pula dengan kesabaran, tanggung jawab, dan sikap menghormati orang lain.
Dengan demikian, pendidikan tidak berhenti pada kata-kata, tetapi terlihat melalui perilaku sehari-hari.
3. Didik dengan Kasih Sayang dan Kelembutan
Anak membutuhkan kasih sayang agar merasa aman dan dihargai. Islam pun mengajarkan kelembutan dalam berinteraksi dengan sesama.
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan mencintai kelembutan.” (HR. Muslim)
Karena itu, ketika anak melakukan kesalahan, orang tua sebaiknya tidak langsung meluapkan kemarahan.
Jelaskan kesalahannya dengan bahasa yang mudah dipahami dan berikan kesempatan kepada anak untuk memperbaikinya.
Kelembutan bukan berarti membiarkan semua perilaku anak. Orang tua tetap perlu memberikan batasan dan disiplin, tetapi dilakukan dengan cara yang mendidik, bukan merendahkan atau menakut-nakuti.
4. Berlaku Adil kepada Semua Anak
Jika memiliki lebih dari satu anak, orang tua perlu berusaha memberikan perlakuan yang adil. Perbedaan perhatian yang terlalu mencolok dapat memunculkan rasa iri dan kecemburuan di antara saudara.
Rasulullah SAW bersabda: “Bertakwalah kepada Allah dan berlaku adillah di antara anak-anak kalian.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Keadilan bukan berarti setiap anak harus selalu mendapatkan sesuatu dalam jumlah yang persis sama. Orang tua dapat memberikan perhatian sesuai kebutuhan masing-masing anak, tanpa menunjukkan sikap pilih kasih.
Hindari pula kebiasaan membandingkan anak, misalnya membandingkan prestasi, kemampuan, penampilan, atau karakter mereka dengan saudara kandungnya.
5. Sesuaikan Pendidikan dengan Usia Anak
Anak memiliki kemampuan berpikir dan kebutuhan yang berbeda pada setiap tahap perkembangan. Karena itu, cara mendidik anak usia dini tentu tidak dapat disamakan dengan cara mendidik remaja.
Rasulullah SAW bersabda: “Perintahkan anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun.” (HR. Abu Dawud)
Hadis tersebut menunjukkan adanya tahapan dalam memberikan pendidikan. Orang tua perlu menyesuaikan bahasa, aturan, tanggung jawab, dan metode pembelajaran dengan usia serta kemampuan anak.
6. Ajarkan Agama sekaligus Ilmu Pengetahuan
Pendidikan anak tidak cukup hanya berorientasi pada prestasi akademik. Anak juga membutuhkan pendidikan agama dan akhlak agar ilmu yang dimilikinya dapat digunakan dengan baik.
Allah SWT berfirman: “Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dalam mengerjakannya.” (QS. Thaha: 132)
Orang tua dapat membangun kebiasaan belajar di rumah, mengenalkan Al-Qur'an, mengajarkan doa sehari-hari, sekaligus mendorong anak mengembangkan minat dan kemampuannya dalam berbagai bidang ilmu.
7. Ajarkan Akhlak dan Tanggung Jawab
Pendidikan Islam tidak hanya mengajarkan anak tentang apa yang harus diketahui, tetapi juga bagaimana bersikap.
Anak dapat dilatih bertanggung jawab melalui tugas-tugas sederhana sesuai usianya, seperti merapikan mainan, menjaga barang pribadi, membantu pekerjaan rumah, atau menyelesaikan tugas sekolah.
Dengan cara tersebut, anak belajar memahami bahwa setiap tindakan memiliki tanggung jawab.
8. Bangun Komunikasi yang Terbuka
Anak perlu merasa bahwa rumah adalah tempat yang aman untuk bercerita. Komunikasi yang terbuka akan membantu orang tua memahami perasaan, masalah, dan kesulitan yang sedang dihadapi anak.
Allah SWT berfirman: “Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.” (QS. Al-Baqarah: 83)
Ketika anak melakukan kesalahan lalu berani bercerita, jangan langsung menghakimi. Dengarkan terlebih dahulu, kemudian bantu anak memahami kesalahannya dan mencari solusi.
9. Hindari Kekerasan Fisik dan Verbal
Kemarahan orang tua mungkin muncul ketika anak melakukan kesalahan berulang kali. Namun, membentak, menghina, atau melakukan kekerasan bukanlah cara yang baik untuk membangun karakter.
Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah kelembutan terdapat pada sesuatu melainkan akan menghiasinya.” (HR. Muslim)
Orang tua tetap dapat bersikap tegas tanpa menyakiti harga diri anak. Teguran sebaiknya diarahkan kepada perilaku yang salah, bukan memberikan label buruk kepada anak.
10. Melatih Kesabaran dalam Mendidik Anak
Mendidik anak merupakan proses panjang. Anak mungkin harus diberi tahu berkali-kali sebelum memahami suatu aturan. Karena itu, kesabaran menjadi salah satu bekal penting bagi orang tua.
Allah SWT berfirman: “Dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal: 46)
Kesabaran bukan berarti membiarkan kesalahan anak. Sabar berarti mampu mengendalikan emosi sambil terus membimbing anak dengan cara yang tepat.
Orang tua juga perlu memahami bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan berbeda. Jangan hanya melihat hasil, tetapi hargai proses belajar dan usaha yang mereka lakukan.
11. Mengajarkan Anak melalui Kisah
Anak umumnya lebih mudah memahami nilai moral melalui cerita. Karena itu, kisah para nabi, sahabat, dan orang saleh dapat menjadi media pendidikan yang menarik.
Allah SWT berfirman: “Sungguh, pada kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” (QS. Yusuf: 111)
Setelah membacakan cerita, orang tua dapat mengajak anak berdiskusi tentang kejujuran, kesabaran, keberanian, atau kebaikan yang dapat diteladani dari kisah tersebut.
12. Melatih Kemandirian Anak
Anak juga perlu dilatih agar tidak selalu bergantung kepada orang tua. Berikan kesempatan untuk melakukan pekerjaan sederhana dan mengambil keputusan kecil sesuai usianya.
Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh, seseorang mengambil tali lalu mencari kayu bakar lebih baik baginya daripada meminta-minta kepada manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Orang tua dapat melatih kemandirian dengan memberikan tugas rumah, mengajarkan anak mengurus barangnya sendiri, dan menghargai usaha mereka meskipun hasilnya belum sempurna.
13. Bangun Lingkungan Islami di Rumah
Rumah merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Karena itu, suasana yang dibangun di dalam rumah akan turut memengaruhi kebiasaan dan karakter mereka.
Orang tua dapat membiasakan shalat berjamaah, membaca Al-Qur'an, mengucapkan doa sebelum melakukan aktivitas, bersedekah, serta membicarakan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang berada di atas agama teman dekatnya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Karena itu, orang tua juga perlu memperhatikan lingkungan pergaulan anak dan membantu mereka memilih teman yang dapat memberikan pengaruh positif.
14. Perbanyak Doa untuk Anak
Selain berusaha mendidik dengan baik, orang tua hendaknya tidak melupakan doa. Sebab, hidayah dan kebaikan hati anak pada akhirnya merupakan karunia dari Allah SWT.
Salah satu doa yang dapat diamalkan adalah:
رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.” (QS. Ali Imran: 38)
Orang tua juga dapat mendoakan anak agar menjadi pribadi yang saleh, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu menjaga dirinya di tengah berbagai tantangan zaman.(*)