Pilkades Serentak Kabupaten Semarang Desember 2026 Butuh Dana Rp 16 Miliar
khoirul muzaki September 02, 2026 12:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Bupati Semarang, Ngesti Nugraha memangkas sejumlah pos belanja daerah yang dinilai non-prioritas demi mendukung kelancaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada Desember 2026 mendatang. Total anggaran Pilkades sendiri membutuhkan dana sebesar Rp 16 miliar.


Kebijakan pemangkasan ini diambil seiring munculnya usulan tambahan anggaran Pilkades sebesar dalam Raperda Perubahan APBD Kabupaten. 


Ngesti menyebut, tambahan anggaran yang diusulkan mencakup dua hal utama yang belum terakomodasi sepenuhnya dalam Nota Kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS 2026. 


Pertama, Pemerintah Kabupaten Semarang mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 1,36 miliar untuk pelaksanaan teknis pilkades. 


Dana ini dialokasikan untuk membiayai seluruh tahapan teknis Pilkades serentak, pelaksanaan Pilkades Pergantian Antar Waktu (PAW), serta penyelenggaraan seleksi calon kepala desa yang kredibel.

Baca juga: Naik Lagi Daftar Harga Terbaru Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite


Selain itu, Pemkab juga mengusulkan anggaran pengamanan dan koordinasi Forkopimda sebesar Rp 246,11 juta. 


Anggaran ini dialokasikan khusus untuk intensifikasi Rapat Koordinasi Forkopimda guna memitigasi risiko kerawanan sosial selama tahapan kontestasi berlangsung.


"Anggaran Pilkades total semuanya Rp 16 miliar. Besar sekali," ujar Ngesti, Rabu (2/9/2026).


Secara keseluruhan, Ngesti menyebut, beban fiskal untuk penyelenggaraan Pilkades serentak 2026 mencapai Rp16 miliar. Oleh karena itu, Pemkab memerlukan strategi yang cermat agar pembiayaan pesta demokrasi tidak menghentikan roda pembangunan lainnya. Ia pun mengambil kebijakan efisiensi pada sektor-sektor non-prioritas.


"Dengan adanya tambahan anggaran kita melakukan efisiensi di kegiatan lain. Yang diefisiensi misalnya makan minum dan anggaran yg tidak mendesak," sebutnya. 


Ia menyebut, ada sejumlah tahapan dalam Pilkada antara lain sosialisasi, pembentukan panitia dan pengawas pilkada, hingga proses pemungutan suara. 


Ia berharap, seluruh tahapan bisa berjalan kondusif, aman, dan tenang. 


"Maka dari itu, kita konsentrasi bersama dengan forkopimda, forkopimcam, DPD, kami mohon bantuan tokoh masyarakat, agama, pemuda, semua pihak bersama-sama mengamankan pilkades serentak di Kabupaten Semarang," tuturnya. (eyf)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.