AF diduga melakukan pungutan liar di area yang telah ditetapkan sebagai kawasan bebas parkir.
Parahnya lagi, petugas menemukan senjata tajam (sajam) dan minuman beralkohol dari tangan AF.
Sebelumnya, penangkapan AF bermula dari unggahan warga Kota Pontianak di media sosial yang merasa tidak nyaman saat berkunjung ke kawasan Jalan Pattimura bersama tamu asal Malaysia.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Juru parkir (jukir) liar berinisial AF (42) diamankan di kawasan Jalan Pattimura, Kompleks PSP Kebon Sayoek, Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa 2 September 2026.
AF diduga melakukan pungutan liar di area yang telah ditetapkan sebagai kawasan bebas parkir.
Parahnya lagi, petugas menemukan senjata tajam (sajam) dan minuman beralkohol dari tangan AF.
Sebelumnya, penangkapan AF bermula dari unggahan warga Kota Pontianak di media sosial yang merasa tidak nyaman saat berkunjung ke kawasan Jalan Pattimura bersama tamu asal Malaysia.
Kepala Satpol PP Kota Pontianak Ahmad Sudiyantoro menjelaskan, tim bergerak ke lokasi setelah menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya aktivitas parkir liar yang meresahkan.
Baca Selengkapnya
2). Ini Hasil Pemeriksaan RSUD Pemangkat Ungkap Kondisi Jasad Pria yang Ditemukan di Sambas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Warga Kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat dihebohkan dengan penemuan jasad pria berusia 27 tahun di sebuah rumah, Minggu 30 Agustus 2026.
Kapolsek Pemangkat AKP Ronald Deny Napitupulu mengatakan pihaknya langsung melakukan olah TKP usai mendapat laporan.
“Petugas telah melakukan langkah-langkah awal sesuai prosedur, termasuk mendatangi TKP, melakukan pemeriksaan, mengamankan barang bukti dan meminta keterangan saksi,” kata AKP Ronald.
AKP Ronald menyebut korban pertama kali ditemukan oleh anggota keluarga yang berada di sekitar rumah.
Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Pemangkat untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Baca Selengkapnya
3). Bupati Sintang Buka Suara soal Rencana Kunjungan Presiden Prabowo Subianto
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Presiden RI Prabowo Subianto dikabarkan akan mengunjungi Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat.
Kabar itu dibenarkan Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, Senin 1 September 2026.
Meski begitu, ia belum dapat memastikan kedatangan RI 1 itu.
Bala menyebut informasi mengenai rencana kunjungan Prabowo memang telah diterima oleh Pemerintah Kabupaten Sintang.
Meski demikian, ia meminta masyarakat tidak menganggapnya sebagai kepastian sebelum ada konfirmasi resmi atau informasi A1.
Baca Selengkapnya
4). Penjelasan Pos SAR Kayong Utara soal Penghentian Pencarian Korban Terkam Buaya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Misteri hilangnya, Mursal (57) warga Dusun Sumbermas Baru, Desa Mas Bangun, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara masih menjadi tanda tanya.
Terbaru, tim SAR resmi menghentikan pencarian pada Selasa 1 September 2026 setelah selama tujuh hari tanpa hasil.
Mursal sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing di perairan Guntung Karawang, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, pada Rabu 26 Agustus 2026 dini hari.
Ia diduga diterkam buaya saat tertidur di bagian haluan perahu bermesin yang digunakan bersama rekannya, Samsudin (52).
Danpos SAR Kayong Utara, Akhyar mengatakan pencarian telah dilakukan selama tujuh hari namun korban belum ditemukan.
"Korban belum ditemukan. Oprasi SAR setelah tujuh hari di hentikan," ujar Akhyar saat di konfirmasi, Selasa 1 September 2026.
Baca Selengkapnya
5). Daftar Sebaran Hotspot Karhutla di Kalbar Terbaru per 31 Agustus 2026, Daerah Mana Paling Parah?
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis sebaran titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat (Kalbar).
Data ini diambil per 31 Agustus 2026.
BMKG mencatat terdapat total 6.169 titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah Kalbar.
Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan sebaran tertinggi yakni mencapai 2.525 titik.
Disusul Kabupaten Kubu Raya dengan 1.135 titik dan Kabupaten Kayong Utara sebanyak 743 titik.
Baca Selengkapnya
6). BPBD Kalbar Ungkap Alasan Helikopter Water Bombing Karhutla Belum Optimal
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat (Kalbar) mengungkap helikopter Water Bombing belum dapat beroperasi secara optimal untuk atasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Koordinator Harian Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kalbar, Daniel mengatakan saat ini terdapat sembilan helikopter di Kalbar, dimana tujuh di antaranya berada di wilayah Kota Pontianak.
Namun, keberadaan helikopter tersebut belum seluruhnya dapat langsung digunakan untuk melakukan Water Bombing, termasuk untuk menangani kebakaran di kawasan Lintang Batang, Kabupaten Kubu Raya.
“Untuk melakukan Water Bombing, jarak pandang normal yang dibutuhkan sekitar 3.000 hingga 5.000 meter. Kalau jarak pandangnya kurang dari itu, ada risiko dan pelaksanaan Water Bombing dapat menyalahi SOP,” kata Daniel di Jalan Parit H Mukhsin, Kabupaten Kubu Raya, Selasa 1 September 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan operasi Water Bombing di Lintang Batang belum dapat dilakukan.
Baca Selengkapnya
(*)