WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan sebanyak 457 kejadian kebakaran terjadi di Jakarta sepanjang Juli hingga Agustus 2026.
Tingginya kasus kebakaran tersebut menjadi perhatian pemerintah seiring puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung pada Agustus-September 2026.
Hal itu disampaikan Pramono saat menjadi Pembina Apel Jaga Jakarta dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kemarau di DKI Jakarta Tahun 2026 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino masih berlangsung hingga awal tahun 2027.
Baca juga: Kebakaran di Jakarta Didominasi Korsleting Listrik, Rano Karno: Satu Stop Kontak untuk 10 Charger HP
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan sejumlah risiko, mulai dari kekeringan, kebakaran, penurunan kualitas udara hingga gangguan kesehatan masyarakat.
"Sepanjang periode Juli hingga Agustus tahun 2026, terjadi musibah kebakaran sebanyak 457 kejadian kebakaran di Jakarta," kata Pramono.
Menurut Pramono, kondisi cuaca yang semakin panas dan kering turut meningkatkan risiko kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.
Ia meminta seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta tidak hanya bergerak setelah bencana terjadi.
Baca juga: Waspada! 95 Persen Kebakaran di Jakarta Dipicu Korsleting Listrik, Warga Diminta Cek Instalasi
Setiap perangkat daerah diminta memahami potensi dampak musim kemarau sesuai bidang tugas masing-masing dan menyiapkan langkah mitigasi sejak dini.
"Saya tidak ingin seluruh jajaran baru bergerak setelah persoalan terjadi," ujarnya.
Pramono menekankan empat hal dalam menghadapi musim kemarau.
Pertama, memastikan kesiapan hingga tingkat wilayah dengan mengenali karakteristik wilayah serta mengidentifikasi kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Kebakaran Permukiman Padat Batu Ceper, 880 Warga Terdampak dan 114 Rumah Ludes
Kedua, memastikan pelayanan air bersih dapat berjalan cepat dan tepat.
Pemprov DKI juga diminta memastikan ketersediaan sumber air, sarana distribusi, serta personel, terutama untuk wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Ketiga, memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor agar seluruh unsur dapat bergerak secara cepat dan efisien ketika terjadi persoalan di lapangan.
Keempat, menjadikan kesiapsiagaan sebagai budaya kerja dan tanggung-jawab bersama.
Baca juga: Kebakaran Hanguskan Puluhan Rumah Kontrakan Semi Permanen di Duren Sawit Jakarta Timur
Pramono juga mengapresiasi kesiapan jajaran Pemprov DKI bersama unsur terkait, termasuk personel, sarana dan prasarana, serta dukungan mobil tangki air untuk mendistribusikan air bersih ke kelurahan rawan kekeringan.
Ia meminta sinergi bersama Forkopimda terus diperkuat, termasuk melalui pengawasan titik-titik rawan kebakaran, stok pangan, serta peningkatan edukasi bahaya arus pendek listrik di permukiman padat.
Pramono turut mengajak masyarakat berperan dalam mencegah kebakaran selama musim kemarau.
Baca juga: Momen Anak-anak Ketapang Ikut Padamkan Kebakaran Lahan dengan Alat Seadanya
Warga diminta menggunakan air secara bijak, menjaga lingkungan dari sumber api, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta memastikan ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR).
"Segera laporkan kepada aparat apabila terdapat potensi kebakaran," kata Pramono.
Dia berharap semangat "Jaga Jakarta" dapat menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah untuk menjaga keselamatan warga selama menghadapi musim kemarau. (m27)