6 Peristiwa Terpopuler Kalbar! Viral Tukang Parkir Liar di Kawasan PSP Pontianak Bawa Sajam
Faiz Iqbal Maulid September 02, 2026 08:27 AM

AF diduga melakukan pungutan liar di area yang telah ditetapkan sebagai kawasan bebas parkir.

Parahnya lagi, petugas menemukan senjata tajam (sajam) dan minuman beralkohol dari tangan AF.

Sebelumnya, penangkapan AF bermula dari unggahan warga Kota Pontianak di media sosial yang merasa tidak nyaman saat berkunjung ke kawasan Jalan Pattimura bersama tamu asal Malaysia.

1). Ngeri! Tukang Parkir Liar di Kawasan PSP Kebon Sayoek Pontianak Bawa Sajam Resahkan Turis Malaysia

JUKIR LIAR PONTIANAK - Tim gabungan menertibkan seorang juru parkir liar berinisial AF (42) di kawasan Jalan Pattimura, Kompleks PSP Kebon Sayoek, Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota, Selasa 1 September 2026. AF diamankan setelah diduga melakukan pungutan parkir di area yang telah ditetapkan sebagai kawasan bebas parkir. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas juga menemukan senjata tajam dan minuman beralkohol yang dibawanya.(TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/dok Dishub Pontianak)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Juru parkir (jukir) liar berinisial AF (42) diamankan di kawasan Jalan Pattimura, Kompleks PSP Kebon Sayoek, Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa 2 September 2026.

AF diduga melakukan pungutan liar di area yang telah ditetapkan sebagai kawasan bebas parkir.

Parahnya lagi, petugas menemukan senjata tajam (sajam) dan minuman beralkohol dari tangan AF.

Sebelumnya, penangkapan AF bermula dari unggahan warga Kota Pontianak di media sosial yang merasa tidak nyaman saat berkunjung ke kawasan Jalan Pattimura bersama tamu asal Malaysia.

Kepala Satpol PP Kota Pontianak Ahmad Sudiyantoro menjelaskan, tim bergerak ke lokasi setelah menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya aktivitas parkir liar yang meresahkan.

Baca Selengkapnya

2). Ini Hasil Pemeriksaan RSUD Pemangkat Ungkap Kondisi Jasad Pria yang Ditemukan di Sambas

PENEMUAN JASAD PEMANGKAT - Polisi melakukan olah TKP di sebuah rumah di Kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, usai ditemukan seorang pria meninggal tak wajar, Minggu 30 Agustus 2026. RSUD Pemangkat ungkap kondisi jasad korban.
PENEMUAN JASAD PEMANGKAT - Polisi melakukan olah TKP di sebuah rumah di Kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, usai ditemukan seorang pria meninggal tak wajar, Minggu 30 Agustus 2026. RSUD Pemangkat ungkap kondisi jasad korban.(TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/dok Humas Polres Sambas)

‎TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Warga Kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat dihebohkan dengan penemuan jasad pria berusia 27 tahun di sebuah rumah, Minggu 30 Agustus 2026.

Kapolsek Pemangkat AKP Ronald Deny Napitupulu mengatakan pihaknya langsung melakukan olah TKP usai mendapat laporan.

‎“Petugas telah melakukan langkah-langkah awal sesuai prosedur, termasuk mendatangi TKP, melakukan pemeriksaan, mengamankan barang bukti dan meminta keterangan saksi,” kata AKP Ronald.

AKP Ronald menyebut korban pertama kali ditemukan oleh anggota keluarga yang berada di sekitar rumah.

Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Pemangkat untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Baca Selengkapnya

3). Bupati Sintang Buka Suara soal Rencana Kunjungan Presiden Prabowo Subianto

PRABOWO CEK KARHUTLA - Presiden RI Prabowo berbincang dengan Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan saat meninjau lokasi Karhutla di Desa Limbung, Kubu Raya, Kalbar, Sabtu 22 Agustus 2026. Presiden Prabowo dikabarkan akan mengunjungi Kabupaten Sintang.
PRABOWO CEK KARHUTLA - Presiden RI Prabowo berbincang dengan Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan saat meninjau lokasi Karhutla di Desa Limbung, Kubu Raya, Kalbar, Sabtu 22 Agustus 2026. Presiden Prabowo dikabarkan akan mengunjungi Kabupaten Sintang.(TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YouTube @Sekretariat Presiden)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Presiden RI Prabowo Subianto dikabarkan akan mengunjungi Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat.

Kabar itu dibenarkan Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, Senin 1 September 2026.

Meski begitu, ia belum dapat memastikan kedatangan RI 1 itu.

