SURYA.co.id, BATU - Suasana pendakian Gunung Buthak berubah menjadi penuh kewaspadaan setelah asap dan kobaran api terlihat dari kawasan lereng pada Selasa (1/9/2026).
Seorang pendaki asal Lowokwaru, Kota Malang, Alfian, menjadi saksi ketika kebakaran mulai terlihat saat dirinya bersama empat rekannya tengah menuju puncak.
Alfian mengatakan, rombongannya memulai pendakian sekitar pukul 02.00 WIB.
Pada awal perjalanan, kondisi Gunung Buthak masih aman dan tidak menunjukkan tanda-tanda adanya kebakaran.
Namun, ketika perjalanan sudah mendekati jalur menuju puncak, mereka mulai melihat kepulan asap dari lokasi yang berada cukup jauh dari posisi rombongan.
Menurut Alfian, meski mengetahui adanya asap, kondisi di sekitar jalur pendakian saat itu masih relatif aman. Karena itu, ia bersama empat rekannya tetap melanjutkan perjalanan menuju puncak.
Baca juga: Dampak Kebakaran, Pendakian Gunung Buthak, Panderman dan Bokong Ditutup Sementara
“Kami berangkat Selasa dini hari pukul 02.00 WIB untuk mendaki di Gunung Buthak. Semua aman-aman saja. Kemudian mulai muncul asap itu saat kami sudah arah ke puncak. Lokasinya lumayan jauh dari kami. Sehingga kami lanjutkan sampai puncak,” kata Alfian kepada SURYA.co.id, Selasa (1/9/2026).
Rombongan akhirnya tiba di puncak sekitar pukul 13.00 WIB.
Mereka tidak berlama-lama berada di atas gunung dan memilih memulai perjalanan turun sekitar satu jam kemudian.
Alfian mengaku mulai khawatir kebakaran tersebut meluas.
Terlebih, kebakaran hutan juga terjadi di sejumlah daerah lain sehingga ia dan rekan-rekannya memilih mempercepat perjalanan turun.
“Kami sampai puncak sekitar pukul 13.00 WIB dan memutuskan turun pukul 14.00 WIB. Jujur saja kami juga khawatir kalau kebakarannya sampai besar. Apalagi di beberapa daerah lain ada kebakaran hutan yang sampai seperti itu. Makanya kami buru-buru turun,” ujarnya.
Dalam perjalanan turun, situasi di jalur pendakian juga semakin ramai.
Sejumlah pendaki telah diarahkan untuk segera meninggalkan kawasan Gunung Buthak.
Selain sesama pendaki, personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga berada di jalur untuk membantu mengarahkan para pendaki menuju tempat yang lebih aman.
Alfian bersama empat rekannya akhirnya berhasil turun dan tiba di basecamp dalam kondisi selamat.
Ia juga memastikan rombongannya telah bergabung dengan pendaki lainnya yang lebih dahulu turun.
“Alhamdulillah kami sekarang sudah di basecamp bersama rekan-rekan yang lainnya dalam keadaan selamat,” tuturnya.
Kebakaran lereng Gunung Buthak sebelumnya dilaporkan terjadi pada Selasa sekitar pukul 12.46 WIB.
Laporan mengenai kondisi tersebut diterima BPBD Kota Batu dari komunitas Paguyuban Ojek Pendakian Gunung Panderman-Buthak.
Titik kebakaran dilaporkan berada di petak 100 Pos 3 Gunung Buthak, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengerahan tim gabungan. Petugas melakukan pembasahan dan lokalisasi untuk mencegah api semakin meluas.
Saat kebakaran terjadi, tercatat sebanyak 271 pendaki berada di kawasan pegunungan, termasuk yang berada di wilayah Gunung Panderman dan Gunung Bokong.
Lebih dari 50 personil gabungan kemudian dikerahkan.
Sebagian petugas fokus melakukan pemadaman dan pembasahan, sementara lainnya membantu mengevakuasi para pendaki agar segera turun dari kawasan gunung.
Ratusan pendaki masih berada di atas gunung dan proses evakuasi terus dilakukan petugas.
Kondisi tersebut membuat personil gabungan harus menjalankan dua tugas sekaligus, yakni mengevakuasi para pendaki dan memadamkan kebakaran yang masih berlangsung di kawasan Gunung Buthak.
Gunung Buthak adalah gunung berapi kerucut non-aktif setinggi 2.868 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Untuk pendakian jalur paling favorit dan ramai dilalui pendaki.
Waktu tempuh normal dari basecamp menuju puncak memakan waktu sekitar 8 hingga 9 jam perjalanan.
Jalur Alternatif bisa juga diakses melalui jalur Sirah Kencong dan Princi.
Berdasarkan informasi yang diperoleh SURYA.CO.ID dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Batu, total terdapat 271 pendaki yang sebelumnya berada di Gunung Buthak.
“Dari jumlah 271 pendaki, update per pukul 16.07 WIB masih menyisakan 185 pendaki yang belum turun,” kata Kepala BPBD Kota Batu, Suwoko kepada Suryamalang.com, Selasa (1/9/2026).
Selain proses evakuasi, personil gabungan juga terus melakukan pemadaman di lokasi kebakaran.
Baca juga: Karhutla TNBTS Meluas, 592 Hektare Lahan di Lereng Semeru Terbakar
Hingga Selasa (1/9/2026), kebakaran di Gunung Buthak masih terjadi.
Petugas tetap melakukan penanganan sembari mengevakuasi para pendaki yang masih berada di atas gunung.