Bala menyebut informasi mengenai rencana kunjungan Prabowo memang telah diterima oleh Pemerintah Kabupaten Sintang.

Meski demikian, ia meminta masyarakat tidak menganggapnya sebagai kepastian sebelum ada konfirmasi resmi atau informasi A1.

Baca Selengkapnya

4). Penjelasan Pos SAR Kayong Utara soal Penghentian Pencarian Korban Terkam Buaya

PENCARIAN MURSAL - Tim SAR melakukan pencarian terhadap Mursal yang dilaporkan hilang di perairan Guntung Karawang, Kabupaten Kubu Raya, Selasa 1 September 2026. Operasi pencarian ini resmi dihentikan usai tujuh hari nihil hasil.
PENCARIAN MURSAL - Tim SAR melakukan pencarian terhadap Mursal yang dilaporkan hilang di perairan Guntung Karawang, Kabupaten Kubu Raya, Selasa 1 September 2026. Operasi pencarian ini resmi dihentikan usai tujuh hari nihil hasil.(TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAR Kayong Utara)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Misteri hilangnya, Mursal (57) warga Dusun Sumbermas Baru, Desa Mas Bangun, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara masih menjadi tanda tanya.

Terbaru, tim SAR resmi menghentikan pencarian pada Selasa 1 September 2026 setelah selama tujuh hari tanpa hasil.

‎Mursal sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing di perairan Guntung Karawang, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, pada Rabu 26 Agustus 2026 dini hari.

‎Ia diduga diterkam buaya saat tertidur di bagian haluan perahu bermesin yang digunakan bersama rekannya, Samsudin (52).

‎‎Danpos SAR Kayong Utara, Akhyar mengatakan pencarian telah dilakukan selama tujuh hari namun korban belum ditemukan. 

‎"Korban belum ditemukan. Oprasi SAR setelah tujuh hari di hentikan," ujar Akhyar saat di konfirmasi, Selasa 1 September 2026.

Baca Selengkapnya

5). Daftar Sebaran Hotspot Karhutla di Kalbar Terbaru per 31 Agustus 2026, Daerah Mana Paling Parah?

HOTSPOT KARHUTLA KALBAR - Data BMKG sebaran hotspot di Kalimantan Barat per 31 Agustus 2026. Total 6.169 titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah Kalbar.
HOTSPOT KARHUTLA KALBAR - Data BMKG sebaran hotspot di Kalimantan Barat per 31 Agustus 2026. Total 6.169 titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah Kalbar.(TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/BMKG)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis sebaran titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat (Kalbar).

Data ini diambil per 31 Agustus 2026.

BMKG mencatat terdapat total 6.169 titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah Kalbar.

Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan sebaran tertinggi yakni mencapai 2.525 titik.

Disusul Kabupaten Kubu Raya dengan 1.135 titik dan Kabupaten Kayong Utara sebanyak 743 titik.

Baca Selengkapnya

6). BPBD Kalbar Ungkap Alasan Helikopter Water Bombing Karhutla Belum Optimal

KARHUTLA DI KALBAR - Koordinator Harian Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kalbar, Daniel saat diwawancarai pada Selasa 1 September 2026. Ia mengungkap alasan helikopter water bombing belum bekerja optimal.
KARHUTLA DI KALBAR - Koordinator Harian Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kalbar, Daniel saat diwawancarai pada Selasa 1 September 2026. Ia mengungkap alasan helikopter water bombing belum bekerja optimal.(TRIBUNPONTIANAK.CO.ID)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat (Kalbar) mengungkap helikopter Water Bombing belum dapat beroperasi secara optimal untuk atasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Koordinator Harian Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kalbar, Daniel mengatakan saat ini terdapat sembilan helikopter di Kalbar, dimana tujuh di antaranya berada di wilayah Kota Pontianak.

Namun, keberadaan helikopter tersebut belum seluruhnya dapat langsung digunakan untuk melakukan Water Bombing, termasuk untuk menangani kebakaran di kawasan Lintang Batang, Kabupaten Kubu Raya.

“Untuk melakukan Water Bombing, jarak pandang normal yang dibutuhkan sekitar 3.000 hingga 5.000 meter. Kalau jarak pandangnya kurang dari itu, ada risiko dan pelaksanaan Water Bombing dapat menyalahi SOP,” kata Daniel di Jalan Parit H Mukhsin, Kabupaten Kubu Raya, Selasa 1 September 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan operasi Water Bombing di Lintang Batang belum dapat dilakukan.

Baca Selengkapnya

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.